PR GARUT
— Kembali muncul wacana pembentukan wilayah, kali ini berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan. Saat ini ada 13 calon daerah otonom baru (DOB), termasuk 10 calon kabupaten dan 3 calon kota, sedang diajukan untuk pertimbangan lebih lanjut. Meskipun demikian, kebijakan moratorium tentang hal tersebut masih tetap berlangsung dan harus mendapatkan persetujuan dari pemerintahan pusat sebelum dapat direalisasi.
Rencana tersebut muncul setelah pemekaran beberapa kabupaten utama yang terletak di seluruh bagian Sulawesi Selatan. Upaya ini ditujukan untuk meningkatkan percepatan pengembangan daerah, menyederhanakan akses pelayanan publik bagi warga, dan mengoptimalkan sumber daya ekonomi yang ada di tiap-tiap area.
Berikut adalah seluruh 13 kandidat DOB di Sulawesi Selatan:
Calon Kabupaten Baru
1. Kabupaten Bone Barat
Induk: Bone
Luas: 1.121,10 km²
Penduduk: ±113.350 jiwa
Lingkup: Lamuru, Lappariaja, Bengo, Tellu Limpoe, Ponre
Ibu Kota Usulan: Lappariaja
2. Kabupaten Bone Selatan
Induk: Bone
Luas: 1.629,61 km²
Penduduk: ±180.630 jiwa
Cakupan: Kahu, Bontocani, Patimpeng, Kajuara, Salomekko, Libureng, Ponre
Proposisi Ibu Kota: Desa Palattae, KahuKANJI
3. Kabupaten Kepulauan Taka Bonerate tetap demikian
Induk: Kepulauan Selayar
Luas: 588,45 km²
Penduduk: ±51.800 jiwa
Area yang mencakup: Pasimasunggu, Pasimasunggu Timur, Taka Bonerate, Pasimarannu, Pasilambena
4. Kabupaten Luwu Tengah
Induk: Luwu
Luas: 765 km²
Penduduk: ±99.300 jiwa
Area Pencakapan: Welangreng, Welangreng Timur, Welangreng Barat, Welangreng Utara, Lamasi, Lamasi Timur
Ibu Kota Usulan: Walenrang
5. Kabupaten Pinrang Utara
Induk: Pinrang
Luas: 1.145,55 km²
Penduduk: ±111.300 jiwa
Cakupan: Lembang, Duampanua, Batulappa
6. Kabupaten Tana Konjo
Induk: Bulukumba
Luas: 541,65 km²
Penduduk: ±194.320 jiwa
Wilayah: Bontobahari, Bontotiro, Herlang, Kajang, Ujung Loe
Ibu Kota Usulan: Bontotiro
7. Kabupaten Tanah Duri
Induk: Enrekang
Luas: 661,59 km²
Penduduk: ±120.370 jiwa
Area: Buntu Batu, Baraka, Malua, Alla, Curio, Baroko, Masalle
Proposisi Ibu Kota: Malua atau Baraka
8. Kabupaten Toraja Barat
Induk: Tana Toraja
Luas: 1.501,58 km²
Penduduk: ±113.550 jiwa
Covered Areas: Saluputti, Rembon, Malimbong Balepe, Bittuang, Rantetayo, Kurra, Rano, Bonggakaradeng, Simbuang, Mappak, Masanda
Ibu Kota Usulan: Balalambe
9. Kabupaten Barat Daya Toraja
Induk: Toraja Utara
Luas: 569,29 km²
Penduduk: ±60.397 jiwa
Cakupan meliputi: Buntu Pepasan, Sesean Suloara, Kapalapitu, Denpina, Rindingalo, Baruppu, Awan Rantekarua
Ibu Kota Usulan: Rindingalo
10. Kabupaten Wajo Utara
Induk: Wajo
Luas: 575,49 km²
Penduduk: ±64.930 jiwa
Cakupan: Pitumpanua, Keera
Ibu Kota Usulan: Siwa
Calon Kota Baru
11. Kota Rantepao
Induk: Toraja Utara
Luas: 116,79 km²
Penduduk: ±96.519 jiwa
Area Cakupan: Rantepao, Tallunglipu, Tikala, Kesu, Sopai
12. Kota Sungguminasa
Induk: Gowa
Luas: 28,09 km²
Penduduk: ±156.098 jiwa
Cakupan: Somba Opu
13. Kota Watampone
Induk: Bone
Luas: 126,35 km²
Penduduk: ±151.560 jiwa
Area: Tanete Riattang, Tanete Riattang Barat, Tanete Riattang Timur
Potensi dan Tantangan
Perluasan wilayah di sini diyakini dapat mendorong percepatan pembangunan di kawasan-kawasan yang sedang tumbuh, serta memberikan peluang untuk peningkatan layanan publik. Akan tetapi, tiap kali melakukan perluasan harus disertai dengan persiapan yang cermat dalam berbagai aspek seperti Administrasi, Anggaran, Infrastruktur, dan Keterampilan Sumber Daya Manusia.
Sebaliknya, efek langsung pada komunitas seharusnya menjadi fokus nomor satu. Diharapkan dengan perluasan ini akan ada peningkatan dalam hal layanan pendidikan dan kesehatan, membuka lebih banyak kesempatan pekerjaan, serta menguatkan ketahanan ekonomi setempat.
Beberapa ide lain mengusulkan bahwa perombakan ini bisa memfasilitasi terbentuknya provinsi-provinsi baru, contohnya Provinsi Bugis Timur, yang nantinya akan mencakup sebagian besar area-area dari perombakan itu.
Namun hingga kini, semua usulan ini masih harus melewati tahapan kajian dan persetujuan dari pemerintah pusat, terutama dalam konteks kebijakan moratorium DOB yang masih berlaku.***