Orang yang Tak Pernah Rapihkan Tempat Tidur Seringpun Punya 6 Kebiasaan Unik Ini


karebata.com

– Mungkin secara tidak disadari, kita memiliki rutinitas harian sederhana yang menggambarkan cara kita memulai setiap pagi.

Apakah itu dengan menyeruput kopi, berkelana di taman, atau cukup merasakan ketenangan sembari memandangi pemandangan sekitar.

Tetapi, terdapat sejumlah kebiasaan yang umumnya ditunjukkan oleh mereka yang jarang menata ranjangnya di setiap pagi.

Menurut laporan dari geediting.com, berikut ini adalah keenam tipe kepribadian seseorang yang bisa menjelaskan alasan mengapa mereka cenderung malas untuk membersihkan dan menata kembali tempat tidurnya.

1. Hari pagi diawali dengan keributan

Sebagian di antara kita mungkin bangun mendadak dan langsung merasa ketinggalan dari rancangan waktu yang sudah disusun.

Bisa jadi ini disebabkan oleh pemikiran mengenai batas waktu untuk tugas-tugas kerja atau tanggung jawab dalam keluarga yang sudah membanjiri pikiran kita bahkan sebelum kita mulai menjalani hari tersebut.

Keadaan ini menyebabkan kita menganggap bahwa membenamkan bantal tampaknya tidak berguna. Akan tetapi, apabila kita bersedia menyisihkan hanya dua menit untuk melakukan hal tersebut, maka bisa jadi akan berkontribusi dalam pengurangan kekacauan pada awal hari serta memberikan perasaan keteraturan kepada kita.

Oleh karena itu, coba usahakan untuk bangun hanya lima menit lebih cepat dari biasanya. Penyesuaian ringan ini bisa jadi akan mengubah hari pagimu yang berantakan menjadi lebih damai, serta menciptakan perasaan tenang saat melaksanakan pekerjaan-pekerjaan sepele tersebut.

2. Bergantungan erat pada pengakuan luaran

Bisa jadi kita pernah cepat-cepat menyusun kembali benda-benda yang berserakan saat ada tamu yang akan berkunjung.

Tetapi, saat tak ada pengunjung yang ditunggu, seringkali kita dengan cepat mengabaikan tugas-tugas yang luput dari perhatian orang lain.

Sering kali kami mengandalkan pengakuan luar untuk mempertahankan keteraturan di rumah, namun hal tersebut bisa meredupkan motivasi batin kami.

Sebaiknya jangan menunggu pengakuan dari orang lain, lebih baik pandanglah membersihkan ranjang pada saat subuh sebagai tanggung jawab diri sendiri.

Bisa jadi kita akan meraih kedamaian yang tidak diduga-duga dengan cara memenuhi komitmen tersebut secara bertahap dan sehari demi harinya.

3. Mengabaikan pencapaian kecil

Sebagian di antara kita mungkin bertanya-tanya tentang manfaat membersihkan ranjang secara rutin setiap hari sebagai suatu kebiasaan.

Walau hanya merupakan tugas harian sederhana, namun hal itu bisa membekali kita dengan pengertian yang kuat mengenai arti bersyukur.

Walau menyusun seprei bukanlah pekerjaan yang rumit, namun hal itu memberi kesempatan bagi keberhasilan di awal setiap harinya.

Melakukan tugas-tugas kecil dengan rutin akan memperkuat semangat dan menghasilkan lingkungan kerja yang lebih berkarya.

Oleh karena itu, bukannya meremehkan kebiasaan sederhana ini, mari kita jadikan ini sebagai prestasi kecil pertama kita tiap hari.

Ini adalah dorongan halus yang membangun momentum untuk tugas yang lebih besar seiring berjalannya waktu.

4. Cepat-cepatan saat mengarungi hidup sehari-hari

Bisa jadi kita sering kali tampak tergesa-gesa saat mengatasi berbagai tanggung jawab dan lupa meluangkan sebagian waktu untuk mencari kedamaian diri.

Pada kebiasaan ini, meskipun hanya pekerjaan ringan, bisa jadi terlalu berat untuk kami rampungkan.

Kegiatan harian yang rutin dapat membentuk pola tingkah laku kita setiap hari. Terlalu tergesa-gesa kerap kali membuat kita melupakan kebiasaan-kebiasaan sederhana tersebut.

Maka dari itu, menghabiskan waktu dua menit untuk menyusun kembali ranjang bisa memberikan rasa damai dan mempermudah kita dalam menghadapi hari dengan lebih teratur.

5. Kebiasaan malam hari yang tak teratur

Kegiatan rutin di pagi hari yang kita jalani sering kali terpengaruh oleh cara kita menikmati waktu malam setiap harinya.

Entah itu tertidur saat menonton TV atau tertidur di tempat acak, kebiasaan malam yang kacau membuat pagi hari kita mungkin terasa menyulitkan.

Ini karena kita melewati fase malam hari yang kurang terstruktur, dan pagi hari kita dapat mencerminkan hal itu.

Tanpa memiliki jadwal tidur yang teratur, kita cenderung melupakan tugas-tasks pagi yang simpel tanpa disadari.

Usahakan untuk menciptkan kebiasaan malam hari yang tenang, seperti meluangkan waktu untuk membaca, menghidupkan mode pesawat pada telepon lebih cepat, atau melakukan sesi relaksasi ringan.

Kegiatan harian yang rutin kita jalani bisa memberikan fokus pada pagi hari, menjadikan hal-hal sederhana seperti menyusun kasur menjadi lebih mudah dilakukan.

6. Merasa terlalu banyak tanggung jawab dan enggan meminta pertolongan

Tidak melaksanakan tugas-tugas sederhana bisa menjadi indikator adanya permasalahan besar seperti kelelahan mental atau ketidaktahanan.

Bisa jadi kita tengah fokus pada penyelesaian tugas kerja, kewajiban rumah tangga, atau terbebani oleh persoalan personal.

Saat beban itu tampak melebihi batas, pekerjaan-pekerjaan ringan pun bisa menjadi sangat sulit bagi kita untuk dilakukan, misalnya saja menyusun ulang ranjang.

Maka dari itu, sangatlah penting untuk meminta dukungan, termasuk untuk perkara-perkara sepele. Mempertimbangkan pembagian tanggung jawab bersama anggota keluarga ataupun hanya mengutarakan perasaan terbebani kepada sahabat bisa menyurutkan tekanan emosi kita dengan cukup besar.

Hal ini dikarenakan perasaan di dukung dapat menyederhanakan manajemen tugas-tugas harian. Oleh karenanya, jangan mengabaikan daya tarik dari memohon bantuan ketika Anda merasa kesulitan dalam menjalani hari-hari Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *