Ditargetkan Produksi Tahun 2027, Lapangan Hidayah Akan Menghasilkan 18.000 Barel Minyak Sehari

AA1FaKCI


karebata.com

– Indonesia mempunyai cadangan minyak dan gas bumi (migas) yang belum sepenuhnya dioptimalkan hasil produksinya. Berbagai kontraktor di dalam Kerjasama Karya Kontrak (KKK) terus meningkatkan area operasi mereka sehingga dapat memberikan sumbangan signifikan pada total produksi energi nasional.

Petronas, salah satu Kontraktor Kontrak Kerjasama Minyak dan Gas (KKKM) yang telah lama mengeksploitasi Wilayah Kerja North Madura II, saat ini sedang merencanakan tahapan pengembangan tambahan untuk ladang minyak dan gas di Bukit Tua Fase-4 serta Bukit Panjang. Diharapkan kedua area tersebut akan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2027 nanti.

Pengembangan lapangan Hidayah yang terletak dalam area kerja North Madura II sedang kita persiapkan saat ini oleh PETRONAS Indonesia,” jelas VP of Production Operations PETRONAS Indonesia Wimbuh Nawa Nugroho di lokasi Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, pada Selasa (20/5). Ia menambahkan bahwa tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan produksi perdana pada tahun 2027 dengan proyeksi puncak produksinya akan berada di kisaran angka sekitar 18.000 barrel oil per day.

Seperti yang kita ketahui, kini sedang berlangsung konvensi dan pameran Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) ke-49 di ICE BSD, Tangerang. Acara ini akan digelar mulai hari Selasa (20/5) sampai Kamis (22/5). Tema utama untuk IPA Convex kali ini adalah “Delivering Growth with Energy Resilience in a Lower Carbon Environment”.

Tahun ini, IPA Convex disertai oleh ribuan peserta pameran dari berbagai latar belakang seperti perusahaan energi, instansi pemerintahan, bisnis jasa, dan organisasi profesional. Hal tersebut semakin menegaskan bahwa event ini merupakan wadah kunci bagi sektor energi di Indonesia.

Dari segi dampak sosial, Petronas Indonesia tetap mengimplementasikan Program Pembangunan Masyarakat (PPM) di wilayah Gresik serta Madura yang terletak di Jawa Timur (Jatim). Upaya ini menekankan bidang seperti pendidikan, pembinaan masyarakat, dan konservasi alam.

VP of SCM and Business Support PETRONAS Indonesia Windhy Biotrie Juwita mengatakan, mulai dari memberikan beasiswa sampai membangun Rumah Pintar di Sampang, lalu melakukan konservasi mangrove dan mendukung UMKM di Gresik, semua program ini dibuat dengan tujuan meningkatkan standar hidup warga sekaligus merangsang keberlangsungan dan perkembangan ekonomi lokal.

Pada kesempatan serupa, Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D Suryodipuro menyampaikan bahwa Petronas merupakan salah satu Kontraktor Kontrak Kerjasama Minyak dan Gas (KKKS) yang giat dalam menanam modal di Indonesia, baik lewat pembelian saham atau partisipasi langsung. Sebagai contoh, kehadiran Petronas di blok Masela telah mendorong kemajuan proyek Abadi Masela selama tahun terakhir ini. Blok tersebut sempat tertahan cukup lama karena salah satu mitra dari INPEX meninggalkannya.

Hudi menambahkan, Petronas memiliki produksi minyak dan gas yang signifikan di Jawa Timur. Produksi tersebut akan semakin meningkat jika proyek Hidayah sudah on stream pada 2027.

“Kami berharap proyek Hidayah bisa on stream lebih cepat, serta penemuan-penemuan lainnya dapat segera berproduksi untuk mendukung tercapai program swasembada energi yang dicanangkan oleh Bapak Presiden”, imbuhnya.

Exit mobile version