Musim Paling Kelam Manchester United dalam 51 Tahun: Tanpa Trofi, Tanpa Eropa Musim Depan


DEMAK BICARA –

Manchester United (MU) mengakhiri musim 2024-2025 dengan kekecewaan besar usai dikalahkan oleh Tottenham Hotspur pada pertandingan final Liga Europa.

Kekecewaan pada pertandingan final Liga Europa itu menandai akhir yang menyakitkan untuk musim yang dianggap sebagai salah satu yang terburuk dalam sejarah Manchester United.

Musim ini merupakan titik terendah untuk Manchester United karena tidak mampu bertarung di Liga Premier Inggris, dikeluarkan sejak tahap awal dalam beberapa turnamen lokal, serta kehilangan kesempatan tunggal mereka untuk mengumpulkan piala dengan cara ikut serta di Liga Europa.

Pembelajaran Tottenham Hotspur di babak final bukan saja menandai berakhirnya musim mereka tanpa trofi, namun juga memastikan Manchester United akan melewatkan kompetisi Eropa musim depan.

Penampilan United di partai puncak Liga Europa menuai banyak kritik. Laga tersebut disebut jauh dari ekspektasi suporter. Situasi ini memicu reaksi keras dari penggemar serta pengamat.

“Musim ini adalah bencana besar yang berakhir dengan catatan buruk. Saya rasa MU tidak menunjukkan performa yang pantas untuk menutup musim dengan gelar,” ucap legenda MU, Rio Ferdinand kepada TNT Sports.

“Tidak ada daya ledak nyata di tim MU. Semua tekanan yang mereka lakukan, kiper lawan hanya melakukan satu penyelamatan sepanjang pertandingan. Anda tidak bisa berharap menang trofi dengan permainan seperti itu,” ungkapnya.

Statistik Manchester United

Di Liga Inggris, statistik performa MU sangat memprihatinkan. Dari 37 laga yang telah dijalani, mereka hanya meraih 10 kemenangan dan menelan 18 kekalahan.

Sembilan kekalahan terjadi di Old Trafford sekaligus menjadi rekor terburuk Setan Merah di kandang dalam satu musim.

Dengan mengumpulkan hanya 42 poin, United meraih skor terendahnya sepanjang masa sejak awal era Premier League.

Penunjukkan Ruben Amorim untuk menggantikan Erik ten Hag pada November 2024 belum mampu membawa perubahan berarti.

Dalam 26 pertandingan liga yang dia tangani, United cuma meraup enam kali menang dengan nilai rata-rata tiga puluh satu poin per musim. Ini sangat rendah dibandingkan ekspektasi untuk tim seperti Manchester United.

Kehilangan United di ajang Eropa musim mendatang memiliki konsekuensi besar. Ini tidak hanya menciderai citra tim tetapi juga mempengaruhi pemasukan yang berasal dari hak siaran maupun bidang bisnisnya.

Beberapa spekulasi mengenai pindahnya pemain telah beredar, mencakup nama-nama seperti Liam Delap dan Matheus Cunha yang disebut-sebut terkait dengan klub tersebut. Akan tetapi, informasi semacam itu belum mampu menimbulkan rasa percaya diri di antara para pendukung tim.

Manchester United tetap memiliki pertandingan tersisa musim ini menghadapi Aston Villa, tim yang sedang berjuang untuk mendapatkan tempat di Liga Champions.

Pertandingan di Old Trafford akhir pekan ini merupakan satu-satunya peluang bagi Amorim dan timnya untuk mengakhiri musim dengan beberapa prestasi yang memuaskan.

Exit mobile version