Bantul, 4 Juli 2025 – Salah satu implementasi dari tri dharma perguruan tinggi adalah pengabdian masyarakat. Universitas Diponegoro Semarang (UNDIP) berkomitmen untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat salah satunya dengan mengadakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Dengan kegiatan KKN ini diharapkan Mahasiswa turut berperan aktif dalam menciptakan perubahan-perubahan kecil di tengah masyarakat. Mengusung tema multidisiplin ke-2 yaitu “Sosialisasi dan Edukasi Pemanfaatan Kotoran Ternak sebagai Pupuk dan Sampah Organik Rumah Tangga sebagai Pakan Alternatif Ayam” Fatmawati Musthofa selaku dosen pembimbing KKN T-133 mengajak mahasiswa untuk menghasilkan program unggulan yang berguna untuk mengurangi sampah serta dapat dimanfaatkan kembali oleh warga.
Proses penyampaian materi oleh anggota kelompok 1 kloter 1 KKN-T 133 UNDIP Semarang dengan target kegiatan ibu-ibu RT 01 Dusun Onggopatran (Sumber: dokumentasi pribadi)
Kelompok kami fokus pada permasalahan limbah rumah tangga berupa minyak jelantah yang ada di Dusun Onggopatran khususnya pada lingkungan RT 01. Kami memberikan inovasi untuk mengubah minyak jelantah menjadi sesuatu yang bermanfaat seperti lilin aromaterapi. Kegiatan ini dapat dijadikan peluang usaha tambahan oleh ibu-ibu di lingkungan RT 01 Dusun Onggopatran. Kegiatan dirancang sebagai sebuah kegiatan penyuluhan berkesinambungan mulai dari edukasi, kegiatan praktik, dan strategi pemasaran. Kegiatan dibuka oleh Paskila selaku MC dan moderator dalam acara ini, selanjutnya masuk pada sesi penyuluhan dari bidang hukum dan bidang kesehatan. Sesi penyampaian materi tentang “Melihat Limbah Rumah Tangga dari Perspektif Hukum” oleh Vathania Risya dilanjutkan dengan penyampaian materi di bidang kesehatan oleh Nadifa Malidiyah dan Irma Cahyaningtiasih terkait bahaya limbah rumah tangga serta cara mencuci tangan yang baik dan benar. Penyampaian materi-materi tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahuan baru terhadap ibu-ibu RT 01 Dusun Onggopatran bahwa limbah rumah tangga ternyata juga memiliki aturan secara hukum. Kami juga berharap ibu-ibu RT 01 untuk lebih peka untuk melindungi kesehatan diri dan keluarga dari bahaya limbah rumah tangga dan menerapkan cara cuci tangan yang benar sebagai pencegahan dasar terhadap penyakit.
Masuk pada kegiatan utama sekaligus salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian warga adalah pelatihan pembuatan lilin aromaterapi yang berasal dari limbah rumah tangga berupa minyak jelantah. Bahan utama nya adalah minyak jelantah yang sudah direndam bersama arang kurang lebih semalaman , hal ini dilakukan untuk menghilangkan bau yang ada pada minyak jelantah. Selanjutnya panaskan minyak jelantah di dalam panci atau kaleng bekas dengan api kecil menggunakan teknik stim. Campurkan serbuk stearin yang berguna untuk mengeraskan minyak jelantah menjadi padat seperti lilin. Aduk kurang lebih selama 10 menit lalu tuangkan kedalam cetakan yang sudah diberi sumbu. Tahap terakhir beri pewarna serta pewangi essen, diamkan hingga padat seperti lilin.
Pelatihan ini dipandu langsung oleh Elisabeth Jessica, Paskila Intan, dan Wahid Nurahman. Para peserta terlihat antusias mengikuti prosesnya dan aktif berdiskusi mengenai cara pembuatan. Kegiatan yang berlangsung selama setengah hari ini mendapat respon yang sangat baik dari ibu-ibu RT 01 Dusun Onggopatran. Banyak peserta yang menyampaikan bahwa metode ini mudah dipahami dan dapat dengan mudah diaplikasikan untuk skala ibu rumah tangga dalam kontribusi langsung mengurangi limbah rumah tangga berupa minyak jelantah.
Setelah mendapat pelatihan mengenai pembuatan lilin aroma terapi berbahan dasar minyak jelantah. Joses Anggiat dan Muhammad Yafa memberikan penyuluhan dengan materi pemasaran produk, mulai dari alur peluang usaha hingga bagaimana cara memasarkan produk lilin aromaterapi ini menggunakan media sosial. Kedua anggota kelompok kami juga memberikan cara untuk berjualan menggunakan aplikasi online shop yaitu Shopee Mahasiswa KKN-T yang turut hadir juga berperan sebagai fasilitator dan mendampingi sepanjang kegiatan berlangsung
Program ini bukan hanya sebatas pemenuhan capaian dari kegiatan KKN saja, namun diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat Dusun Onggopatran. Ibu-ibu RT 01 Dusun Onggopatran dapat menjadi penggerak dan pendamping masyarakat Dusun Onggopatran lainnya dalam pengolahan minyak jelantah ke arah yang lebih bermanfaat.