Blokir Balapan liar: Bhayangkara Race Cup 2025 oleh Ditlantas Polda Riau Siap Digelar

AA1FaFgS


karebata.com

– PEKANBARU – Guna menekan maraknya aksi balap liar yang meresahkan masyarakat, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas)
Polda Riau
meluncurkan program pemolisian kreatif bertajuk “Riau Road Safety Policing”.

Inisiatif ini diwujudkan melalui gelaran “Riau Bhayangkara Race Cup Tahun 2025”, yang akan menjadi wadah resmi dan positif bagi para pemuda menyalurkan minatnya di dunia balap.

Program ini merupakan bagian dari strategi preventif Polda Riau dalam menangani kenakalan remaja dan aksi ugal-ugalan di jalan yang kerap menimbulkan korban jiwa dan gangguan keamanan.

Dirlantas Polda Riau Kombes Taufiq Lukman Nurhidayat menjelaskan kegiatan ini merupakan arahan langsung dari Kapolda Riau Irjen Herry Heriyawan, sebagai respons terhadap angka pelanggaran lalu lintas yang meningkat dan kecelakaan yang melibatkan pebalap liar.

“Daripada mereka kebut-kebutan di jalan umum yang membahayakan diri dan orang lain, kita Ditlantas Polda Riau) fasilitasi dengan kegiatan balap resmi yang bersifat edukatif dan aman,” ujar Taufiq, Rabu (21/5).

Balapan akan dilaksanakan di lintasan Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, pada 14–15 Juni 2025. Lokasi ini telah dinyatakan layak oleh IMI Pusat.

Akan digelar dua kategori lomba, yakni Drag Bike (400 meter) dan Road Race (900 meter).

Di luar kompetisi, sejumlah aktivitas pendidikan dan sosial pun telah direncanakan, termasuk Sesi Safety Riding dari Ditlantas.

Tim mereka juga akan mengeluarkan pernyataan serta janji kolektif untuk menentang balapan liar.

“Nantinya akan tersedia juga stan bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) guna memperkuat ekonomi setempat. Akan ada parade komunitas sepeda motor serta penanaman pohon yang merupakan bagian dari upaya peduli lingkungan,” jelas Taifiq.

Proyek ini mencakup berbagai pihak termasuk Dinas Perhubungan Riau, Dinas Pemuda dan Olahraga Riau, Ikatan Motor Indonesia Cabang Riau, sampai dengan komunitas pecinta motor di seluruh wilayah Riau.

“Kerjasama ini mengindikasikan bahwa usaha untuk mencegah drag race tidak boleh ditangani semata-mata oleh kepolisian, melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama,” tambah Taufiq.

Koordinasi rapat luar dengan komunitas sepeda motor direncanakan untuk tanggal 22 Mei 2025, Jumat.

Rapat finalisasi teknis diadakan pada tanggal 29 Mei 2025 guna menyelesaikan semua persiapan yang dibutuhkan.

Dengan tagline “Riau Road Safety Policing”, program ini dirancang untuk mendorong generasi muda agar lebih sadar keselamatan dan hukum lalu lintas, tanpa mengabaikan semangat kompetisi serta minat terhadap dunia otomotif.

“Kami ingin anak-anak muda ini punya panggung sendiri untuk menyalurkan hobi, tetapi tetap dalam koridor yang benar dan aman,” tutur Taufiq.

(mcr36/jpnn)

Exit mobile version