Mahasiswa Undip Demonstrasikan Komposter Tumpang Galon: Solusi Alternatif Atasi Masalah Limbah Organik 

Foto Bersama Mahasiswa KKN-T Tim 133 Undip Srimulyo bersama Ibu-Ibu Dusun Onggopatran setelah praktik membuat Komposter Tumpang Galon, Minggu (29/6). (Dokumentasi  Pribadi)
Foto Bersama Mahasiswa KKN-T Tim 133 Undip Srimulyo bersama Ibu-Ibu Dusun Onggopatran setelah praktik membuat Komposter Tumpang Galon, Minggu (29/6). (Dokumentasi  Pribadi)

SRIMULYO — Dalam rangka mendukung program integrasi peternakan pertanian dan memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga, mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) yang tergabung dalam Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 133 melaksanakan kegiatan demonstrasi Komposter Tumpang Galon pada Minggu, 29 Juni 2025. Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat Kelompok Wanita Tani (KWT) OASIS, Dusun Onggopatran, Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, DIY.

Acara ini berhasil menarik animo puluhan ibu rumah tangga dari RT 01 hingga RT 04 yang tergabung dalam kegiatan PKK dan KWT setempat. Mereka hadir dengan semangat tinggi untuk belajar cara mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos yang berguna bagi kesuburan tanaman pekarangan. Komposter tumpang galon sendiri merupakan inovasi sederhana berbahan dasar galon bekas sehingga mudah diaplikasikan oleh masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan.

Kegiatan dimulai dengan sesi penyampaian materi dari dosen dari Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Undip, Fatmawati Mustofa, S.Pt., M.Sc. Narasumber menyampaikan pentingnya pengelolaan limbah organik dalam rumah tangga serta peran aktif perempuan dalam merawat lingkungan melalui praktik pertanian sederhana berskala rumah tangga yang berwawasan lingkungan.

Dalam pemaparannya, Fatmawati selaku Dosen FPP Undip menjelaskan bagaimana limbah dapur seperti sisa sayur, kulit buah, dan nasi basi sebenarnya mengandung unsur hara tinggi yang dapat dimanfaatkan sebagai kompos. Kemudian beliau juga menekankan pentingnya kemandirian komunitas dalam mengadopsi teknologi sederhana untuk mengurangi volume sampah dan meningkatkan produktivitas kebun rumah tangga.

Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan komposter tumpang galon oleh Tim KKN-T 133 Undip. Para peserta dibimbing langkah demi langkah mulai dari pemilahan sampah organik, pemotongan bahan, penyusunan galon, hingga teknik pencampuran dan perawatan kompos. Suasana kegiatan berlangsung hangat, partisipatif, dan penuh diskusi antar warga maupun dengan tim pelaksana.


Ibu-Ibu Dusun Onggopatran Mempraktikkan Pembuatan Komposter Ekonomis

Ketua Tim KKN-T 133 Undip, Fauzan Haidar Ramadan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan yang dirancang untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah organik di lingkungan pedesaan. 

“Kami berharap melalui demonstrasi ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga mampu mempraktikkan dan menyebarkan manfaatnya kepada tetangga dan komunitas sekitar,” ujar Fauzan, Senin (30/6).

Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan visi Bantul Bersih 2025 serta desa yang sehat dan mandiri. Dengan semangat gotong royong dan partisipasi aktif ibu-ibu KWT OASIS, Dusun Onggopatran diharapkan dapat menjadi percontohan pengelolaan limbah organik berbasis rumah tangga di Kabupaten Bantul. 

 

Exit mobile version