Rp380 Juta Hilang Dalam Sekejap: Pengepul Kelapa Sawit Jadi Korban Aksi Pecah Kaca


karebata.comBAceh Utara

– Sungguh naas nasib Sukir (64), wirausahawan penerima tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dari Gampong Alue Leuhob, Kecamatan Cot Girek. Ia kehilangan uang tunai senilainya

Rp380 juta

miliknya

digondol maling dalam sekejap

, sesudah kaca kendaraan Toyota Fortuner yang ia tumpangi

dipecahkan kawanan pelaku

.

Tindakan kejahatan yang berlangsung tersebut

Senin (2/6)

hari tersebut berjalan dengan cepat dan terstruktur. Dicurigai si pelakunya menjadi penyebabnya.

sudah mengikuti korbannya sejak dia meninggalkan bank

kemudian melakukan serangannya ketika korbannya tidak curiga sementara berada di toko bangunan.

“Penjahat tersebut mengeksploitasi ketidaksopanan korban dengan memarkir kendaraannya kurang lebih 20 meter jauhnya dari toko. Begitu sang pemilik dan supir beranjak, si penjahat pun pecahkan kaca mobil lalu ambil uang di dalamnya,” ungkap Kasi Humas Polres Aceh Utara.

AKP Bambang

, Selasa (3/6).

Sebelum kejadian itu terjadi, Sukir baru saja mengambil sejumlah uang.

Rp400 juta

dari

Cabang Lhoksukon Bank Syariah Indonesia (BSI)

Sebagian kecil yaitu sebesar Rp10 juta dipakai untuk melunasi hutang. Sedangkan sisanya dimasukkan ke dalam tas berwarna hitam yang tersimpan di dalam mobil.

“Pelajarannya berhasil mendapatkan kembali sebanyak 10 juta rupiah dari dalam tas tersebut. Namun, sisanya dia biarkan tertinggal di kursi depan tanpa disentuh lagi. Yang tersisa itu pun akhirnya dicuri oleh sang penjahat,” tambah Bambang.

Sebentar kemudian setelah si korban memasuki tokonya,

alarm mobil meraung

, diikuti oleh teriakan warga yang mengetahui ada tindak pencurian. Sayangnya, sang penjahat telah melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor lebih dahulu.


Polisi langsung turun tangan.

Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Utara sudah mengolah lokasi kejadian peristiwa (LKPK), memintakan keterangannya kepada sejumlah saksi, dan mereka sedang dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

mengikuti jejak tersangka lewat rekamannya dari kamera pengawas

.

“Kami terus melanjutkan investigasi dan meminta masyarakat untuk tidak menaruh uang atau benda bernilai tinggi di dalam kendaraan, terlebih jika dalam jumlah banyak,” tegas Bambang.

Kepolisian pun mengharapkan masyarakat, khususnya para pebisnis, agar meningkatkan mekanisme pengamannya, yang meliputi hal-hal seperti ini:

menambah kamera pengawas (CCTV)

di wilayah bisnis serta di sekelilingnya.

“CCTV amat berguna dalam menyelesaikan investigasi kasus kekejaman. Kehadiran kamera tersebut kerap kali berperan sebagai bukti utama,” tuntasnya.

Pada saat yang sama, pihak yang terkena musibah telah menginformasikan peristiwa tersebut kepada Polsek Cot Girek dan mereka berharap para penjahat akan segera diringkus untuk mencegah insiden semacam ini menimpa orang lain lagi. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *