SRIMULYO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 133 Universitas Diponegoro menghadirkan terobosan inovatif dengan memperkenalkan pembuatan desinfektan alami berbahan dasar serai (Cymbopogon Citratus) kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) “OASIS” dan warga Dusun Onggopatran, Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, D.I.Yogyakarta. Tim yang terdiri atas tujuh mahasiswa—Ahmad Yusuf Setiaji (FH), Fathma Candra Nabila (FKM), Fauzan Haidar Ramadan (FISIP), Hilya Nafisa (FIB), Muhammad Iqbal Akbar (FIB), Nala Firdausi Haibah (FSM), dan Suci Amara Dewi Nur Aisyah (FPP)—ini berupaya hadir menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan bahan-bahan lokal yang mudah dijangkau dan dimanfaatkan.
Inovasi Ramah Lingkungan dan Ekonomis
Program unggulan ini menjadi salah satu bentuk inovasi kebersihan dan sanitasi kandang dengan pendekatan yang ramah lingkungan dan ekonomis. Hal tersebut disampaikan oleh Suci, mahasiswi S1 Peternakan Universitas Diponegoro (Undip) saat menyampaikan materi.
“Desinfektan serai ini tidak hanya efektif membunuh kuman, tetapi juga ramah lingkungan dan sangat ekonomis untuk diproduksi,” ungkap Suci ketika melakukan demonstrasi kepada Ibu-Ibu Dusun Onggopatran, Minggu (29/6).
Hal tersebut dibenarkan oleh Fatmawati Mustofa, S.Pt., M.Sc., Dosen FPP Undip Semarang. Ia menyampaikan bahwa ada kandungan-kandungan alami di dalam ekstrak serai yang mengandung senyawa fitokimia berupa antibakteri, antivirus, dan antijamur.
“Betul ibu-ibu, ada kandungan seperti niasin, riboflavin, thiamin, piridoksin, dan beberapa kandungan lain yang terbukti ampuh membunuh kuman,” imbuh Fatma saat sesi tanya jawab, Minggu (29/6).
Mendapat Respons Positif
Selain memberi demonstrasi pembuatan desinfektan alami, kegiatan ini diawali dengan penyuluhan oleh tiga mahasiswa KKN dari 3 disiplin ilmu yang berbeda, yakni Fauzan yang membawakan materi tentang politik lingkungan lalu Aji menyampaikan penyuluhan hukum tentang Kesehatan Hewan Ternak ditinjau dari UU No. 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan yang telah diubah dengan UU No. 41 Tahun 2014. Terakhir, Fatma yang memberikan sosialisasi tentang penyakit menular akibat hewan (zoonosis) dan strategi pencegahannya.
Rangkaian kegiatan yang dilakukan mendapat antusias tinggi dari warga Desa Srimulyo, terkhusus Ibu-Ibu KWT “OASIS” yang ditandai dengan ketertarikan mereka untuk mempraktikkan pembuatan desinfektan serai di rumah masing-masing.
“Ini sangat membantu karena bahannya mudah didapat dan cara pembuatannya cukup sederhana,” ungkap Ibu Marsiyah, warga RT 02 Dusun Onggopatran
DAMPAK BERKELANJUTAN
Program ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat, mulai dari peningkatan kesadaran kesehatan, penghematan biaya rumah tangga, hingga potensi pengembangan usaha mikro berbasis produk alami.