Bantul, 29 Juni 2025 – Dalam upaya mendorong sistem peternakan yang lebih sehat dan ramah lingkungan, Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 133 Universitas Diponegoro menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Kalurahan Srimulyo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, pada 30 Juni 2025. Kegiatan ini menggandeng dosen pembimbing dari Departemen Peternakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip, serta melibatkan langsung warga dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Oasis sebagai peserta utama.
Mengangkat tema “Penerapan Inovasi Kandang Multifungsi Ramah Lingkungan dan Solusi Penghilang Bau Alami di Lingkungan Peternakan”, kegiatan ini dibuka dengan sosialisasi inovasi kandang yang disampaikan oleh dosen pembimbing lapangan, Fatmawati Mustofa, S.Pt., M.Sc. Dalam penjelasannya, ia menekankan pentingnya penggunaan kandang yang tidak hanya efisien secara biaya, tetapi juga mampu mengelola limbah secara optimal agar tidak mencemari lingkungan.
Sesi edukasi berlanjut dengan pemaparan dari para mahasiswa KKN-T yang menyampaikan materi sesuai bidang keahlian mereka. Yusya Najih Malika membuka sesi dengan topik “Kandang Sehat, Lingkungan Bersih”. Setelah itu, dilanjutkan oleh Marshella Vana Ardiyanti yang membawakan judul “Penyusunan Strategi Marketing Informasi Produk Spray Alami oleh KWT Oasis untuk Masyarakat Sekitar”. Materi-materi ini bertujuan memperkuat kapasitas warga dalam menjaga lingkungan kandang sekaligus memasarkan produk alami secara efektif.
Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan penyebaran leaflet edukatif kepada masyarakat. Leaflet tersebut memuat berbagai topik yang disampaikan oleh para mahasiswa sesuai bidang masing-masing. Muhammad Daffa Fadlilnaufal menyampaikan materi “Edukasi Hukum Lingkungan dan Kepemilikan Lahan untuk Pendirian Kandang Multifungsi Ramah Lingkungan”, sedangkan Rahmat Fadly Raharjo memberikan materi “Pencegahan Pencemaran Lingkungan melalui Pengolahan Kembali Limbah Organik”. Selanjutnya, Yosefine Anestasya Sihole menyampaikan “Edukasi Bahasa Inggris Praktis dan Informasi Dasar Penggunaan EM4”; Rizki Akmalia memaparkan “Dampak Negatif Emisi Gas Amonia dan Patogen pada Kandang Ayam terhadap Kesehatan”; dan Vicky Wardatul Fithrotis Sholehah memberikan edukasi mengenai “Pemasaran Produk serta Tanggung Jawab dalam Penjualan”.
Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian warga adalah pelatihan pembuatan spray alami untuk menghilangkan bau kandang ayam. Spray ini dibuat menggunakan EM4 (Effective Microorganisms-4) dan gula merah sebagai bahan utama. Cairan ini mengandung mikroorganisme baik seperti Lactobacillus casei dan Saccharomyces cerevisiae yang berfungsi mempercepat pembusukan kotoran, menghambat pembentukan gas amonia, dan menekan bau menyengat di area kandang. Dalam sesi praktik, warga diajak terlibat langsung mulai dari pencampuran bahan, fermentasi, hingga teknik penyemprotan. Spray direkomendasikan untuk digunakan setiap dua hingga tiga hari, pada pagi atau sore hari, guna menjaga kestabilan mikroba yang bekerja menguraikan limbah.
Pelatihan ini dipandu langsung oleh Joyce Manuela Hutahaean dan Yosefine Anestasya Sihole. Para peserta terlihat antusias mengikuti prosesnya dan aktif berdiskusi mengenai penerapannya di kandang masing-masing. Kegiatan yang berlangsung selama satu hari penuh ini mendapat respon positif dari warga Srimulyo. Banyak peserta yang menyampaikan bahwa metode ini mudah dipahami, murah, dan aplikatif untuk skala peternakan rumahan.
Mahasiswa KKN-T juga turut berperan sebagai fasilitator dan pendamping sepanjang kegiatan berlangsung. Menurut Fatmawati Mustofa, keberhasilan kegiatan ini tidak hanya terletak pada proses transfer pengetahuan, tetapi juga pada bagaimana masyarakat mampu meneruskan inisiatif tersebut secara mandiri. “Kami berharap inovasi sederhana ini dapat diadopsi secara luas oleh masyarakat desa. Selain meningkatkan kualitas lingkungan, ini juga bisa menjadi peluang usaha yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujarnya.
Program ini diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat Srimulyo, baik dalam peningkatan kualitas lingkungan kandang, penghematan biaya pemeliharaan ternak, hingga peluang pengembangan usaha berbasis produk alami.