Sosok and Profil Nurochman Wali Kota Batu 2025,Dulu Tukang Sapu,Budidaya Jamur,Lulus S1 di Usia 49

AA1w8u7K


karebata.com

Nama Nurochman kini menjadi sorotan setelah dinyatakan sebagai Wali Kota Batu terpilih untuk periode 2025–2030.

Melalui Pilkada Kota Batu 2024, ia bersama pasangannya, Heli Suyanto, berhasil mengungguli dua pasangan calon lainnya dengan selisih suara yang cukup signifikan.


Menang Telak di Pilkada Kota Batu 2024

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu, Jawa Timur, secara resmi mengumumkan kemenangan pasangan calon nomor urut 1, Nurochman-Heli Suyanto.

Pada sidang pleno publik untuk pengecekan dan perhitungan suara di tingkat kotama pada hari Senin, mereka mendapatkan total 65.684 suara.

Sebagai perbandingan, pasangan Firhando Gumelar-Rudi mendapatkan 38.610 suara, sementara Kris Dayanti-Kresna Dewanata Phrosakh meraih 26.234 suara.

“Rekapitulasi perhitungan suara pemilihan kepala daerah di Kota Batu telah selesai dilakukan dan hasilnya pun sudah tersedia,” jelas Thomi Rusdiyanto, anggota Divisi Teknis dan Pelaksanaan KPU Kota Batu, seperti yang dirilis oleh ANTARA.

Thomi pun menyebutkan bahwa hasilnya segera dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap), serta akan disampaikan melalui media sosial resmi Komisi Pemilihan Umum Kota Batu.

Semua hasil pemungutan suara berasal dari ketiga distrik tersebut, yakni Distrik Batu, Distrik Junreijo, serta Distrik Bumiaji.

Dari jumlah pemilih tetap seluruhnya 166.942 orang, terdapat 136.406 surat suara yang diterima, di antaranya 130.528 adalah suara valid sementara 5.876 lainnya merupakan suara tidak valid.


Memahami Lebih Dalam Figur Nurochman

Nurochman, yang kerap dipanggil Cak Nur, dilahirkan pada tanggal 7 Maret 1969.

Ia dikenal sebagai sosok pekerja keras yang menapaki tangga kehidupan dari bawah hingga akhirnya dipercaya memimpin Kota Batu.

Sebelum mencalonkan diri sebagai wali kota, Nurochman menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Batu selama dua periode berturut-turut, yaitu 2014–2019 dan 2019–2024.


Riwayat Pendidikan dan Perjalanan Karier

Cak Nur memulai studinya di SD Sumberejo dari tahun 1976 hingga 1982, kemudian meneruskan ke MTs Hasyim Asy’ari Batu pada periode 1982 sampai 1985, serta menyelesaikan pendidikannya di MAN 2 Malang antara tahun 1985 sampai dengan 1988.

Walaupun pernah berhenti cukup lama dari sistem pendidikan formal, dia akhirnya memilih untuk mendaftar ke Fakultas Hukum Universitas Islam Malang pada tahun 2014.

Dia sukses mendapatkan gelar Sarjana Hukum pada tahun 2018, kemudian meneruskan studi pascasarjananya di institusi yang sama dan menyelesaikannya dengan gelar Magister Hukum pada tahun 2021.


Dari Penyapu Hingga Pekerja SosialPolitik

Petualangan Nurochman dalam berjuang bermula saat ia bekerja sebagai penyapu lantai di Hotel Victory, Kota Batu, tahun 1995.

Dia mengabdikan diri untuk pekerjaan itu selama sembilan tahun dan diandalkan sebagai kepala serikat buruh hotel tersebut.

Pada tahun 2004, dia memutuskan untuk berpindah ke dunia entrepreneurship dalam sektor pertanian organik serta menanam jamur tiram putih.

Walaupun hanya bertahan selama tiga tahun, pengalaman tersebut mendorong kesadarannya tentang masalah ketahanan pangan.

Dia pernah bekerja di Badan Perencanaan Daerah Kota Batu selama kurun waktu lima tahun.

Pengalaman ini menjadi modal berharga yang dia sebut sebagai “kursus lapangan” mengenai manajemen pemerintahan.

Tidak berakhir sampai di sana, antara tahun 2006-2007, Cak Nur sempat menjabat sebagai Penjabat Kepala Desa Sumberejo atas dedikasinya dalam kegiatan masyarakat.


Riwayat Lama dalam Bidang Organisasi dan Politik

Kontribusi Cak Nur dalam organisasi dimulai pada tahun 1991 ketika ia menjadi anggota KNPI Kota Batu.

Dia setelahnya menjadi Sekretaris PC IPNU Kota Batu (1993–1997) dan Ketua BPD Sumberejo (2006–2007).

Kariernya dalam bidang politik berawal saat ia menjadi bagian dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Selama masa 2004 hingga 2009, dia diangkat menjadi Sekretaris DPAC PKB Kota Batu.

Dari tahun 2010 sampai sekarang, Cak Nur menduduki posisi sebagai Ketua DPC PKB Kota Batu.

Dibawah kepemimpinannya, PKB sukses membuat sejarah dengan menumbangkan monopoli PDI Perjuangan pada pemilihan umum tahun 2024 di Kota Batu.


Kesimpulan: Figur Kepala yang Memiliki Catatan Riwayat Hidup Jelas

Nurochman bukanlah tokoh instan.

Dia membangun karirnya dari dasar, dimulai sebagai tenaga kerja manual, kemudian menjadiaktivis, dan akhirnya menjabat sebagai politikus berpengalaman.

Keberhasilan dalam pemilihan kepala daerah pada tahun 2024 merupakan hasil dari ketekunan serta usaha gigih yang telah dilakukan selama bertahun-tahun.

Saat ini, penduduk kota Batu memiliki ekspektasi tinggi terhadap seorang pemimpin yang berasal dari kalangan mereka sendiri dan memahami irama kehidupan warga setempat.


Harta Kekayaan

A. LAHAN DAN PROPerti Rp. 1.631.000.000

1. Luas Lahan Tanah dan Properti Sebesar 226 m²/54 m² di KAB/KOTA KOTA BATU, Diserahkan sebagai Hibah melalui Akta dengan Nilai Rp.1.356.000.000

2. Luas Tanah dan Properti Sebesar 115 m²/115 m² di KOTA BATU, dengan harga tambahan lainnya sebesar Rp. 275.000.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 249.400.000

1. Sepeda motor Honda dengan kode mesin K1N02N14FLOAT tahun 2016, hasil kerja sendiri seharga Rp. 9.900.000

2. Sepeda motor Honda Dia02n18miat tahun 2017, hasil kerja sendiri seharga Rp. 9.500.000

3. MOBIL, Honda Jazz GK5 1.5 RS CVT Minibus Tahun 2019, Dijual dengan Hasil Kerja Sendiri Seharga Rp. 230.000.000

C. Harta Bergerak Lainnya Rp. —-

D. SURAT bernilai Rp. —-

E. UANG TUNAI DAN HAL YANG SEHUBUNG DENGANNYA Rp. 104.623.797

F. HARTA TAMBAHAN Lainnya Rp. —-

Sub Total Rp. 1.985.023.797

III. HUTANG Rp. 577.139.156

IV. JUMLAH ASET KESSELURUHAN (II-III)Rp. 1.407.884.641.


(TribunNewsmaker/
Surya.co.id
)

Exit mobile version