Penanganan Tanggul Jebol di Demak Dipacu Cepat, Progres Penutupan Mencapai 70 Persen

AA1FaNpN


DEMAK, karebata.com

Tujuh desa di Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, terendam banjir setelah tanggul Sungai Tuntang jebol akibat hujan deras.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinputaru) Demak dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) kini tengah mempercepat penanganan darurat di titik tanggul jebol Desa Kembangan dan Karangrejo, Kecamatan Bonang.

Plt Kepala Dinputaru Demak, Amir Mahmud mengatakan, penutupan tanggul jebol dengan konstruksi darurat tengah berlangsung dengan mendatangkan alat berat.

“Penanganan tanggul jebol sudah dilaksanakan, progres penutupan 70 persen lebih,” kata Amir, dikonfirmasi Rabu (21/5/2025).

Lokasi pekerjaan terletak di tanggul yang rusak di Sungai Tuntang, desa Kembangan, kecamatan Bonang.

Amir mengatakan bahwa penambalan tanggul yang bocor dijalankan berkelanjutan, setelah Desa Kembangan selesai kemudian lanjut ke Desa Karangrejo.

“Dilanjutkan ke Karangrejo untuk lulusan selanjutnya,” katanya.

Amir menegaskan bahwa dirinya akan memberitahukan secara berkala tentang pengelolaan bendungan di Kecamatan Bonang.

“Petugas yang berada di lokasi, yaitu Naning, Heriyanto, Suroso, dan Dani,” lanjutnya.

Telah diketahui bahwa hujan lebat yang terjadi di daerah hulu membuat tingkat air Sungai Tuntung di Demak naik dengan sangat cepat sampai akhirnya menimbulkan kerusakan pada tanggul di Desa Karangrejo dan Desa Kembangan pada hari Minggu, 18 Mei 2025.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, pada Selasa (20/5/2025) malam.

Tujuh desa di Kecamatan Bonang terdampak banjir, meliputi Desa Karangrejo, Kembangan, Krajanbogo, Gebangarum, Sukodono, Tridonorejo, dan Desa Tlogoboyo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *