KarenaBatak.com – Nama Alfarizi, seorang pemuda dari Banyuwangi, tiba-tiba menjadi pembicaraan umum setelah video mengenai legenda hantu yang dia buat menyebar luas di media sosial.
Melalui akun Gen Alfarizi, dia bersama kakaknya, Shafiya, menjelajahi beberapa lokasi yang dianggap seram sambil memberikan pengetahuan tentang alasan-alasan manusia merasa takut akan kegelapan.
Alfarizi dengan santainya dan argumen yang rasional mengatakan bahwa rasa takut akan hal-hal gaib sebenarnya dipengaruhi oleh aspek psikologi serta pewarisan dari proses evolusi.
Satu video-nya yang menggambarkan ekspedisi ke pemakaman pada malam hari justru mendapat apresiasi dari YouTuber Ferry Irwandi.
Ferry menggambarkan keberadaan Alfarizi sebagai “angin segar untuk kalangan pemuda” dalam suasana peningkatan konten horror yang tidak rasional.
Bukan hanya figur terkenal, tetapi juga ribuan pengguna media sosial mengungkapkan keterpesonaan mereka terhadap pendekatan mendidik yang ditawarkan Alfarizi.
Melalui materi konten-nya, Alfarizi menginginkan agar masyarakat menjadi lebih kritis terhadap informasi, terlebih lagi yang berkaitan dengan aspek gaib.
[Periksa Berita dan info terkini yang sedang ramai dibicarakan
KLIK DISINI
]
Isi Apa Sih Video Populer Alfarizi itu?
Eksplorasi Lokasi Berhantu bersama Si Kekakandidan
Di saluran media sosial bernama “Gen Alfarizi”, dia dan saudaranya mengunjungi berbagai lokasi terkenal seram, termasuk pemakaman, goa, hingga monumen.
Satu video yang mendapat perhatian besar adalah ketika mereka menjelajahi kuburan pada malam hari.
Alih-alih menunjukkan atmosfer seram, Alfarizi malahan duduk tenang di tengah kuburan sambil mengunyah cemilan dan menerangkan legenda hantu dengan pendekatan saintifik.
Dia menjelaskan bahwa ketakutan di kegelapan timbul akibat batas kemampuan indra manusia, terutama penglihatan.
“Munculnya perasaan takut atau seram di malam hari itu sebenarnya banyak dipengaruhi oleh faktor psikologi dan evolusi,” ungkap Alfarizi dalam video yang diunggah di akun Instagram-nya.
Psikologi dan Evolusi: Faktor di Balik Ketakutan Manusia
Alfarizi menyatakan bahwa kegelapan menciptakan ketidaknyamanan lantaran manusia kesulitan untuk meramalkan objek di sekitarnya.
Pada situasi semacam itu, imajinasi menjadi lebih terdorong dan menghasilkan gambaran-gambaran seram, termasuk wujud setan.
“Ketika pandangan kita menjadi kabur, otak kita cenderung melengkapi kesenjangan tersebut dengan skenario yang lebih menakutkan,” terangnya.
Di sisi lain, dia menggarisbawahi sudut pandang evolusioner yang menyebutkan bahwa manusia pada masa lalu cenderung lebih berhati-hati di malam hari akibat ancaman dari pemangsa.
Menurutnya, naluri untuk bertahan hidup itu masih melekat sampai sekarang.
“Evolusi membuat manusia menjadi lebih hati-hati di waktu malam. Ini adalah warisan dari leluhur kita,” jelasnya.
Mengapa Alfarizi Tak Mempercayai Makhluk Halus?
Logika Sederhana serta sindiran kritis
Salah satu potongan videonya, Alfarisi memberikan komentar ringan tentang makhluk gaib yang sering diceritakan tinggal di lokasi terpencil.
“Bila hantu gemar mengganggu manusia, mengapa mereka memilih tempat yang sunyi? Mengapa tidak pilih area yang padat dengan orang? Bisa jadi mereka takut diketahui oleh individu berkekuatan magis,” katanya sembari tertawa.
Menurut dia, orang cenderung dengan cepat menelan mentah-mentah cerita-cerita seram tanpa menggali lebih jauh tentang akar-usul ataupun alasan yang mendukungnya.
Dengan materinya, Alfarizi bertujuan untuk membentuk pemikiran kritis di kalangan anak muda sehingga mereka tidak mudah terpengaruh oleh mitos.
“Tujuan dari konten ini adalah untuk memberikan pendidikan supaya kita tidak gampang terpengaruh oleh informasi dan selalu berusaha menemukan fakta yang sebenarnya,” katanya.
Apa Tanggapan Masyarakat tentang Karya Gen Alfarizi?
Diapresiasi oleh Youtuber Ferry Irwandi serta Influencer Lainnya
Keberanian dan kecerdasan Alfarizi dalam membongkar mitos hantu tak hanya mengundang komentar netizen, tetapi juga mendapat pujian dari YouTuber ternama, Ferry Irwandi.
Dalam unggahannya, Ferry memuji Alfarizi sebagai representasi generasi muda yang cerdas dan kritis.
“Bangga betul saya. Inilah alasan kenapa Malaka Project itu ada. Harapan itu masih ada. Makasih ya dek untuk video ini,” tulis Ferry dalam salah satu caption-nya.
Komentar Positif Netizen
Respon positif pun mengalir deras ke akun Instagram Alfarizi yang saat ini sudah menyentuh angka lebih dari 92 ribu pengikut.
Banyak pengguna media sosial yang terkesima menyaksikan seorang remaja muda membahas kepercayaan populer menggunakan pandangan ilmiah dari psikologi dan sains.
Beberapa komentar menyebut Alfarizi sebagai simbol “harapan Indonesia emas 2045” dan “penyeimbang dari konten-konten brainrot”.
Ada pula yang penasaran dengan pola asuh keluarganya yang dinilai berhasil membentuk karakter berpikir kritis pada usia muda.
Pesan Apa Yang ingin disampaikan oleh Alfarizi?
Meningkatkan Pendidikan dan Pikiran Kritis pada Zaman Digital
Dengan karyanya, Alfarizi bertujuan untuk menguji kepercayaan lama tentang makhluk halus serta mendorong pendidikan publik supaya menjadi lebih logis dan skeptis terhadap klaim yang tidak berdasar.
Dia mengadopsi metode ilmiah yang sederhana dan mudah dipahami, menjadikannya dapat dijangkau oleh beragam kelompok, bahkan remaja sekalipun.
Alfarizi menunjukkan bahwa materi pendidikan dapat menjadi fenomenal dan mendapat perhatian luas, asalkan disajikan dengan metode yang sesuai dan mengangkat topik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Al Farizi tidak hanya diperbincangkan lantaran konten-kontennya yang melawan kepercayaan pada roh halus, namun juga dikarenakan cara penyampaiannya yang sederhana serta didukung oleh fakta ilmiah.
Dalam suasana serba mengejutkan dari konten-konten horror, cara pandang mendidik milik Alfarizi muncul sebagai embusan sepoi-sepoi segar dan menciptakan wadah dialog yang lebih bijaksana tentang aspek-aspek gaib di Indonesia.
(*)
Artikel ini sudah dipublikasikan di TribunJatim.com dengan berjudul
Alasan Alfarizi Buat Konten Uji Nyali di Kuburan hingga Patahkan Mitos Hantu, YouTuber Lain Kagum
• Baca Berita Terbaru Lainnya di
GOOGLE NEWS
• Terima Kabar Populer Lewat Saluran
WhatsApp
!!!Membaca Adalah Latihan Untuk Otak Sebagaimana Olahraga Adalah Latihan Untuk Tubuh!!!