Mahasiswa KKN-T UNDIP Ajak Anak-anak Onggopatran Peduli Lingkungan Melalui Media Permainan Ular Tangga Edukatif (Srimulyo Adventure)

Pelaksanaan kegiatan program kerja Multidisiplin 2 edukasi permainan oleh Eirene Laura (Administrasi Publik), Muhammad Alifiyan (Hukum), Dewi Putri (Ilmu Perpustakaan), Najwa Aila (Sastra Inggris). (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Pelaksanaan kegiatan program kerja Multidisiplin 2 edukasi permainan oleh Eirene Laura (Administrasi Publik), Muhammad Alifiyan (Hukum), Dewi Putri (Ilmu Perpustakaan), Najwa Aila (Sastra Inggris). (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Srimulyo, 23 Juli 2025 — Sebagai bagian dari program “Gerakan Dapur Hijau ke Kandang Sehat: Solusi Bersama Menuju Bantul Bersih 2025”, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro menggelar kegiatan edukatif bertema lingkungan yang menyasar anak-anak Dusun Onggopatran, Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul. Kegiatan yang dilaksanakan pada 23 Juli 2025 ini dikemas dalam bentuk media permainan interaktif bertajuk “Srimulyo Adventure”, dengan tujuan menanamkan pemahaman dan kepedulian anak-anak terhadap pengelolaan sampah rumah tangga dan pelestarian lingkungan sejak dini.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi edukasi mengenai jenis-jenis sampah, peran masyarakat dalam pengelolaan sampah, serta pengenalan hak dan kewajiban warga dalam menjaga kebersihan lingkungan. Materi ini disampaikan oleh Eirene Laura (mahasiswa jurusan Administrasi Publik) dan Muhammad Alifiyan (mahasiswa jurusan Ilmu Hukum). Selanjutnya, anak-anak diajak mengikuti game interaktif pernyataan benar atau salah seputar hak dan kewajiban masyarakat dalam pengelolaan sampah. Dalam sesi ini, peserta dibagi menjadi empat kelompok kecil, masing-masing terdiri dari 6–7 anak, dan dipandu langsung oleh Alifiyan.

Mini Dictionary sebagai media edukasi atau pembelajaran bagi anak-anak Rumah Baca jenjang Sekolah Dasar kelas IV, V, VI, dan Sekolah Menengah Pertama oleh Najwa Mutiara Aila (Sastra Inggris). (sumber: Dokumentasi  Pribadi)
Mini Dictionary sebagai media edukasi atau pembelajaran bagi anak-anak Rumah Baca jenjang Sekolah Dasar kelas IV, V, VI, dan Sekolah Menengah Pertama oleh Najwa Mutiara Aila (Sastra Inggris). (sumber: Dokumentasi Pribadi)

Kegiatan dilanjutkan dengan edukasi bahasa Inggris bertema lingkungan, yang disampaikan oleh Najwa Mutiara Aila (mahasiswa Sastra Inggris). Anak-anak dikenalkan pada berbagai kosakata dan kalimat sederhana dalam bahasa Inggris terkait sampah dan pelestarian lingkungan. Multi-output berupa penyusunan mini dictionary untuk anak-anak Rumah Baca (kelas 4 SD sampai SMP) bertema limbah dan sampah, yang berisi kosakata penting terkait jenis-jenis limbah rumah tangga serta istilah umum dalam pengelolaan sampah. Kamus mini ini didesain untuk edukasi ringan dan praktis, guna menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak usia dini dan mempermudah pemahaman masyarakat terhadap isu pengelolaan sampah.

 

Pelaksanaan permainan edukasi peduli lingkungan “Srimulyo Adventure” oleh masing-masing kelompok anak yang sudah ditentukan. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Pelaksanaan permainan edukasi peduli lingkungan “Srimulyo Adventure” oleh masing-masing kelompok anak yang sudah ditentukan. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

 

Puncak kegiatan adalah sesi permainan edukatif ular tangga lingkungan “Srimulyo Adventure”, yang dipandu oleh Dewi Putri Hastuti (mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi). Media permainan ini merupakan bentuk kemas ulang informasi dari materi-materi yang sebelumnya disampaikan oleh mahasiswa lintas jurusan. Permainan dilengkapi dengan empat jenis kartu pertanyaan:

  • Kartu Lingkungan, berisi pertanyaan seputar jenis sampah, kebersihan, daur ulang, dan limbah.
  • Kartu Kebijakan, berisi pertanyaan mengenai hak dan kewajiban warga dalam menjaga lingkungan.
  • Kartu Sosial, berisi pertanyaan umum tentang peran berbagai pihak dalam pengelolaan sampah.
  • English Card, berisi pertanyaan kosakata dan kalimat bertema lingkungan dalam bahasa Inggris.

Dalam sesi ini, anak-anak dibagi menjadi dua kelompok besar yang masing-masing terdiri dari sekitar 10 anak. Mereka bermain sambil belajar melalui tantangan-tantangan pada papan permainan dan kartu pertanyaan, yang dirancang untuk membangun pengetahuan, kesadaran, dan sikap peduli terhadap lingkungan. Permainan ini dirancang untuk mengajak anak-anak belajar sambil bermain, sekaligus menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini dengan cara yang menyenangkan. Dengan metode partisipatif ini, anak-anak dilatih berpikir kritis, mengenal istilah penting dalam pengelolaan limbah, serta memahami tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan desa. Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak menjadi agen perubahan yang dapat menularkan semangat menjaga lingkungan kepada keluarga dan masyarakat sekitar.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *