Seleksi EPA Sriwijaya FC U-20: Dari 70 Peserta Sisakan Hanya 45 Pemain, Termasuk Kiper


karebata.com, PALEMBANG –

Tim scouting EPA SFC U-20 yang terdiri dari coach Amirul Mukminin, Mahyadi Panggabean, dan Ali, akan mengeliminasi 25 calon pemain muda Sriwijaya FC dari total 70 pemain hasil seleksi yang sudah diselenggarakan.

Coach Amirul Mukminin, tim scouting EPA SFC U-20, mengungkapkan jika para pemain tim berjuluk Elang Andalas ini sangat antusias, dan bersemangat untuk mengikuti sesi latihan dan juga tahapan seleksi dari tim scouting.

Apalagi selama sesi latihan tim EPA SFC U-20 dilengkapi dengan fasilitas tim senior seperti menaiki bus, memakai kostum latihan dari Sriwijaya FC senior.

Akan tetapi, di antara 70 peserta yang telah terseleksi pada babak awal turnamen EPA SFC-20, tim pencarian bakat perlu menentukan 25 pemain yang akan dikeluarkan.

“Baik suka maupun tidak, kami perlu mengecilkan jumlah pemain dari daftar sekarang. Kami berencana untuk mengurangi sekitar 25 orang sehingga hanya tersisa 45 pemain termasuk penjaga gawang,” jelas Amirul Mukminin, petinggi tim pencarian bakat EPA SFC U-20, pada hari Rabu (21/5/2025).

Pemain mantan dari Sriwijaya FC tersebut pun menuturkan bahwa meskipun ada sekitar 45 orang yang nantinya bakal dipilih, mereka tidak serta-merta langsung jadi bagian dari EPA SFC-20. Keputusan itu baru bisa ditentukan setelah memperhatikan peningkatan performa dan sikap para calon baik saat berada di dalam maupun di luar lapangan.

“Namun, ke-45 pemain tersebut belum menjadi finalis, kami masih akan melaksanakan proses seleksi berikutnya, yang mencakup sesi latihan serta pertandingan uji coba,” ungkapnya.

Pada 45 peserta yang diperlukan untuk menempati tiap posisi sangatlah krusial, terlebih lagi para pemain yang mampu bertanding di lebih dari satu peran, bahkan bisa mencapai tiga posisi sekaligus.

Sama seperti yang dilakukan oleh Tomi Darmawan, sang kapten tim Sriwijaya FC untuk musim 2024/2025, dia mampu bermain dalam dua peran yakni sebagai gelandang serangan dan penyerang.

Pemain yang bakal menempati posisi EPA di Sriwijaya FC tentunya merupakan atlet berbakat dengan keterampilan mumpuni dalam menjalankan tugasnya.

Tim scouting telah menyiapkan daftar pemain yang akan melaju ke babak berikutnya, tetapi informasi tersebut belum dirilis secara umum. Hal ini disebabkan mereka masih perlu berkonsultasi kembali dengan kepala tim scouting yakni Coach Zulkifli.

“Mari kita masih menentukan 45 atlet ini karena diperlukannya sinkronisasi bersama kepala departemen pencarian bakat,” ujarnya.

Pemain senior yang pernah memimpin tim Sriwijaya FC ini pun menuturkan bahwa ketika menyampaikan instruksinya kepada para atlet muda, dia berharap apabila mereka tidak lolos seleksi EPA SFC U-20, masih ada harapan agar mereka tetap tumbuh dan melanjutkan karier sepak bolanya.

” Ini bukanlah penutup karier sepak bola Anda semua, melainkan titik awal bagi perkembangan diri yang lebih pesat serta perbaikan keterampilan,” ujarnya.

Tidak menutup peluang pula bahwa para pemain yang belum dipilih dapat bergabung sebagai anggota tim senior Sriwijaya FC di waktu mendatang.

Menonton sepak bola di Sumatera Selatan yang telah berkembang pesat, khususnya dengan adanya Sriwijaya FC yang memanfaatkan bakat dari para pemain setempat, pastinya peluang ini tetap terbuka luas bagi siapa saja yang ingin berkarir sebagai pemain profesional.

Tim scouting pun tak menutup peluang untuk mengirim kembali pemain-pemain yang telah dipilih kepada klub asal mereka, tergantung pada penampilan mereka baik di lapangan maupun di luar lapangan.

Terlebih lagi, para atlet junior sering mengabaikan detail-detail sepeleh, misalkan penampilan mereka, ketika berpartisipasi dalam penyaringan untuk turnamen EPA U-20 yang diselenggarakan di Jasdam II Sriwijaya di Jalan Letjen Harun Sohar, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, Sumatra Selatan, pada hari Selasa tanggal 20 Mei 2025 petang.

Para pemain muda tersebut tampaknya ada yang tidak memakai deker (pengaman kaki), meskipun perlengkapan ini sangat diperlukan untuk melindungi kaki mereka dari risiko cedera tak terduga.

“Kita harus menjaga aset (tubuh) kita karena kaki merupakan hal yang penting dalam sepak bola,” tutupnya.


Temukan berita seru lainnya di
Google News


Ikuti dan berpartisipasi dalam grup WhatsApp tersebut.
Tribunsumsel

Exit mobile version