BOLTIM Pikiran Rakyat –
Dengan matahari sebagai teman,
Dia berjalan pada pagi yang penuh tantangan,
Berselimut embun, berpeluh harapan,
Petani menyebarkan harapan di lahan kehidupannya.
Alat cangkul tergenggam, harapan dalam hati,صندキャンペ
Tetap jalankan langkahmu walaupun merasa letih dan lesu,
Bumi digali, benih ditanam,
Untuk rongga perut kaum yang selalu bergerak.
Kala hujan terlambat datang,
Dia masih kokoh, tidak pernah ragu.
Saat panennya tidak berhasil, dia masih tetap tenang,
Sebab dia yakin, rejeki tidak pernah lenyap.
Ia tak pernah meminta pujian.
Hanya dengan tanah yang kaya akan kesuburan serta ketenangan,
Meski demikian, dari tangan yang biasa tersebut,
Berkembang biak menjadi hidup untuk setiap insan. ***