JAKARTA, karebata.com
– Pemerintah merancang untuk mengizinkan asisten rumah tangga mendapatkan kredit pemilikan rumah dengan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan.
Rencana tersebut mencakup alokasi 1.000 unit hunian bersubsidi bagi karyawan rumah tangga.
Heru Pudyo Nugroho, salah satu komisaris dari Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), menyebut bahwa Anggota Rumah Tangga (ART) yang akan didorong utamanya adalah mereka yang telah membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan.
“Sebab jika dalam hal pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan serta BPJS Kesehatan berjalan dengan baik, ini akan memberikan kepercayaan kepada perbankan terkait elektabilitasnya,” jelas Heru ketika ditemui di Menara Mandiri, Jakarta Pusat, pada hari Selasa, 20 Mei 2025.
Heru menyebutkan bahwa BP Tapera dan BPJS Ketenagakerjaan sudah bekerja sama dalam masalah ini. Setelah itu, mereka mencoba mensosialisasikan program perumahan baru yang diperuntukkan bagi ART.
“Hingga saat ini mungkin mereka telah terampil, namun dikarenakan kurangnya pengetahuan pada diri mereka, hal tersebutlah yang menjadi masalah. Oleh sebab itu, kami perlu meningkatkan kampanye penyuluhan,” tambah Heru.
Dia mengestimasi dan berharap program FLPP bagi ART tersebut dapat dijalankan pada Juli 2025.
Heru pun menyebutkan bahwa pemerintah lewat BP Tapera bakal meningkatkan jumlah kucuran FLPP hingga mencapai 350.000 unit berkat penambahan anggaran dari APBN senilai Rp 35,2 triliun.
Sementara kuota FLPP tahun 2025 pada awalnya dipatok sebanyak 220.000 unit rumah subsidi senilai Rp 28,2 triliun. Hal ini sempat disampaikan Heru dalam agenda Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama KPR Sejahtera FLPP, Selasa (23/12/2025).
“Sekitar Rp 27 triliun untuk 75 persen porsi BP Tapera dan sisanya mungkin sekitar Rp 4 triliun-Rp 5 triliun ya itu untuk tambahan PMN (Penyertaan Modal Negara) bagi PT SMF (Sarana Multigriya Finansial) dalam rangka penyediaan likuiditas murah bagi perbankan untuk yang 25 persen,” jelasnya.
Namun saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Heru mengatakan bahwa penambahan anggaran tersebut bakal dilakukan ketika kuota awal FLPP tinggal tersisa kurang dari 50.000 unit rumah subsidi.
Saat ini, jumlah rumah subsidi yang sudah tersalurkan lewat FLPP pada periode 1 Januari 2025-16 Mei 2025 adalah sebanyak 126.138 unit.
“Kalau 220.000 itu kita optimistis-lah ya, mudah-mudahan akhir semester I atau Juli akhir mudah-mudahan sudah bisa terserah optimal,” ujar Heru saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin (19/05/2025).