Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sering menyebut adanya kelompok yang mencoba menjauhkan dia dari Joko Widodo (Jokowi) serta Gibran Rakabuming Raka. Akan tetapi, Prabowo tegas mengungkapkan bahwa usaha-usaha tersebut takakan sukses.
karebata.com
– Belakangan ini, Joko Widodo (Jokowi) dan Gibran Rakabuming Raka menghadapi beberapa masalah. Masalah Jokowi berkaitan dengan ijazahnya sementara Gibran Rakabuming Raka mendapat usulan untuk ditarik dari jabatannya.
Menanggapi masalah tersebut, mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Prof Jimly Asshiddiqie, juga menyampaikan pendapatnya.
Jimly mengatakan bahwa perkara tersebut adalah upaya tipu muslihat untuk meruntuhkan lawan politik.
Dia menyebutkan bahwa masalah ijazah palsu telah sering muncul sejak beberapa kali pemilihan umum yang lalu.
Dia menyatakan bahwa insiden seperti ini seringkali berulang akibat ketidakcukupan tatanan administratif yang dijalankan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), sebagai badan pengawas pemilu.
“Maka, jumlah kasus ijazah palsu sangat besar, dan hal tersebut berlaku untuk pemilihan kepala daerah maupun pemilu, terdapat beberapa insiden seperti itu, karena manajemen ijazah ini masih mengalami masalah selama bertahun-tahun,” ungkapnya dalam kutipan dari kanal YouTube Refly Harun pada hari Rabu, 21 Mei 2025.
Jimly menyebut bahwa masalah ijazah palsu sering dimanfaatkan oleh sebagian orang sebagai senjata untuk menyingkirkan musuh politik mereka. Dia berpendapat bahwa metode seperti ini adalah satu-satunya jalan termudah yang tersedia bagi mereka.
Saat mendengar tentang isu tersebut (allegasi ijazah palsu Jokowi), maka itu adalah strategi untuk menghancurkan lawan politik.
“Bila kita tidak menyukai seseorang, kita mencari masalah dengan ijazah mereka,” ujar Jimly.
Sementara itu, mengenai masalah ijazah Jokowi, Jimly berpendapat bahwa hal ini telah melebihi sekedar inti perselisihan semata.
Namun, kasus ini telah merambah ke ranah politik hingga mencakup pemilihan Gibran sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.
Sebaliknya, Jimly menyatakan bahwa kasus tersebut telah membuat keluarga Jokowi tampak seperti lawan dari rakyat.
Tetapi pada saat yang sama, lanjut dia, Jokowi juga akan mendapatkan lebih banyak dukungan mengenai kasus yang menyeretnya itu.
“Sementara itu, orang-orang yang membenci akan bertambah dan menjadi lebih emosional; hal ini pada gilirannya akan menghasilkan semakin banyak dukungan,” jelasnya.
Jimly juga menganggap bahwa perkara ijazah Jokowi bakal berkepanjangan seiring dengan adanya pembicaraan tentang upaya penggulingan Gibran sebagai Calon Wakil Presiden Republik Indonesia.
“Maka (terkait sertifikat Jokowi), hal ini akan berlanjut hingga tahun 2029,” katanya.
Selanjutnya, Jimly menyatakan bahwa walaupun telah ada keputusan pengadilan tentang perkara ini yang menetapkan ijazah Jokowi sah, ia mencurigai masalah ini masih akan berlanjut.
Sebab itu, ia berpendapat bahwa para penggugat masih belum merasa puas dengan keputusan tersebut.
“Apa pun hasil akhir dari persidangan tersebut, pasti akan mengecewakan salah satu pihak yang kalah,” ujarnya.
Jimly Percaya bahwa Presiden Prabowo Subianto akan Melindungi Gibran Rakabuming Raka
Prof Jimly Asshiddiqie pun yakin bahwa Gibran akan mendapat perlindungan dari Presiden Prabowo Subianto. Menurut Jimly, hal ini terjadi karena Prabowo lah yang telah memilih Gibran Rakabuming Raka menjadi waktunya.
Mengingat ini, Jimly Asshiddiqie berpendapat bahwa gugatan pencopotan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hampir mustahil terwujud. Menurut dia, Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus tidak akan mengizinkan kejadian seperti itu.
“Jimly mengatakan, ‘Tanyakan kepada KIM Plus yang mendominasi di DPR dan MPR. Apakah mereka memiliki niat untuk hal tersebut? Jika tidak, sebaiknya kita tinggalkan saja ini karena hanya akan menimbulkan kekacauan tanpa hasil,’” katanya.
Menurunya, dibutuhkannya sambutan positif dari berbagai pihak di DPR dan juga MPR agar bisa merealisasikan rencananya itu.
Dia berpendapat bahwa Presiden Prabowo Subianto dan KIM Plus akan mendukung Gibran Rakabuming Raka.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa mencari alasan untuk impeachment sangat sulit, bahkan ketika berurusan dengan bukti di Mahkamah Konstitusi (MK). Oleh karena itu, masalah ini tidak kemungkinan berkembang di DPR dan MPR.
“Lebih baik arahkan idealisme berbangsa dan bernegara untuk memperbaiki sistem di masa depan, daripada hanya menyalahkannya atas apa yang telah terjadi di masa lalu,” katanya.
Presiden Prabowo: Terdapat Kelompok yang Berupaya Membingungkan Saya dengan Jokowi
Belum lama ini, Presiden Prabowo mengatakan bahwa terdapat upaya untuk menjauhkan dia dari mantan Presiden, Joko Widodo.
Sayangnya, ia tidak mengatakan siapa orang atau kelompok yang dimaksud. “Beberapa pihak telah secara sengaja memisahkanku dari Pak Jokowi,” ujar Prabowo dalam pidato pada pembukaan Kongres Muslimat NU XVIII di Gedung Jatim Expo Surabaya, Senin (10/2/2025).
Hanya itu yang dia minta kepada para Ibu Muslimat untuk tidak mendengarkan orang yang mencoba menjauhkan mereka dari mantan Presiden Jokowi.
Ia mengatakan bahwa mereka yang senang memecah belahan hati tak mencintai Indonesia.
Prabowo Mengakui Telah Banyak Menyerap Ilmu Politik Dari Jokowi
Presiden Prabowo dengan bangga menyatakan bahwa Jokowi merupakan gurunya dalam bidang politik.
“Saya tak sungkan untuk mengaku kalau dalam hal politik, saya banyak menimba ilmu dari Pak Jokowi,” katanya.
Presiden Prabowo Subianto turut mengkritik perilaku orang-orang yang melakukan penghinaan atau perundungan terhadap sesama.
Presiden Prabowo menyinggung bahwa wakil presidennya, Gibran Rakabuming Raka, sering kali dianggap remeh sejak ikut serta dalam perlombaan pilpres tahun 2024.
“Beginilah namanya jika sering mengintimidasi orang lain. Mas Gibran pun pernah merasakan hal tersebut,” ujar Prabowo pada hari Sabtu, 27 Januari 2024 kemarin.
Prabowo sempat mengingat masa kecil di mana dia pernah mem-bully adiknya, Hasyim Djojohadikusumo.
Sebaliknya, menurut Prabowo, saat tumbuh menjadi orang dewasa, sang adik malahan sering kali membantunya, khususnya dalam hal pemberian pekerjaan.
Maka itu, Prabowo menganjurkan bahwa calon bekota Solo tersebut telah pasti menjadi opsi terpilihnya.
“Kita periksa langsung seperti dia saat ini, setuju. Setuju kan? Apakah itu bukan pilihan saya?” ujar Prabowo.
Prabowo Subianto menyatakan bahwa dia dan Gibran Rakabumbing Raka bersiap untuk melakukan segala hal demi memberi yang terbaik bagi masyarakat dan negeri ini.
“Pada umur 18 tahun, saya telah mengucapkan janji bahwa saya bersedia menyumbangkan nyawa demi negara dan rakyat Indonesia. Janji tersebut masih tetap kuat hingga saat ini. Ketika berusia 18 tahun, saya dengan rela siap meninggalkan hidup untuk rakyat Indonesia; maka semakin besar kesadaran saya sekarang. Saya siap bila Tuhan memanggilku kembali selama saya dapat memberikan pengabdian kepada tanah air dan masyarakat saya,” ungkap Presiden Prabowo dengan tegas.
(*/karebata.com)