Multi Bintang (MLBI) Siap Bagikan Dividen Rp 352 Per Saham: Ini Waktunya!

AA1FaiJC

PT Multi Bintang Indonesia Tbk berencana untuk mengalokasikan dana dividen tunai senilai Rp 741,66 miliar dari keuntungan pada tahun buku 2024, yang setara dengan Rp 352 per lembar saham.

Putusan tersebut sejalan dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diadakan pada hari Jumat (16/5).

Menurut laporan RUPST yang diumumkan oleh perusahaan, emiten dengan kode saham MLBI ini akan memberikan total dividen senilai Rp 1,14 triliun dari keuntungan pada tahun buku 2024. Dividen tersebut setara dengan Rp 542 untuk setiap lembar saham.

Pabrikan tersebut sudah mengeluarkan dividen sementara sebelumnya senilai Rp 400,3 miliar atau setara denganRp 190 per lembar saham.

“Sehingga akan ada tambahan dividen yang dibagikan kepada pemegang saham Perseroan sejumlah Rp 352 per saham atau semuanya berjumlah Rp 741,6 miliar,” demikian pernyataan manajemen dalam dokumen risalah RUPST dikutip Rabu (21/5).

Dividen tersebut akan disebarkan kepada semua pemegang atau pemilik tiap saham di antara 2,1 miliar saham yang telah diterbitkan perusahaan dan nama mereka tercatat dalam daftar pemegang saham hingga tanggal 28 Mei pukul 16.00 WIB.

Berikut Jadwal Penyerahan Dividen untuk MLBI:

  • Bagaimana pembagian dividen di Pasar Reguler dan Negotiated: 26 Mei 2025
  • Ex dividen di Pasar Reguler serta Negotiasi: 27 Mei 2025
  • Bagi hasil saham di Pasar Tunai: 28 Mei 2025
  • Di Pasar Tunai terjadi ex dividen pada tanggal 2 Juni 2025.

Rombak Direksi

RUPST MBLI pun memproses pengunduran diri Melia Halik dari posisinya sebagai direksi. Selain itu, dewan juga telah mencadangkan dan mendukung penunjukan Putu Norma Astyari, Fajar Muharisa Suryo Saputro, serta Bambang Chriswanto ke dalam jajarandirektur.

Berikut susunan direksi MLBI:

  • Direktur Utama: Roland Bala
  • Direktur: Stephanie Yolande Peregrin
  • Direktur: Bapak Jemmy Cahyono
  • Direktur: Bunda Putu Norma Astyari


Kinerja Keuangan MLBI

MLBI telah mendistribusikan semua keuntungan yang diperolehnya pada tahun kemarin dalam bentuk dividen. Labanya meningkat menjadi sebesar Rp 1,14 triliun dari sebelumnya Rp 1,06 triliun. Sementara itu, laba per lembar saham naik menjadi Rp 542 dari sembilan bulan sebelumnya yaitu Rp 506.

Laba perusahaan ini dicapai berkat kenaikan pendapatan bersih sebesar 1,8%, mencapai angka Rp 3,38 triliun. Sementara itu, biaya terkait penjualan mengalami penurunan sebesar 1,04% menjadiRp1,28 triliun.

Exit mobile version