Mendekati Idul Adha, Pemkab Ngawi Cek Kesehatan Hewan Kurban

AA1FaKb2


NGAWI, karebata.com

– Pemkab Ngawi lewat Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP) mengadakan inspeksi pada ternak kurban yang dipasarkan di pasar hewan.

Tindakan ini dilakukan agar ternak yang akan dipotong sebagai korban pada hari raya Idul Adha berada dalam keadaan sehat serta sesuai konsumsi.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan di Kabupaten Ngawi, Eko Yudo Nurcahyo, menyatakan bahwa proses inspeksi sudah berlangsung selama tiga belas hari terakhir.

“Kita secara berkelanjutan mengawasi beberapa pedagang dan pasar ternak guna menjamin bahwa hewan qurban dalam kondisi sehat serta sesuai dikonsumsi,” ungkap Eko, pada hari Rabu (21/5/2025).

Dia menyebutkan bahwa pemeriksaan kesehatan ternak untuk korban sangat diperlukan karena permintaan atas hewan kurban di Ngawi terbilang tinggi.

Menurut data di tahun 2024, total 15.500 hewan qurban telah dipotong saat perayaan Hari Raya Idul Adha, dengan jumlah spesifik mencakup 13.000 ekor antara kambing dan domba, ditambah 2.500 ekor sapi.

Temuan dari inspeksi terhadap beberapa pengecer dan pasar ternak mengindikasikan bahwa staf belum menjumpai binatang yang dalam keadaan penyakit.

Namun, Eko menggarisbawahi bahwa pantauan serta inspeksi akan tetap berlanjut sampai dengan proses pengurbannya selesai.

“Bila menemukan hewan yang dijual sakit, petugas merekomendasikan pedagang agar mengobatinya terlebih dahulu sebelum dijual kembali. Dengan demikian, hewan kurban yang dijual dipastikan dalam kondisi sehat,” ujarnya.

Terkait dengan penyakit mulut dan kuku (PMK), Eko mengonfirmasi bahwa Kabupaten Ngawi telah berhasil mencapai status bebas dari penyakit itu.

Ia menambahkan bahwa mereka tidak menerimalaporan dari para peternak mengenai hewan yang terkena PMK.

Walaupun begitu, mobilitas ternak masih dikontrol dengan ketat.

Hewan ternak setiap kali memasuki Kabupaten Ngawi wajib membawa bukti kesehatan resmi yang dikeluarkan oleh dokter hewan.

“Kami tak mengendalikan jenis hewan ternak apa saja yang ingin dipasarkan di Ngawi. Namun, pastikan hewan ternak yang datang betul-betul berada dalam keadaan sehat,” tegas Eko.

Exit mobile version