Nissan Bantah Tutup Pabrik di Jepang: Fokus pada Restrukturisasi dan Efisiensi

AA1FagST

Karebata.com IT Home melaporkan bahwa terhadap laporan dari media Jepang tentang kemungkinan penutupan pabrik Oppama di Kanagawa serta pabrik Shonan yang dimiliki oleh anak perusahaannya, yaitu Nissan Shatai, Nissan Motor langsung merilis sebuah pernyataan cepat guna memberikan pembenaran. Perusahaan secara jelas menyampaikan bahwa kabar tersebut merupakan semata-mata spekulasi dan bukan berasal dari data resmi mereka.

Pada pengumumannya, Nissan Motor menginformasikan bahwa mereka sudah secara resmi mengungkapkan integrasi proses produksi untuk model truk pikap Nissan Frontier/Navara serta pemindahan tersebut ke fasilitas manufaktur regional yakni Pabrik CIVAC yang berlokasi di Morelos, Meksiko.

Di samping itu, bulan Maret lalu, Nissan juga menyatakan bahwa Renault Group bakal mendapatkan 100% kontrol atas Renault Nissan Automotive India Private Limited (RNAIPL) melalui pembelian 51% saham yang dimiliki Nissan saat ini.

Nissan memilih untuk tidak memberikan tanggapan tambahan terkait spekulasi tentang penutupan pabrik di masa mendatang. Saat ini, prioritas perusahaannya masih tertumpu pada kelancaran operasionalnya serta tim pekerja berpengabdian yang menjadi roh suksesi mereka. Nissan bersikeras untuk selalu jujur kepada semua pihak yang berkaitan dan hanya melaporkan informasi signifikan ketika diperlukan.

Pada tanggal 13 Mei, Nissan mengumumkan hasil finansial mereka untuk tahun fiskal 2024. Berdasarkan laporannya, selama tahun fiskal ini, penjualan mobil baru oleh Nissan berjumlah 3,346 juta unit, yang merupakan pengurangan sebesar 2,8% dibandingkan periode sebelumnya; sementara itu, total penerimaan mencapai 614,36 miliar yuan, hanya turun tipis sebesar 0,4%. Rugi bersih dari perusahaan tersebut selama satu tahun fiskal adalah 670,9 miliar yen, dengan rata-rata rugi harian kira-kira 1,8 miliar yen, setara dengan sekitar 90 juta yuan. Kedua aliran uang tunai bebas dan profitabilitas operasi dalam industri otomotif juga dilaporkan sebagai angka negatif.

Terkait dengan alasan mengapa terjadi kerugian, CFO Jeremy Papin menyatakan bahwa hal ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti dampak dari penurunan volume produksi, portofolio produk yang kurang kuat, persaingan harga yang ketat, biaya operasional yang tinggi, penurunan nilai aset senilai 500 miliar yen, beban untuk restrukturisasi mencapai hampir 60 miliar yen, serta adanya kenaikan dalam aset pajak pendapatan yang ditangguhkan.

CEO terbaru Ivan Espinosa memperkenalkan Rencana Re:Nissan, yaitu strategi penyegaran selama tiga tahun yang ditujukan untuk menghidrasi ulang perusahaan Nissan. Fokus utamanya adalah pada reduksi beban operasional serta meningkatkan produktivitas. Pada tahap saat ini, Nissan telah bergerak dalam arah tersebut dengan langkah-langkah seperti penutupan fasilitas produksi dan PHK bagi sebagian pekerjanya.

Perusahaan bercadang memperkecil total gudang penghasilannya di setiap penjuru dunia dari 17 hingga hanya 10 menjelang akhir tahun keuangan 2027, dengan outputnya direncanakan turun sampai 2,5 juta unit produk, seiring itu juga bakal memberhentikan lebih kurang 20.000 pekerja dalam masa bersamaan tersebut. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *