Karebata.com.CO.ID, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bertekad untuk menuntaskan masalah proyek kereta ringan yang terhenti. Ia menyebutkan bahwa adanya 90 tiang monorel yang berlokasi di Jalan Rasuna Said dan Jalan Asia Afrika ini dinilai merusak pemandangan kota Jakarta.
Pramono menyatakan bahwa dia sering kali merasa terganggu oleh adanya tiang monorel saat melewati Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Oleh karena itu, ia berharap pihak yang bertanggung jawab dapat menyelesaikan masalah ini supaya tampilan kota menjadi lebih indah dan tertib.
“Bila kawan-kawan semua melintas di Rasuna Said atau Senayan, akan terlihat beberapa tiang penyangga monorel yang hingga saat ini belum selesai. Menurut pendapat saya pribadi, masalah tersebut perlu dituntaskan,” ujarnya pada Selasa (20/5/2025).
Pramono menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta tidak dapat melanjutkan proyek monorel. Ditambah lagi, impian Jakarta dalam mendapatkan sistem transportasi massal seperti monorel sebetulnya telah tercapai dengan adanya LRT.
Menurutnya, proyek pemasangan tiang pancang untuk monorel tersebut belum rampung dan tetap dibiarkan begitu saja. Dia berpendapat bahwa perlu adanya tindakan nyata supaya tiang-tiang monorel ini tidak lagi merusak estetika kota Jakarta.
“Pemprov DKI Jakarta merasakan hal tersebut cukup gangguan. Bagaimana dengan tiang-tiang yang tak berguna itu? Dicopot atau dipergunakan menjadi sesuatu lain? Pastinya perlu adanya suatu keputusan terkait masalah ini, tentu kita tidak dapat membiarkannya tanpa tindakan seiring berjalannya waktu,” jelasnya.
Menurutnya, sejauh ini belum ada orang yang berani menghadapi masalah tersebut karena enggan repot memikirkannya. Akan tetapi, dia tegaskan bahwa permasalahan itu harus diatasi.
Saat dimintai pendapat tentang solusinya, Pramono masih belum dapat memberikan kepastian. Menurutnya, hal tersebut akan bergantung pada hasil putusan yang berkaitan.
“Terdependen pada keputusan tersebut, sebab hal ini tentunya telah berlalu cukup lama. Setiap individu tidak ingin menyinggung masalah itu, pasalnya urusan hukum di sini sungguh sensitif. Namun bukanlah suatu gangguan bagiku terhadap pesona kota Jakarta,” jelasnya.
Berikut adalah catatan pentingnya: Sejarah dari sistem kereta api monorel cukup lama dan bermula pada tahun 2004 saat Jakarta diketuai oleh Gubernur Sutiyoso. Perusahaan PT Adhi Karya lah yang bertugas untuk mengembangkan proyek angkutan masal ini. Tiang pancang awal monorel dilegalkan langsung oleh Presiden kelima Indonesia, yaitu Megawati Soekarnoputri.
Kala itu, monorel direncanakan menjadi salah satu sistem Transportasi untuk menyambungkan Jakarta dengan kawasan perbatasannya. Tetapi, upaya tersebut terhenti setengah jalan akibat kendala keuangan.
Selanjutnya, pada bulan Oktober tahun 2013, pengelolaan dari proyek kereta api monorel ini beralih ke tangan PT Jakarta Monorail. Pada saat itu juga, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meresmikan pembangunan proyek tersebut dengan melakukan seremoni ground breaking.
Namun, hingga enam bulan pasca peletakan batu pertama, belum ada juga kata sepakat antara Pemprov DKI Jakarta dengan PT Jakarta Monorail, terkait sejumlah poin penting dalam pembangunan monorel. Singkat cerita, monorel tak pernah terealisasi di Jakarta.