GORONTALO BERKELIMUT: Ayah Cabul dan 3 Siswa Berprestasi ke Olimpiade Internasional


karebata.com–

Koleksi berita tentang kejadian, cerita menarik seputar manusia, dan aspek politik tersaji di Gorontalo Terpopuler, Rabu (21/5/2025).

Berita lokal Gorontalo yang sedang hits ini adalah artikel terpopuler sejak Senin (19/5).

Berita awal tentang kasus pelecehan terhadap anak kandung oleh seorang pria di Gorontalo mulai muncul. Perilaku tersebut sudah berlangsung sejak korban berumur 13 tahun.

Berikutnya, 3 pelajar dari MAN Insan Cendekia Gorontalo akan menjadi perwakilan Indonesia dalam Olimpiade Internasional yang berlangsung di Korea Selatan.

Terdapat juga pandangan dari Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea tentang fakta bahwa seluruh wilayah mendapatkan opini WTP.

Berikut adalah 3 berita lokal paling populer menurut rangkuman dari karebata.com:

Pria di Gorontalo Cabuli Anak Kandungnya Mulai Umur 13 Tahun, Aksi Tak Senonohnya dari Perkampungan Hingga Penginapan

Kejutan besar datang! Ada seorang bapak yang tidak berperikemanusiaan merendahkan anaknya sendiri dengan cara yang keji dan sering kali dilakukan.

Ternyata, investigasi oleh pihak kepolisian menunjukkan bahwa sang pelaku menjalankan tindakan-tandainya di beberapa lokasi yang berbeda, termasuk di rumahnya sendiri, kebun, hotel, dan juga didalam mobil.

Peristiwa tersebut disampaikan oleh Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Gorontalo, AKP Yuneike Bakri, pada hari Selasa tanggal 20 Mei 2025.

Kasus tersebut dilaporkan kepada Polda Gorontalo pada tanggal 14 Februari 2025 dan kini sudah mencapai fase kedua.

Menurut Yuneike, tuduhan tentang kekerasan ini bermula pada tahun 2017 saat korban masih bersekolah di tingkat SMP.

BACA SELENGKAPNYA

3 Siswa dari MAN Insan Cendekia Gorontalo Mewakili Indonesia di Olimpiade Internasional Korea Selatan

Tiga pelajar dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Gorontalo sekali lagi meraih pencapaian yang membanggakan.

Mereka dipilih menjadi salah satu dari kelima tim teratas secara nasional yang akan mengwakili Indonesia di Olimpiade Standar Internasional.

Acara tersebut akan diselenggarakan di Korea Selatan pada bulan Agustus tahun 2025 yang akan datang.

Tiga siswa itu menjadi bagian dari Tim Quandy, tim yang diisi oleh Muzhaffar Achmad, Rizqiana Ligatu, dan Ayu Perangin.

Semua mereka merupakan pelajar dari kelas 11 MAN Insan Cendekia Gorontalo yang sudah melewati serangkaian pemeriksaan kompetitif dan membuktikan keahlian istimewa di sektor inovatif serta penelitian saintifik.

Pada even internasional tersebut, mereka bakal menampilkan projek penelitian sains yang sudah dikembangkan sendiri-sendiri, termasuk penyampaian materinya menggunakan Bahasa Inggeris.

“Sementara itu, mereka juga akan diminta untuk mengevaluasi ulang dan membuat paper baru berdasarkan produk yang telah dibuat sebelumnya,” jelas Jasmaniar, Kepala MAN Insan Cendekia Gorontalo, pada hari Selasa, 20 Mei 2025.

BACA SELENGKAPNYA

Setiap Wilayah Mendapatkan Pendapat WTP dari BPK, Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea Mengatakan Tidak Sepenuhnya Setuju

Pemda di seluruh Provinsi Gorontalo sudah mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2024.

Mengenai masalah ini, Adhan menyatakan tidak sepakat dengan pendapat BPK yang memberikan predikat WTP itu.

“Beginilah ceritanya, Alhamdulillah seluruh wilayah mendapatkan opini WTP. Namun jika dimintakan pendapat saya, sebenarnya saya tidak sepenuhnya setuju,” ungkap Adhan Dambea ketika ditemui oleh Karebata.com pada acara penyerahan LHP di Kantor BPK Perwakilan Provinsi Gorontalo, Minggu (18/5/2025).

“Lima tahun saya menjabat sebagai Wali Kota sebelumnya tak pernah mendapatkan opini WTP, hanya WDP saja. Mengapa demikian? Karena masih ada berbagai masalah yang belum terselesaikan, khususnya soal aset daerah,” imbuhnya.

Menurut Adhan, masalah aset milik pemerintah adalah salah satu hambatan besar dalam mengatur keuangan negara. Ia menekankan bahwa hal tersebut harus jadi fokus penting saat melakukan_audit_.

Dia juga menggarisbawahi situasi yang sama pada level provinsi ketika dia masih aktif sebagai anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo.

“Setiap wilayah memiliki tantangan dalam hal harta kekayaan, khususnya provinsi. Masalah ini sangat banyak dan kompleks. Namun ironisnya, kami mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Hal ini malah kurang mendorong perbaikan. Jika selalu diberi WTP, orang cenderung menjadi acuh,” tandasnya.

BACA SELENGKAPNYA

Exit mobile version