karebata.com—
Saat ini, motor listrik diprediksi akan menjadi salah satu jawaban bagi kendaraan yang lebih berkelanjutan untuk lingkungan.
Dalam konteks pemakaian kendaraan bermesin fosil, mobil listrik dianggap lebih bersahabat dengan lingkungan serta penting diperkenalkan guna menekan emisi karbon yang dapat merugikan seperti misalnya pencemaran udara.
Di luar sifatnya yang ramah terhadap lingkungan, motor listrik dianggap lebih hemat biaya. Karena alasan tersebut, tidak sedikit masyarakat yang berminat memiliki kendaraan bermotor listrik untuk aktivitas sehari-hari mereka.
Meskipun demikian, hingga saat ini, motor listrik lebih banyak dipakai untuk perjalanan jarak pendek, misalnya menuju mini market, berbelanja di pasar, atau mengunjungi lokasi-lokasi penting yang terletak tak jauh dari rumah.
Melihat pertimbangan keberlanjutan lingkungan dan efisiensi konsumsi energi, saat ini banyak individu tertarik pada penggunaan sepeda motor listrik sebagai solusi untuk meningkatkan mobilitas mereka.
Sebagai contoh, ketika pergi bekerja dari rumah yang letaknya cukup jauh ke tempat kerja atau universitas, serta hal-hal lain yang mengharuskan menggunakan jalanan utama.
Apakah Sepeda Motor Listrik Dapat Dipakai untuk Perjalanan Jauh?
Dari sudut pandang teknis, motor listrik sangat mampu dipergunakan untuk perjalan jarak jauh. Tetapi, kita harus mempertimbangkan aspek regulasi pula sebab pada saat melakukan perjalanan jarak jauh, kendaraan akan menjangkau jalur utama yang lebih luas.
Berdasar regulasi yang diterbitkan oleh Kemenhub melalui Peraturan Menteri (PM) Perhubungan pada tahun 2020 lalu, kendaraan yang menggunakan penggerak motor listrik, termasuk salah satunya motor listrik secara legal sudah bisa berlalulintas di jalan-jalan umum dan protokol negeri ini.
Walaupun demikian, ada syarat yang harus dipenuhi oleh pengendara sepeda motor listrik saat mengakses jalan umum dan jalan protokol berdasar PM Perhubungan No.45 Tahun 2020, antara lain:
-
Saat di jalan umum, motor listrik hanya boleh berjalan di lajur khusus sepeda
-
Harus menggunakan helm
-
Dapat dijalankan hanya pada kecepatan maksimum yaitu 25 km/jam.
-
Tidak diperbolehkan melakukan boncengan atau membawa penumpang tambahan. Kecepatan ini tidak berlaku apabila motor tersebut sudah dilengkapi dengan seat khusus untuk penumpang.
Setelah meninjau aspek hukumnya, langkah berikutnya adalah memahaminya dengan cara yang lebih teknis.
Secara teknis terdapat tiga poin penting yang harus dimengerti sebelum menentukan penggunaan sepeda motor listrik untuk perjalanan jarak jauh:
-
Pahami Tipe dan Kemampuan Baterai
Menurut informasi di situs web Isomotorcycles, ada tiga jenis baterai umum yang dipakai pada komponen sepeda motor listrik. Jenis pertama adalah baterai nikel metal hidrida (NiMH), kemudian ada juga asam timbal. Sedangkan untuk yang terpopuler serta banyak ditemukan ialah baterai lithium-ion (Li-ion).
Tiap baterai punya ciri khas sendiri yang harus dipadukan dengan rutinitas dan kondisi penggunaan Anda. Contohnya, baterai nikel metal hidrida terkenal karena dayanya yang awet. Tetapi ada kelemahannya; baterainya bisa memanas ketika dalam cuaca panas. Selain itu, jika sepeda motor jarang dikendarai, energi pada baterai ini juga bakal cepat terkuras.
Berikutnya, seperti dikutip dari situs Obenelectric, penting untuk mengerti kapasitas baterai yang tertera dalam satuan kWh di bagian spesifikasi motor listrik. Ini bertujuan agar dapat menerka ketahanan baterai berdasarkan jarak tempuhnya.
-
Rute Station Pengisian Tenaga Listrik
Sebelum berangkat atau terbiasa naik motor listrik untuk perjalanan jauh. Penting untuk memetakan rute dan stasiun pengisian listrik mana saja yang ada di daerah kamu. Ini penting untuk mengatasi kehabisan daya saat dalam perjalanan jauh.
-
Waktu Isi Daya
Agar bisa mengetahui berapa lama baterai dapat bertahan selama perjalanan jarak jauh dengan menggunakan kendaraan listrik, Anda harus memahami kapasitas baterainya serta kecepatan pengisian dayanya dari charger yang digunakan.
Kamu bisa melihat keterangan kapasitas baterai pada bagian luar baterai. Sedangkan daya charger bisa kamu lihat di bagian kepala charger. Kapasitas baterai dapat kamu lihat keterangannya dengan satuan kWh (Kilowatt-hour) dan daya charger dilihat dengan membaca satuan W (watt)
Untuk menghitung estimasi, kamu bisa membagi satuan kWh dengan W. Lebih jelasnya kamu bisa melihat keterangannya melalui laman reightgoodbikes
Oleh karena itu, dapatkah kita menggunakan motor listrik untuk perjalanan jarak jauh? Jawabannya adalah ya, namun dibutuhkan persiapan yang matang. Persiapannya meliputi pemilihan tipe serta kapasitas baterai, mengukur durasi pengisian ulang, sampai mencari informasi tentang lokasi stasiun isi ulang tenaga listrik sepanjang jalur tersebut. Dengan memperhatikan aspek-aspek ini, akan lebih mudah menjalani petualangan tanpa khawatir terhadap kenyamanan dan keselamatan Anda.
***