karebata.com
Renungan harian untuk keluarga Kristen Rabu, 21 Mei 2025.
Para pembaca Alkitab dapat menemukan ayat tersebut dalam Wahyu 20:4a.
Kemudian aku melihat singgasana-singgasana itu beserta para penggunanya; kepadalah mereka diberikan wewenang untuk memutuskan perkara.
Topik pemikiran kali ini adalah Berkuasa untuk Menjadi Hakim.
Khotbah:
Keluarga Kristiani yang dicintai dan dipenuhi berkat oleh Tuhan Yesus.
Istilah ‘takhta-takhta’ (Yun: thronos) dalam ayat tersebut berasal dari versi terjemahan awal yang bisa menunjukkan arti penguasa, jadi kata itu mengacu pada posisi di mana seseorang dengan kekuasaan atau jabatan tinggi duduk.
Kursi-kursi sebagaimana disebutkan di ayat 4a diduduki oleh mereka yang berkuasa bersama-sama dengan Yesus Kristus, yakni para pemenang dari seluruh jemaat, yang konsisten menjaga keyakinannya.
Orang-orang yang menempati posisi tersebut tidak hanya dititipi kekuatan untuk memimpin, melainkan juga dipercaya untuk memberikan hukuman (Yun. krima).
Orang yang diamanahkan dengan tugas pengadilan haruslah seseorang yang terpercaya, sanggup bertindak secara adil serta bijaksana dalam memutuskan mana yang benar dan salah.
Ini menunjukkan bahwa mereka yang menduduki jabatan itu adalah orang-orang seperti itu.
Apabila ayat ini disampaikan kepada jemaat yang membaca Yohanes, artinya mereka diundang untuk menjadi seperti itu. Dan bila mereka menjalankan peran dengan cara tersebut, maka mereka pantas menduduki tempat-tempat itu.
Oleh karena itu, bisa disimpulkan bahwa tahta tersebut mengharuskan adanya tingkat kehidupan tertentu yang tak setiap orang mampu mencapainya, tetapi bukan sesuatu yang mustahil untuk dicapai.
Tuntutannya jelas, hendaklah setiap orang percaya menjadi orang yang dapat dipercaya, mampu bersikap adil dan bijaksana menentukan apa yang benar dan salah. Ia sendiri harus melakukannya terlebih dahulu sebelum melakukannya kepada orang lain.
Keluarga Kristiani yang dicintai dan dipenuhi berkat oleh Tuhan Yesus,
Menjaga keyakinan sebagai seorang beriman di era modernisasi ini tidak bisa disebut gampang. Begitu juga usaha untuk mengungkapkannya melalui perilaku seseorang yang terpercaya, sanggup bertindak secara adil dan bijaksana dalam membedakan antara kebenaran dan kesalahan, tentunya merupakan suatu tantangan tersendiri.
Ini bisa pula terasa dengan spesifik dalam dinamika kehidupan keluarga.
Orang tua perlu mencari cara ideal untuk mendidik serta memandu anak-anak agar tumbuh menjadi individu yang terpercaya, bisa berperan dengan adil dan bijaksana saat memutuskan mana pilihan yang betul atau salah.
Oleh karena itu, orang tua perlu menjadikan diri mereka panutan untuk anak-anak. Amin.
Berdoalah: Wahai Tuhan Yang Maha Esa, bantulah kami supaya bisa menjadi insan terpercaya, sanggup bertindak dengan keadilan dan kesopanan dalam membedakan antara hak dan batas. Di nama Yesus Kristus, kami mengajukan doa ini. Amin.
Sumber: dodokugmim.com