Tim KKN-T 133 Universitas Diponegoro Kembangkan MOL dari Limbah Nasi Sisa untuk Aktivator Pengomposan Ramah Lingkungan

Program pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) sebagai solusi teknologi sederhana untuk mengubah limbah domestik menjadi produk bernilai.

Mahasiswa KKN-T Undip Kelompok 3 bersama anggota KWT OASIS menunjukkan produk Mikroorganisme Lokal (MOL) dari nasi sisa yang berhasil dibuat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat di Dusun Onggopatran, Bantul.
Mahasiswa KKN-T Undip Kelompok 3 bersama anggota KWT OASIS menunjukkan produk Mikroorganisme Lokal (MOL) dari nasi sisa yang berhasil dibuat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat di Dusun Onggopatran, Bantul.

Bantul, 6 Juli 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 133 Universitas Diponegoro bersama dosen pembimbing dari Fakultas Peternakan dan Pertanian melakukan kegiatan multidisiplin kedua bertajuk “Pembuatan MOL dari Limbah Nasi Sisa untuk Aktivator Pengomposan Ramah Lingkungan” sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat di Dusun Onggopatran, Kalurahan Srimulyo, Kabupaten Bantul. Kegiatan tersebut dilakukan pada hari Minggu, 29 Juni 2025 dan diikuti oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Oasis serta perwakilan warga dari tiap RT .

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mempromosikan pemanfaatan limbah rumah tangga, khususnya limbah nasi sisa sebagai aktivator alami dalam proses pengomposan. Mikroorganisme Lokal (MOL) adalah teknologi yang dinilai murah, mudah dipraktikkan, dan ramah lingkungan sehingga dapat diterapkan langsung oleh masyarakat desa dalam kegiatan pertanian skala rumah tangga. Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk edukasi sekaligus praktik yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat dalam memanfaatkan limbah nasi sisa yang biasanya hanya dijadikan pakan ayam saja oleh warga menjadi MOL yang dapat membantu mempercepat proses pengomposan. 

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi dari dosen pembimbing lapangan, yaitu Ibu Fatmawati Mustofa, S.Pt., M.Sc. mengenai “Pemanfaatan Kotoran Ternak Sebagai Pupuk dan Sampah Organik Rumah Tangga Sebagai Pakan Alternatif Ayam.” Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi edukasi yang disampaikan oleh para mahasiswa KKN-T Tim 133 dengan materi yang beragam sesuai bidang keilmuan. Yang pertama yaitu ada edukasi dari Rahmat Fadly Raharjo (FPIK) yang menyampaikan materi berjudul “Pemanfaatan Jerami Sebagai Pakan Ternak Alternatif”. Setelah itu, sesi edukasi dilanjutkan oleh penyampaian materi oleh Muhammad Daffa Fadlilnaufal (FH) mengenai “Hukum Pengelolaan Limbah Untuk Pertanian Berkelanjutan”. 

Mahasiswa KKN-T Undip memberikan edukasi multidisiplin mengenai pengelolaan limbah, kesehatan lingkungan, dan potensi ekonomi dari MOL kepada warga Dusun Onggopatran.

Lalu, edukasi dilanjutkan oleh Rizki Akmalia (FKM) terkait penyakit berbasis lingkungan dan upaya pencegahannya. Edukasi yang disampaikan tidak hanya melalui sosialisasi saja, tetapi juga melalui media poster yang ditempel dan leaflet yang disebarkan kepada audiens, diantaranya terdapat poster mengenai “Panduan Pembuatan MOL Berbasis Dwibahasa” oleh Yosefine Anestasya Sihole (FIB), leaflet “Edukasi Literasi Informasi Tentang MOL dan Pengomposan Limbah Rumah Tangga” oleh Marshella Vana Ardiyanti, serta leaflet mengenai penjelasan “Peluang Usaha dari Pembuatan MOL Nasi Sisa.”.

Kegiatan ini menekankan praktik nyata daripada teori. Mahasiswa secara langsung menunjukkan proses pembuatan MOL yang terbukti mudah dan hemat biaya dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat seperti air kelapa, gula merah, dan nasi sisa. Para anggota KWT “OASIS” yang hadir tidak hanya mengamati, tetapi juga mempelajari setiap langkah secara menyeluruh: metode pembuatan, cara penyimpanan yang tepat, proses fermentasi, dan cara penggunaan MOL yang ramah lingkungan. Sesi ini diubah menjadi ruang diskusi interaktif yang memungkinkan peserta bertanya dan mempelajari lebih lanjut topik untuk memastikan pemahaman yang luas. 

Praktik Langsung Tim mahasiswa KKN-T Undip Kelompok 3 memberikan demonstrasi pembuatan aktivator kompos MOL di hadapan anggota KWT OASIS yang menyimak dengan saksama.

Kegiatan ini direspons dengan positif oleh peserta ibu-ibu yang tergabung dalam anggota KWT Oasis, mereka menunjukan antusiasme tinggi yang ditandai dengan berbagai lontaran pertanyaan yang disampaikan, ini menandakan bahwa mereka tertarik untuk mempraktikkan pembuatan serta penggunaan MOL secara mandiri di rumah. Hal ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan metode edukasi yang diberikan, tetapi juga menandakan tumbuhnya kesadaran terhadap pemanfaatan pengelolaan limbah domestik. Produk MOL yang dihasilkan tidak hanya difungsikan dalam proses pengomposan limbah organik menjadi pupuk, tetapi juga dapat dimanfaatkan dalam pengelolaan limbah kandang ternak skala kecil yang sedang dikembangkan sebagai bagian dari pelaksanaan program KKN-T.

Produk MOL yang dihasilkan dalam program ini menawarkan manfaat ganda yang signifikan bagi masyarakat. Selain berfungsi sebagai aktivator untuk mempercepat pengomposan limbah organik menjadi pupuk, MOL ini juga dapat dimanfaatkan secara efektif dalam pengelolaan limbah kandang ternak skala kecil. Dengan adanya fungsi terintegrasi ini, program KKN-T diharapkan dapat mendorong kemandirian warga serta menjadi langkah awal untuk menjadikan Dusun Onggopatran sebagai percontohan desa yang mampu mengelola sumber dayanya secara sirkular dan berkelanjutan.

 

Exit mobile version