TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Lumajang
– Tindakan perampokan sepeda motor di Kabupaten Lumajang semakin sering terjadi dan mulai meluas.
Rumah dinas bagi pejabat Kejaksaan Negeri Kabupaten Lumajang di Jalan Kolonel Suwandi pun tidak lepas dari serangan pencuri.
Sehingga, tiga kendaraan bermotor yang dimiliki oleh karyawan Kejaksaan Negeri Lumajang hilang dicuri oleh kelompok perampok pada hari Selasa tanggal 3 Juni 2025.
Kepala Intelijen Kejaraian Kabupaten Lumajang, Yudhi Teguh Santoso menyebut bahwa ada 3 sepeda motor milik pejabat Kejaksaan Negeri Lumajang yang telah hilang. Salah satunya adalah motor Honda Vario 125 berplat nomor W 6816 NCM yang dimiliki oleh Bambang Ariyanto.
Kemudian ada Yamaha Soul GT berplat nomor N 5951 UI yang dimiliki oleh Mohammad Reza Pahlevi.
Ke dua sepeda motor itu cuma memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) saja karena di beli melalui proses lelang.
Motor terakhir yang dimiliki oleh Dickky Divani Tri Yudhistira adalah tipe Honda Revo Fit tahun 2014 berwarna hitam merah dengan nomor polisi N 5186 QY. Dokumen seperti STNK dan BPKB-nya juga tersedia.
Menurut Yudhi, peristiwa pencurian tersebut terjadi pada kira-kira jam 02.00 WIB.
“Perampokan sepeda motor terjadi di kompleks perumahan resmi pada awal hari ini. Semalam dua karyawan sempat bermalam di sana namun tak menyadari adanya pencuri. Di tempat kejadian ditemukan sebuah helm berwarna hitam. Diperkirakan helm itu milik orang-orang yang melakukan perbuatan curang,” jelas Yudhi saat dimintai konfirmasi.
Terkait insiden tersebut, Yudhi menyebutkan bahwa dia akan bekerja sama dengan Polres Lumajang untuk langkah-langkah selanjutnya.
Saat ini, Kepala Subbag Intelijen dan Humas Polres Lumajang, Ipda Untoro Abimanyu menyebut bahwa pihak kepolisian sudah melaksanakan prosedur pengumpulan bukti di lokasi kejadian tindak pidana.
Ditemukan bahwa kamera CCTV yang dipasang di rumah dinas berstatus off.
Terkait kasus pengambilan paksa sepeda motor di tempat tinggal jaksa, kita telah melakukan analisis Tempat Kejadian Pelaku, dengan total kerugian berupa 3 unit kendaraan bermotor. Mengenai rincian lebih lanjut, pemeriksaan investigatif terus dilanjutkan mengingat sistem rekam video Closed-Circuit Television pada area peristiwa sedang tidak bekerja,” jelas Untoro.
Temukan lebih banyak detail di Google News dengan mengklik :
Tribun Jatim Timur
Gabung ke grup WhatsApp, ketuk:
Tribun Jatim Timur
(Erwin Wicaksono/TribunJatimTimur.com)