Kegiatan penyuluhan dengan tema “Gerakan 1 Hari 1 Telur: Ibu Hebat, Anak Sehat!” telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 19 Juli 2025. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan kader posyandu dari masing-masing RT di Dusun Onggopatran beserta ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu rumah tangga yang menjadi sasaran target dari penyuluhan ini, serta dihadiri oleh Ibu Rohmah selaku perwakilan dari Puskesmas, dan didampingi oleh dosen pembimbing lapangan, yaitu Ibu Fatmawati Mustofa, S.Pt., M.Sc. dan Ibu Dinda Ayu Permata Sari, S.Pt., M.Si. Dalam kegiatan ini, Kelompok 1 Tim KKN-T Universitas Diponegoro 133 Kloter 2 turut berperan aktif dengan menghadirkan berbagai program pendukung sebagai bagian dari rangkaian kegiatan penyuluhan.
Kegiatan penyuluhan turut diisi oleh pemaparan materi dari Satria Adi Pangestu, mahasiswa S1 Keperawatan, yang menjelaskan bahwa stunting merupakan tantangan signifikan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia menyoroti urgensi pencegahan sejak dini melalui pemenuhan gizi, khususnya konsumsi telur oleh ibu hamil dan anak. Selain itu, ditekankan pentingnya periode 1.000 hari pertama kehidupan sebagai fase kritis dalam mendukung optimalisasi tumbuh kembang anak dan mencegah stunting.
Selanjutnya, materi dilanjutkan oleh Rafly Prasetyo Priambodo, mahasiswa S1 Biologi, yang memaparkan materi mengenai pemberian telur untuk meningkatkan perkembangan otak janin. Ia menyoroti perihal pemenuhan gizi dengan telur untuk membantu pengembangan fungsi otak pada janin dan balita. Selain itu, juga penjelasan terkait dengan isu kandungan dalam telur.
Selanjutnya Arimbi Wiranita mahasiswi S1 Agroekoteknologi yang termasuk ke dalam Kelompok 1, menambah antusias ibu-ibu audiens dengan menghadirkan program edukatif “Teknik Budidaya Microgreens”. Budidaya microgreens dapat menjadi langkah strategis dalam mendukung pencegahan stunting melalui penyediaan sumber gizi yang mudah, cepat, dan terjangkau. Dalam kegiatan penyuluhan tersebut, dijelaskan terkait pengertian, kelebihan, contoh tanaman yang dapat dibudidayakan sebagai microgreens, serta praktik cara budidaya microgreens mulai dari menyiapkan media tanam, menebar benih, cara pemeliharaan, hingga panen dan contoh pengolahannya. Kegiatan penyuluhan diakhiri dengan sesi tanya jawab bersama ibu-ibu terkait dengan budidaya microgreens.
Kemudian, teman-teman lain menambah pengetahuan mengenai perkenalan sederhana seputar pentingnya memberikan asupan bergizi, terutama telur bagi anak-anak yang ditulis oleh Adely Catlea Haibah yang merupakan mahasiswi S1 Sastra Indonesia. Lalu, awareness mengenai peran orang tua dan budaya makan sebagai bentuk dukungan tumbuh kembang anak yang optimal serta membentuk budaya makan yang sehat dan bergizi yang ditulis oleh Khoirun Nisa mahasiswi S1 Antropologi Sosial. Tabungan telur sebagai wujud mendorong orang tua untuk rutin menabung dalam jumlah kecil untuk membeli telur sebagai sumber gizi keluarga, terutama untuk tumbuh kembang anak yang ditulis oleh Sara Ardelia yang merupakan mahasiswi S1 Akuntansi. Tulisan tersebut disatukan dalam satu bentuk booklet yang berjudul Generasi Sehat-Cegah Stunting dari Rumah. Booklet ini ditulis oleh ketiga mahasiswa tersebut yang dibantu dengan informasi tambahan dari Satria Adi Pangestu yang membahas mengenai manfaat telur pada 1000 hari pertama untuk mencegah stunting dan Rafly Prasetyo yang membahas mengenai pentingnya telur dalam perkembangan otak janin.
Penyebaran informasi mengenai pertumbuhan anak tidak hanya difokuskan pada pencegahan stunting kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu rumah tangga, tetapi juga menyasar anak-anak sekolah dasar. Di SD Negeri Payak, informasi disampaikan melalui media poster berjudul “Pentingnya Tidur yang Cukup agar Badan Segar dan Otak Cerdas”. Poster ini memuat penjelasan singkat mengenai definisi dan manfaat tidur yang cukup, disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami serta dilengkapi ilustrasi menarik untuk meningkatkan daya tarik bagi anak-anak. Media edukatif ini disusun oleh Bunga Kaliza Ratuwizta, mahasiswi S1 Administrasi Publik, sebagai bentuk kontribusi terhadap upaya peningkatan literasi kesehatan masyarakat sejak usia dini. Inisiatif ini sejalan dengan prinsip Administrasi Publik dalam membentuk kebijakan berbasis edukasi dan promotif, yang mendukung pembangunan sumber daya manusia secara berkelanjutan.
Lalu dalam pelaksanaan program kerja, dalam rangka meningkatkan kesadaran pemenuhan gizi keluarga, Helmi Tsani menggelar sosialisasi program “Satu Hari Satu Telur” kepada ibu-ibu di Dusun Onggopatran. Helmi menegaskan, “Telur merupakan sumber protein hewani berkualitas tinggi yang mudah diakses dan dapat menutup kebutuhan protein harian apabila konsumsi sumber protein lain belum terpenuhi.” Melalui demonstrasi pengolahan telur menjadi hidangan bergizi dan diskusi interaktif, sosialisasi ini dirancang menanamkan kebiasaan sederhana namun berdampak besar untuk mencegah kekurangan gizi serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
(Sumber: Adely Catlea Haibah)