Pemerintah Limapuluh Kota Luncurkan Gerakan Sakato Liko: Perhatikan! Ini Besaran Iuran yang Harus Dibayar

AA1Fa4VM


karebata.com

– Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota secara resmi mengumumkan Gerakan Sakato Liko (Membangun Pekerja Kami di Lima Puluh Kota) sebagai wujud perhatiannya terhadap para pekerja berisiko tinggi dalam area nagari dan jorong tersebut.

Pelepasan ini dilaksanakan secara langsung oleh Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ahlul Badrido Resha, setelah mengepalai upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-117 di area kantor bupati.

Gerakan Sakato Liko adalah sebuah inisiatif sosial yang dikembangkan bersama oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja serta BPJS Ketenagakerjaan.

Inisiatif ini dirancang untuk para pekerja lepas seperti pengasuh rumah, penata kebun, driver ojol, pegawai bersih-bersih, pedagang kaki lima, guru ngaji, tutor pribadi, tenaga kerja konstruksi, pertanian, perternakan, serta ragam jenis pekerjaan lainnya yang menjalankan aktivitas mereka sendirian tanpa memiliki perlindungan sosial yang cukup.

“Hari ini mari kita galang kembali rasa peduli. Mari mengajak masyarakat serta pemerintah untuk bekerjasama dalam melindungi para pekerja yang berisiko tinggi dengan tindakan konkret,” kata Ahlul.

“Melalui pembayaran iuran sebesarRp 16.800 setiap bulannya, mereka dapat memperoleh perlindungan minimal yang sesuai, mencakup asuransi kecelakaan kerja serta bantuan duka cita,” tandasnya.

Pelepasan program ini dimulai dengan serah terima secara simbolis dari manfaat jaminan sosial bagi keluarga para pekerja kurang beruntung yang telah meninggal dunia, contohnya adalah Ahli Waris Almarhum Sonny Sartika dari PT Lambang Asas Mulia yang menerima dana senilai 189,7 JUTA Rupiah serta Muzakki Muhammad dari PT Kalimantan Prima Persada mendapat bantuan sebanyak 270,4 JUTA Rupiah. Selain itu ada juga bentuk pertolongan lainnya untuk Ahli Waris Afrinaldi, yaitu sang pengemudi truk. Dana membantu meliputi aspek perlindungan atas kejadian kematian, persiapan di masa pensiun, termasuk dalam hal dukungan biaya studi mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi.

Wakil Bupati Ahlul menggarisbawahi pentingnya pembangunan sosial yang mencapai golongan paling rawan. Menurut dia, langkah tersebut tak sekadar tindakan belas kasihan, tetapi juga bentuk investasi sosial guna meningkatkan kekebalan komunitas.

“Bangkitannya dimulai dengan persatuan. Sakato Liko merupakan perjalanan kita semua dalam menjamin bahwa tak seorang pun di antara warga Lima Puluh Kota ditinggalkan tanpa proteksi,” jelasnya.

Exit mobile version