Ekspresi Kehilangan: Anak Najwa Shihab dan Izzat Assegaf Ikut Mendampingi Jenazah Ayah Najwa Shihab, Ibrahim

AA1F7CGT


karebata.com

Adegan di mana Izzat Assegaf, putra dari Najwa Shihab, mendampingi mayat sang ayah menjadi fokus perhatian.

Dia tampak berdiri di tengah-tengah jemaah yang lain, tetapi tidak ada tanda-tanda kehadiran Najwa Shihab sama sekali.

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, Ibrahim Sjarief Assegaf sang suami dari Najwa Shihab telah tiada pada hari Selasa, 20 Mei 2025.

Ibrahim meninggal dunia usai menjalani perawatan di Rumah Sakit PON Jakarta Timur akibat serangan strok serta patahnya pembuluh darah pada otak.

Rencana pemakaman jenazah Ibrahim Sjarif Assegaf akan dilakukan di tempat peninggalan yang berada di area Jeruk Purut, Jakarta Selatan pada hari Rabu esok (21/5/2025).

Menurut laporan dari Tribunnews.com, berbagai tokoh publik seperti Deddy Corbuzier, Armand Maulana, Habib Jafar hingga Anies Baswedan turut hadir untuk menyampaikan bela sungkawa.

Di tempat pemakaman, para pengunjung yang hadir lalu mengadakan doa bersama tahlilan. Anak Najwa Shihab, yaitu Izzat Assegaf, tampak tetap menjaga mendiang ayahnya dengan berada di sisinya. Dia duduk sambil memakai kursi.

Izzat kelihatan kuat setelah bapaknya meninggal dunia ketika menerima tamu yang datang mengunjungi.

Di sisi lain, dalam kerumunan tersebut, tak ada tanda-tanda kehadiran Najwa Shihab.

Beberapa rangkaian bunga telah nampak di tempat pemurusiaan, termasuk satu yang datang dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Telah diketahui bahwa ada berita sedih yang berasal dari keluarga wartawan Najwa Shihab. Suaminya, Ibrahim Sjarief bin Husein Ibrahim Assegaf, telah wafat.

Ibrahim Sjarief meninggal pada hari ini sekitar pukul 14:29 WIB di Rumah Sakit PON, Jakarta Timur.

Kemudian rencananya jenazah Ibrahim akan dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Rabu 21 Mei 2025.

Prosesi pemakaman jenazah suami Najwa Shihab akan dilakukan pada pukul 10.00 WIB.


Sosok Ibrahim Sjarief

Melansir dari Kompas.com, Ibrahim Sjarief Assegaf dikenal sebagai seorang pengacara yang memiliki reputasi kuat di bidang hukum korporasi, perbankan, restrukturisasi, dan kepailitan.

Dia adalah partner di kantor law firm Assegaf Hamzah & Partners, yang merupakan salah satu dari firma hukum paling bergengsi di Indonesia.

Selain itu, ia juga menjabat sebagai direktur di PT Justika Siar Public (Hukumonline), sebuah perusahaan yang menyediakan layanan hukum berbasis teknologi.

Di tengah kesibukannya sebagai profesional hukum, Ibrahim dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan tidak suka menjadi pusat perhatian.

“Nggak mau diposting dan tidak ingin terlihat. Jadi setiap kali akan memposting sesuatu, saya pasti tanyain dulu izinnya, baru kemudian postingan tersebut dilakukan pada waktu yang tepat,” ungkap Najwa sembari tersenyum dalam suatu podkas.

“Jadi begitu saja mungkin sebabnya sehingga orang-orang penasaran,” tambahnya.


Latar Belakang Pendidikan

Ibrahim dilahirkan di Surakarta (Solo) pada tahun 1977. Dia meraih gelar sarjananya dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Selanjutnya, dia berperan sebagai peneliti senior tamu di Program Studi Hukum Asia Timur Harvard Law School dari tahun 2002 sampai 2003.

Ia melanjutkan pendidikannya di Universitas Melbourne, Australia, dan berhasil mendapatkan gelar Magister Hukum (LLM) pada tahun 2009. Pencapaian ini didapat atas dasar beasiswa yang diberikan oleh Australian Development Scholarship.


Cinta Najwa Shihab dan Ibrahim Assegaf

Jurnalis senior Najwa Shihab pernah mengungkap bahwa menikah muda dengan Ibrahim Sjarief Assegaf adalah salah satu keputusan terbaik di dalam hidupnya.

Hal ini disampaikan Najwa dalam tayangan video yang diunggah di kanal YouTube Merry Riana pada 8 Februari 2020 silam.

Menurut Najwa, Ibrahim Sjarief Assegaf merupakan pria ideal bagi kehidupan berpasangan dan senantiasa mendorongnya agar terus maju.

“Aku bersyukur Alhamdulillah bisa sampai di posisi ini berkat keputusan-keputusan tepat yang telah ku ambil,” ujar Najwa.

Saya pikir menikah di usia muda adalah pilihan tepat yang telah saya buat karena ada begitu banyak aspek positifnya.

Dengan hal tersebut, saya mendapatkan mitra ideal untuk mengoptimalkan kemampuan kami bersama. Setelah itu, kita memutuskan untuk menangguhkan kehamilan hingga akhirnya saya memiliki Izzat ketika sudah siap menjadi seorang ibu.

Pengambilan keputusan untuk meninggalkan zona aman dan mendirikan bisnis pribadi, menurutku ini merupakan suatu keputusan yang sangat tepat juga yang telah kubuat.

Suami Najwa adalah Ibrahim Sjarief bin Husein Ibrahim Assegaf yang dikenal melalui akun Instagramnya @najwashihab (@najwashihab).

Alhamdulillah, menurut saya banyak keputusan penting dalam hidup ini terasa seperti dipandu dan dialihkan oleh Sang Pencipta.

Berikut ini adalah fakta bahwa Najwa Shihab telah menikah sejak usia muda yaitu 20 tahun, dia mengantongi pernikahan dengan Ibrahim Sjarief Assegaf pada tahun 1997.

Keduanya dikaruniai dua orang anak, yakni Izzat Assegaf dan Namiyah binti Ibrahim Assegaf.

Namun, Namiyah meninggal dunia hanya beberapa jam setelah dilahirkan pada 15 Desember 2011 silam.

Ibrahim Sjarief bin Husein Ibrahim Assegah diberitakan telah wafat pada hari ini, Selasa tanggal 20 Mei 2025 pukul 14:29 WIB.

Ibrahim Sjarief pernah dirawat di RS PON Jakarta Timur sebelum akhirnya meninggal dunia.

Berita tersebut diumumkan oleh media Narasi yang dibentuk oleh Najwa Shihab.

Ibrahim Sjarief berperan sebagai Ketua Komisari Narasi.

Ibrahim Sjarief bin Husein Ibrahim Assegaf, yang merupakan ketua komisari Narasi serta suami pendirinya Najwa Shihab, telah meninggal dunia pada tanggal 20 Mei 2025 jam 14:29 WIB di Rumah Sakit PON Jakarta Timur.

Kami dari Narasi juga menyampaikan belasungkawanya dengan sekuat mungkin,” demikian tertulis di Narasi.


Najwa Ungkap Karakter Ibrahim

Dalam tayangan video yang diunggah di kanal YouTube NGOBROL ASIX pada pada 15 September 2022 silam, Najwa Shihab mengaku bucin dengan sang suami.

Putri ulama Quraish Shihab tersebut juga menyampaikan tentang sifat-sifat Ibrahim Sjarief Assegaf.

“Kamu lihat kan, saya sebenarnya lebih bersabar. Tidak tidak, dia juga sabar dan sangat mendukung,” ujar Najwa Shihab.

“Saya rasa kalau tidak bersama Baim, mungkin saya tidak akan mencapai posisi karier seperti sekarang,” ungkapnya, demikian dilansir oleh Tribunnews.

Nana kemudian bercerita tentang bagaimana Baim senantiasa memberikan dukungan padanya, seperti halnya ketika bersamanya meliput insiden terorisme diSolo.

“Baim sangat mendukung sekali. Saya ingat waktu lalu ketika saya masih menjadi pelapor, dan laporkan saya memang selalu sedikit menegangkan, Bu,” ungkap perempuan yang biasa dipanggil Nana tersebut.

“Maka saya berdiskusi tentang hukum sehingga tidak menjauh dari peliputan bencana, konflik, atau pun perang. Apalagi pada tahun-tahun pertama menjadi seorang reporter ketika kasus terorisme sedang marak,” imbuhnya.

Suami dari presenter Najwa Shihab, yaitu Ibrahim Sjarief, telah wafat di tanggal 20 Mei 2025, hari Selasa. Penyebab kematian suami jurnalistik Najwa Shihab, Ibrahim Sjarief Assegaf, masih menjadi pertanyaan. (Narasinya)

“Saya selalu diberi tugas di sana, saya ingat sekali ketika saya dikirim ke Solo untuk menut covering penangkapan teroris, saat itu saya masih menyusui Izzat dan anak tersebut ikut bersama,” paparnya.

“Izzat saat itu berumur sekitar 6 atau 7 bulan, sehingga setelah saya menyelesaikan peliputan, ia menunggui saya di rumah. Beruntunngnya, ada tempat tinggal di Solo yang memungkinkan saya menyusuinya sambil tetap dapat melanjutkan pekerjaan sebagai wartawan. Dengan demikian, dia juga bisa mendampingi saya dalam penanganan kasus terorisme,” tambah Najwa Shihab.

Di samping itu, Najwa menyatakan bahwa dirinya dan Baim mampu bertahan sampai sekarang.

Nana mengatakan bahwa ia dan suaminya saling memerlukan satu sama lain.

“Butuh ya, maksudnya aku butuh dia,” sahut Nana.

Saya merasa menjadi lebih matang saat bersamanya, saya berkembang dengan melalui beragam pengalaman, dan perkembangan ini membantu memperkokoh hubungan kami sejak awal.

“Iya sih, aku selalu mengecek dan bertanya tentang apa pun pada dirinya, tidak hanya masalah rutinitas harian di rumah, sebab dia adalah seorang pengacara yang pernah melanjutkan pendidikan S2 bersamaan denganku. Jadi untuk semua hal, aku tetap mengkonsultasikannya dengan dia,” jelas Nana.


Artikel ini sudah dipublikasikan di

TribunSumsel.com

Exit mobile version