Bantul, 27 Juli 2025 – Dalam rangka mendukung pencapaian program “Bantul Bersih 2025”, mahasiswa KKN-T Tim 133 Universitas Diponegoro dari Program Studi Kesehatan Masyarakat, Frieda Estining Rahayu, telah melaksanakan kegiatan edukatif dengan judul “Edukasi Pencegahan dan Penanganan Zoonosis melalui Media Poster sebagai Upaya Promotif Kesehatan bagi Masyarakat Peternak di Dusun Onggopatran”. Kegiatan ini merupakan bagian dari program penyuluhan multidisiplin yang mengusung tema “Gerakan Dapur Hijau ke Kandang Sehat: Solusi Bersama Menuju Bantul Bersih 2025”. Sasaran utama dari program edukasi ini yaitu masyarakat Dusun Onggopatran yang memiliki hewan ternak atau kandang di sekitar tempat tinggal mereka.
Sebagai media utama, poster edukatif berjudul “Waspada Zoonosis” dibagikan secara langsung kepada warga. Poster ini memuat informasi penting, seperti definisi zoonosis, jenis penyakit zoonosis berdasarkan hewan penular, gejala pada hewan ternak yang terinfeksi, serta langkah-langkah pencegahan dan penanganan dini jika ditemukan kasus. Sebanyak 20 eksemplar poster dicetak dan disebarkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang hadir dalam kegiatan penyuluhan.
Pendistribusian poster ini tidak hanya bertujuan untuk menyampaikan informasi sesaat, tetapi juga ditujukan menjadi sumber pengetahuan jangka panjang yang dapat diakses masyarakat. Melalui pendekatan promotif ini, diharapkan masyarakat lebih sadar akan pentingnya sanitasi kandang dan pemeliharaan hewan yang sehat sebagai langkah preventif terhadap penyakit zoonosis yang berpotensi menular ke manusia. Program ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, mahasiswa, dan pemerintah desa dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan aman, yang dimulai dari dapur hijau hingga ke kandang sehat.

Program lain yang dilakukan pada kegiatan “Gerakan Dapur Hijau ke Kandang Sehat: Solusi Bersama Menuju Bantul Bersih 2025” adalah pembagian produk eco enzyme oleh Talita Sifera Ivonilakandi dari Program Studi Agroekoteknologi. Program ini dilaksanakan pada kegiatan expo dengan membagikan produk eco enzyme pada setiap masyarakat Dusun Onggopatran yang mendatangi booth. Program pembagian produk eco enzyme dilakukan untuk mendukung masyarakat khususnya Dusun Onggopatran dalam mengolah limbah rumah tangga seperti sisa sayur dan buah menjadi produk bernilai guna.
Produk eco enzyme merupakan hasil fermentasi sisa buah hingga sayur yang dicampurkan dengan air dan molase. Eco enzyme dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik, pembersih lantai dan pembersih piring. Tujuan diadakan program ini adalah masyarakat Dusun Onggopatran dapat memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi sesuatu yang bermanfaat, salah satunya ialah eco enzyme.

Dalam melanjutkan visi yang sama, edukasi pengelolaan sampah rumah tangga melalui leaflet “Sampah Kita Bertambah, Yuk Ubah Jadi Eco Enzyme!” dilaksanakan dengan membagikan leaflet secara langsung kepada warga Dusun Onggopatran. Leaflet ini merupakan hasil kolaborasi oleh Ahmad Fachri Ash-Shiddiqi dari Program Studi Teknik Mesin dan Aula Amalia Husna dari Program Studi Matematika, yang tergabung dalam KKN-T Tim 133 Universitas Diponegoro.
Salah satu komponen penting dalam leaflet ini adalah visualisasi prediksi timbulan sampah rumah tangga di Desa Srimulyo. Melalui data kuantitatif yang diolah dan disajikan dalam bentuk grafik dan infografis, masyarakat diajak untuk memahami bahwa volume sampah cenderung meningkat setiap tahunnya apabila tidak diimbangi dengan pengelolaan yang tepat. Visualisasi ini menjadi alat bantu yang efektif untuk menyadarkan masyarakat tentang urgensi perubahan perilaku dalam mengelola sampah, serta menunjukkan potensi dampak lingkungan jika sampah organik tidak dimanfaatkan secara bijak.
Leaflet ini dirancang sebagai media informasi yang komunikatif dan edukatif, berisi penjelasan mengenai definisi eco enzyme cairan hasil fermentasi limbah organik rumah tangga beserta manfaatnya, seperti sebagai pembersih alami, pupuk cair organik, dan pengusir hama. Selain itu, disertakan pula langkah-langkah pembuatan eco enzyme menggunakan bahan dapur sederhana seperti kulit buah, gula, dan air. Materi disusun dengan bahasa yang mudah dipahami dan dilengkapi ilustrasi visual untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak dan lansia.
Warga menyambut baik pembagian leaflet ini. Antusiasme terlihat dari ketertarikan mereka membaca isi materi, mengajukan pertanyaan secara langsung, hingga menyampaikan niat untuk mencoba membuat eco enzyme di rumah. Edukasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah organik, tetapi juga mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih berkelanjutan.
Mahasiswa KKN-T Tim 133 Universitas Diponegoro, Valentino Volta Fernando dan Hilma Rahmuliza Maksum Membagikan Leaflet Edukatif kepada Masyarakat Dusun Onggopatran yang Berjudul “Pentingnya Aturan Pengelolaan Sampah Desa, Saatnya Tertib Sampah!”
Pengelolaan sampah menjadi isu krusial dalam menjaga kesehatan lingkungan dan kenyamanan hidup warga desa. Sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap permasalahan tersebut, mahasiswa KKN-T Tim 133 Universitas Diponegoro, yakni Valentino Volta Fernando dan Hilma Rahmuliza Maksum dari Program Studi Ilmu Pemerintahan, merilis sebuah leaflet edukatif yang mengangkat tema “Pentingnya Aturan Pengelolaan Sampah Desa, Saatnya Tertib Sampah!”. Leaflet ini dirancang untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memiliki regulasi yang jelas dalam pengelolaan sampah tingkat desa.
Dalam leaflet tersebut dijelaskan bahwa regulasi pengelolaan sampah diperlukan untuk mencegah pencemaran lingkungan, meningkatkan kesadaran masyarakat, dan membentuk budaya hidup bersih. Regulasi mencakup berbagai hal mulai dari pemilahan sampah oleh warga, penentuan jadwal buang sampah, penyediaan fasilitas pembuangan, hingga pemberian sanksi bagi pelanggar. Untuk menjamin efektivitasnya, evaluasi reguler juga akan dilakukan dengan memperhatikan indikator seperti kepatuhan warga, kondisi fasilitas, dan dampak terhadap lingkungan.
Leaflet ini juga menekankan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya menjadi tugas pemerintah desa atau petugas kebersihan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga. Partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan, mulai dari memilah sampah dari rumah, disiplin membuang sampah pada tempat dan waktu yang telah ditentukan, Selain menyelamatkan lingkungan, pengelolaan sampah yang baik juga dapat mengurangi risiko penyakit, menjaga kebersihan desa, dan bahkan menghasilkan nilai ekonomi dari sampah daur ulang. Melalui leaflet ini, harapannya masyarakat semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang tertib, demi menciptakan desa yang bebas sampah, sehat, dan nyaman untuk semua kalangan.