Pemerintah Optimistis Candi Muaro Jambi Akan Terdaftar Sebagai Warisan Dunia UNESCO

AA1FakRo

karebata.com.CO.ID, MUARO JAMBO — Kepala Wilayah Cagar Budaya Nasional (KWBNC) Muaro Jambi dipercayai mampu merangkul posisi menjadi Warisan Dunia dari United Nations Educational, Scientific dan Cultural Organization (UNESCO). Hingga saat ini, KBWN Muaro Jambi sudah terdaftar pada Daftar Sementara UNESCO. Pelaksanaan proses registrasinya pun dimulai tahun 2009. Dengan adanya pembaruan yang dikerjakan oleh pihak berwenang nasional, kompleks candi Muaro Jambi dapat mendapatkan penghargaan resmi sebagai Warisan Dunia dari UNESCO.

Kepala BPKW V Jambi, Agus Widiatmoko mengatakan bahwa pihaknya sudah mengerjakan banyak hal untuk memastikan semua persyaratan dapat dicapai. “Saya selalu yakin sejak awal. Sebab pada tahun 2009 kami turut serta dalam penyusunan,” katanya.
tentative list
Menurut Agus di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, pada hari Senin (19/5/2025), “dulu kami belum siap untuk UNESCO. Namun saat ini kita telah mempersiapkan segalanya.”

Menurut Agus, UNESCO akan mengevaluasi berdasarkan rencana manajemen yang ada atau
management plan
Dari negeri yang menyampaikan permohonan tersebut.
anagement plan
itu di antaranya, mencakup sarana dan prasarana, lingkungan, museum hingga adanya Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Di samping itu, Agus menyatakan bahwa selama beberapa tahun terakhir, ia juga sudah memperkuat kemampuan masyarakat. Salah satu caranya adalah dengan mendirikan Paguyuban Lapan Lawang Sejerangan, yang melibatkan delapan pemuka desa dari KCBN Muaro Jambi. Ini menunjukkan, lanjutnya, bahwa tiap proyek perlu diselaraskan dengan warga lokal.

Menurut saya, ini adalah bagian penting dari dokumen yang akan dikirimkan kepada UNESCO. Kita perlu menyertakan dalam usulan untuk menjadikan Candi Muaro Jambi sebagai warisan dunia bahwa kita bukan hanya melakukan hal ini karena…
herritage
-Ya, namun kemampuan masyarakat di tingkat atas pun ditingkatkan. Insya Allah, jika pengelolaan plan telah siap, hanya dokumen-nya saja yang perlu ditinjau kembali,” jelas Agus.

Menurutnya, BPKW V Jambi telah berdiskusi dengan beberapa negara yang memeluk agama mayoritas Buddha, seperti Nepal, India, dan Vietnam untuk kerjasana saling meningkatkan kapasitas. Menurut Agus, tanpa kolaborasi ini menjadi tantangan besar ketika melakukan voting di UNESCO. Dia menambahkan, “Jika setiap negara melamar secara terpisah, kami khawatir bisa saja kalah dalam proses voting tersebut.”

Exit mobile version