JURNAL NGAWI –
Cuaca di Jakarta saat itu sangat cerah. Angin berhembus lembut, seperti menyampaikan kabar gembira yang telah lama ditunggu oleh para penggemar sepak bola negeri ini.
Dalam suatu ruangan rapat yang atmosfernya terasa hangat tetapi sarat dengan arti, kedua figur utama itu duduk menghadap langsung kepada satu sama lain. Seorang di antaranya adalah Dito Ariotedjo, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, yang menjadi wujud dari gairah pemuda negeri ini.
Sebaliknya, Christina Gonzales, Dubes Uruguay untuk Indonesia, hadir dengan pesan persahabatan dari negara yang berada di seberang Samudera Atlantik, tepatnya di bagian selatan benua Amerika.
Dan di tengah cangkir kopi dan senyuman diplomatik, satu pembicaraan menonjol sebagai fokus utama: sepak bola.
Uruguay, negeri yang memiliki catatan gemilang di sepak bola global—pemegang gelaran juara dunia pertama dan tempat lahirnya bintang-bintang lapangan hijau—kini meraih tangan ke arah Indonesia.
Tidak hanya bertujuan untuk memperkuat kemitraan dalam hal olahraga, tetapi juga berencana menyelenggarakan pertandingan persahabatan. Benar, tim nasional Uruguay berniat menantang tim nasional Indonesia pada pertandingan resmi FIFA Matchday yang akan datang.
Tiba-tiba saja berita itu menjadi sumber inspirasi yang segar.
“Pelanangan laga persahabatan ini sungguh menarik,” kata Dito.
Nantinya dapat dijelaskan kepada PSSI tentang bentuk idealnya. Pertanyaannya apakah akan dilakukan lewat FIFA Matchday atau pertandingan persahabatan standar.
Akan tetapi, hal yang lebih menarik lagi adalah puncaknya. Dito menyatakan dengan tegas bahwa apabila pertandingan tersebut dilangsungkan dalam kalender resmi FIFA, Indonesia berpotensi meraih kenaikan peringkat FIFA. Ini merupakan peluang istimewa yang tidak hanya membawa pengalaman, melainkan juga meningkatkan nama baik tim.
Bayangkan jika Garuda sekali lagi mengibas-ngibaskan sayapnya di depan bintang-bintang langit Amerika Selatan. Menyaksikan ulangan sejarah dari tahun 2010 lalu saat Indonesia sempat menyambut Uruguay – pada waktu itu para pemain hebat seperti Luis Suárez dan Edinson Cavani telah berkunjung ke Stadion Utama Gelora Bung Karno. Saat ini, kemungkinan besar bakal ada pertarungan antara generasi terbaru contohnya Darwin Núñez melawan trio Marselino, Ivar Jenner, serta Pratama Arhan.
Ini bukan hanya pertandingan, tetapi sebuah panggung. Undangan itu datang dari dunia sepak bola ke negara yang tengah merajut impiannya di atas lapangan rumput hijau.
Kami menantikan hari itu. Kami mengharapkan sinyal mulainya pertandingan. Dan saat Garuda bersua dengan La Celeste, sejarah mungkin akan menyaksikan momen istimewa yang baru diciptakan. ***