Populer Padang: Kiln Karet Kembali Terbakar Akibat Angin, Guru Besar Unand Sindir Menteri Kesehatan

AA1F6zmp


karebata.com, PADANG –

Perhatikan beberapa fakta menarik yang dikumpulkan oleh Populer Padang setelah ditampilkan dalam waktu 24 jam terakhir di karebata.com.

Pertama, kebakaran yang terjadi di pabrik karet milik PT Teluk Luas di Tanjung Saba Pitameh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.

Rinaldi, yang bertugas sebagai Kabid Ops dan Sarpras Damkar Padang, mengkonfirmasi pernyataan itu. Menurutnya, mereka menerima laporan tentang kebakaran sekitar pukul 05:30 WIB.

Berikutnya, 18 profesor dari Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) mengungkapkan keprihatinannya tentang keputusan perubahan sistem kesehatan yang diambil oleh Departemen Kesehatan.

Guru besar merasakan bahwa kebijakan tersebut bertentangan dengan standar pendidikan kedokteran di Indonesia.

Baca berita selengkapnya berikut ini:


1. Pabrik Karet di Padang Kembali Terbakar, Diduga dari Bahan Baku yang Masih Panas Ditiup Angin

ApiĀ  yang membakar pabrik karet PT Teluk Luas di Tanjung Saba Pitameh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat kembali menyala, Selasa (20/5/2025).

Berdasarkan video dari karebata.com, terlihat apinya kembali menyala dengan hebat dan menghasilkan asap tebal yang melambai tinggi ke udara.

Kabid Ops dan Sarpras Damkar Padang, Rinaldi, membenarkan hal tersebut.

Ia mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan laporan kebakaran sekira pukul 05.30 WIB.

“Iya benar tadi pagi di lokasi kebakaran yang berada di PT Teluk Luas api kembali menyala, laporannya masuk ke kami sekira pukul 05.30 WIB,” katanya saat dikonfirmasi.

Mengetahui informasi itu, Dinas Damkar Padang mengirim ulang sebuah kendaraan beserta tujuh anggota tim guna melaksanakan tugas memadamkan api.

Kira-kira setelah satu jam ditangani, sekitar pukul 07.00 WIB, api telah berhasil dipadamkan.

Rinaldi mengatakan bahwa api muncul lagi karena hembusan angin pada getah karet yang masih panas.

“Tumpukan latek karet yang masih memanas tersebut diberi hembusan udara, oleh sebab itu api-nyapun menyala kembali,” terangnya.

“Sesudah mati api, kami telah melakukan prosedur pendinginan, semoga tidak kembali terbakar,” tandasnya.

Sebelumnya dilaporkan, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Budi Payan, mengatakan bahwa mereka mendeploy sebanyak 22 unit truk pemadam kebakaran untuk mengekstinguish api yang merembet ke area pabrik karet milik PT Teluk Luas di Tanjung Saba Pitameh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat, pada hari Minggu, tanggal 18 Mei 2025.

Dari seluruh 22 unit pemadam kebakaran itu, sebagian besar berasal dari sembilan daerah berbeda termasuk kabupaten dan kota di Sumatera Barat bersama dengan beberapa pihak yang terlibat.

“Ada dukungan dari Damkar tujuh daerah di Sumbar,” kata Budi Payan ketika ditanya oleh karebata.com pada hari Senin (19/5/2025).

Selanjutnya ditambahkan satu satuan lagi dari Pelindo, Semen Padang, serta TNI AU.

“Sisanya 10 unit dari kita sendiri. Jadi totalnya ada 22 unit mobil pemadam yang dikerahkan untuk memadamkan api itu,” ujarnya.

Budi juga mengatakan, lebih dari 250 personel diterjunkan dalam proses pemadaman tersebut.

“Kita mengirimkan sekitar 150 anggota damkar dari kota Padang dan menambahkan kurang lebih 100 orang lagi dari unit-unit pemadam kebakaran lainnya. Sehingga jumlah keseluruhan yang dipersiapkan melebihi 250 anggota,” jelasnya.

Terkait lamanya proses pemadaman, Budi menyebut ada beberapa kendala yang dihadapi di lapangan.

Salah satunya adalah bahan baku karet yang mudah terbakar serta ketiadaan hydrant di lokasi kebakaran.

“Kendala utama yang dihadapi adalah bahan karet yang mudah terbakar. Selain itu, tidak adanya hydrant di area pabrik membuat mobil pemadam harus bolak-balik mencari sumber air. Ini yang memperlambat proses pemadaman,” jelasnya.

Budi menambahkan, api akhirnya berhasil dipadamkan setelah sekitar 12 jam upaya pemadaman dilakukan.

“Api padam setelah sekitar 12 jam. Bahkan sempat padam namun kembali menyala sebelum akhirnya berhasil dijinakkan lagi,” katanya.

Ia pun berharap ke depan, seluruh pabrik dan gedung di Kota Padang dapat dilengkapi dengan fasilitas hydrant sebagai langkah antisipasi kebakaran.

“Harapannya kedepan, semua pabrik dan bangunan di Kota Padang akan dipasangihydrant untuk meningkatkan tingkat keamanan dan mencegah insiden serupa terjadi,” tegasnya.


2. 18 Guru Besar FK Unand Sampaikan Sikap di Padang, Nilai Menkes Menyimpang

Sebanyak 18 guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand), Padang, Sumatera Barat, menyatakan keprihatinan terhadap kebijakan transformasi kesehatan Kementerian Kesehatan.

Para guru besar melihat kebijakan ini menyimpang dari standar pendidikan kedokteran di Indonesia.

Pernyataan itu dikemukakan saat konferensi pers pada hari Selasa (20/5/2025) dan merupakan tanggapan terhadap sejumlah pergantian yang dipandang mengkhawatirkan dalam bidang pendidikan kedokteran di Indonesia.

Seorang profesor ternama, Prof. Dr. dr. Wirsma Arif Harahap, Sp.B (K) Onk, menyebutkan bahwa kekhawatiran tersebut timbul setelah berlakunya UU No. 17 Tahun 2023 yang membahas tentang bidang Kesehatan (dikenal juga sebagai Omnibus Law).

Pada awalnya, pakar-pakar pendidikan menganggap undang-undang tersebut sebagai upaya yang baik untuk meningkatkan kualitas sistem pendidikan kedokteran di Indonesia.

“Awalnya kami mengira hal ini akan membawa peningkatan dengan mendirikan dua jalur khusus untuk pendidikan di bidang tersebut melalui perguruan tinggi dan rumah sakit. Tetapi pada praktiknya, regulasi ini malah menjauh dari apa yang kami duga,” ungkap Prof. Wirsma Arif Harahap saat memberi kesaksian kepada para jurnalis.

Ia menyoroti persoalan mutu pendidikan yang kini diawasi oleh rumah sakit tertentu, yang dalam pelaksanaannya dibimbing oleh institusi pendidikan tanpa tenaga ahli spesialis yang memadai.

“Situasi serupa telah terjadi di berbagai rumah sakit dan kampus. Rumah sakit mengelola proses penjaminan mutu namun kurang didukung oleh tenaga profesional yang tepat,” jelas dia.

Di samping itu, dia juga membicarakan mengenai masalah penganiayaan (bullying) dalam dunia pendidikan kedokteran yang baru-baru ini mendapat perhatian dari masyarakat umum.

“Bully atau perundungan dapat terjadi di setiap lembaga pendidikan. Bahkan di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, kita telah menyusun strategi untuk mengatasinya selama sepuluh tahun terakhir. Ini tidaklah menjadi masalah yang baru dan juga dialami oleh berbagai negara lain,” ungkapnya.

Menurut dia, masalah itu malah dipakai sebagai senjata dalam kampanye negative yang bisa menciderai imej pendidikan kedokteran sekarang.

Dia menegaskan bahwa hal tersebut juga mendorong penutupan sejumlah program pendidikan di bawah Kementerian Kesehatan.

Selanjutnya, Prof. Wirsma juga menekankan pandangan Menteri Kesehatan tentang kollegium, lembaga yang merumuskan kurikulum dan standar pendidikan dokter, dianggap sebagai hambatan.

“Menteri Kesehatan merasa bahwa kolegium memperlambat peningkatan jumlah dokter. Sebenarnya, kolegium malah berperan dalam menjamin kualitas lulusan kedokteran. Saat ini, sistem kolegium telah sepenuhnya digantikan dengan pemilihan online melalui proses yang kurang transparan. Hal ini sungguh disesalkan,” katanya.

Dia menggarisbawahi bahwa apabila situasi tersebut berlanjut tanpa penanganan, hal itu akan memiliki dampak langsung pada sistem pendidikan di Unand.

“Terdapat potensi adanya duasi dalam sistem pendidikan, di mana yang satu didasarkan pada institusi perguruan tinggi dan satunya lagi pada fasilitas kesehatan. Di Unand, model universitas telah beroperasi cukup lama, sementara rumah sakit baru dibangun,” jelasnya.

Selanjutnya, Prof. Wirsma menekankan bahwa para dosen senior akan tetap mengemukakan kekhawatiran tersebut dan berharap agar Presiden Prabowo Subianto bisa menerapkan tindakan yang tepat.

“Harapan kami, Bapak Presiden dapat mengambil tindakan yang sungguh-sungguh. Fakultas Kedokteran merupakan pihak yang sangat penting untuk melahirkan dokter-dokter handal di tanah air,” demikian penuturannya.(*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *