Jembatan Gantung di Merangin Direnovasi, Bupati Minta Pembangunan Jembatan Tetap Permanent


karebata.com, BANGKO –

Bupati Merangin, H M Syukur, secara langsung memeriksa hasil pembenahan jembatan gantong yang menghubungkan antara Desa Simpang Limbur Merangin dengan Desa Limbur Merangin di Kecamatan Pamenang Barat pada hari Selasa tanggal 20 Mei 2025.

Sebelumnya, jembatan tersebut menjadi perbincangan hangat di platform-media sosial.

Video yang diposting oleh akun Instagram @jambisharing menggambarkan bagaimana tiga guru SD melintasi sebuah jembatan rusak dengan berpegang pada tali seling sebab lantai jembatan tersebut bolong.

Tindakan berisiko tersebut menarik perhatian serta belas kasihan para pengguna media sosial.

Saat ini, jembatan itu telah diselesaikan perbaikannya.

Pemerintah Desa Limbur Merangin bersama dengan Polres Merangin, Kodim 0420 Sarko, serta masyarakat lokal berkolaborasi dalam waktu 14 hari untuk menuntaskan proses pembenahan tersebut.

Ketika melakukan pengecekan di tempat, Bupati Syukur mengungkapkan bahwa jembatan tersebut telah siap untuk dipakai lagi oleh warga setempat dalam keadaan yang jauh lebih selamat.

“Hari ini, jembatan gantung di Desa Limbur Merangin telah secara resmi dibuka kembali untuk publik. Keadaannya sekarang sudah aman dan dapat dilalui oleh penduduk setempat,” ungkap Bupati H M Syukur.

Hadir pula dalam observasi tersebut anggota DPRD Merangin Muhammad Helmi, Kepala Dinas Kominfo M Arief, Camat Pamenang Barat Bambang, kepala desa Sargawi, serta perwakilan dari kalangan tokoh masyarakat dan penduduk setempat.

Tiga guru yang sempat viral—Risma, Indriyanti, dan Siti Aisyah—juga hadir.

Meski jembatan sudah diperbaiki, Bupati menegaskan bahwa pemerintah belum selesai bekerja.

Ia mengungkapkan bahwa masyarakat berharap adanya pembangunan jembatan dan jalan permanen.

“Harapan dari bapak ibu di sini, agar dibangun jembatan konvensional dan infrastruktur jalan secara permanen,” jelasnya.

“Sudah ada surat kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Komisi V DPR RI terkait pengajuan pembangunan jembatan serta jalanan tetap. Kami mengusulkan tiga buah jembatan, beberapa berada di Pamenang sementara sisanya di daerah Merangin,” imbuhnya.

“Kita semua sedang berusaha bersama. Semoga dari insiden kali ini dapat terambil pelajaran, serta pemerintah di tingkat nasional dapat mengerti harapan bapak-bapak dan ibu-ibu yang ingin adanya jembatan dan jalanan tetap,” demikian penutupan Bupati.


Perbarui informasi dari Tribun Jambi
Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *