karebata.com
Psikolog Carol Dweck menemukan bahwa ada dua tipe dasar dari cara berpikir yang dapat membentuk pandangan seseorang tentang diri mereka, yaitu gaya berpikir statis dan gaya berpikir dinamis.
Seseorang yang memiliki mindset tertentu percaya bahwa bakat atau keterampilan, misalnya tingkat kecerdasan, adalah halangan bawaan yang tak bisa ditingkatkan.
Mereka biasanya mengelak dari tantangan dan cepat berhenti ketika menghadapi kesulitan karena percaya diri mereka kurang berbakat secara alamiah untuk mencapai keberhasilan.
Sebaliknya, mereka yang mempunyai pola pikir berkembang percaya bahwa kemampuan dapat diasah melalui usaha dan pembelajaran.
Saat dihadapkan pada tantangan, mereka tidak menyerah, melainkan mencari cara untuk tumbuh dan memperbaiki diri.
Inilah cara berpikiran yang mendorong ketekunan dan memberikan peluang lebih luas untuk mencapai keberhasilan.
Merangkum Very Well Mind, berikut ini berbagai cara membangun pola pikir berkembang dalam pekerjaan yang sedang dilakukan.
1. Percaya bahwa usahamu berarti
Dibanding menganggap kemampuan mereka sebagai sesuatu yang tetap dan tidak bisa diubah, orang dengan pola pikir berkembang meyakini bahwa potensi diri dapat terus berkembang seiring dengan proses pembelajaran, ketekunan, dan usaha yang terus-menerus.
Bagi mereka, kegagalan bukanlah refleksi dari ketidakmampuan, melainkan langkah penting dalam perjalanan bertumbuh dan menjadi lebih baik. Dengan pandangan ini, mereka punya sikap yang positif dalam menghadapi tantangan. Mereka melihat hambatan bukan sebagai halangan yang harus dihindari, tetapi sebagai kesempatan mengasah keterampilan dan memperluas kemampuan diri.
Dengan pola pikir berkembang, seseorang akan lebih terbuka dalam mencoba hal-hal baru, menerima kritik konstruktif, dan terus berupaya mencapai potensi terbaiknya. Ini bukan hanya tentang mengatasi kesulitan, namun mengenai memperbaiki diri setiap kali menghadapi rintangan, sehingga semakin mendekatkan mereka pada kesuksesan yang lebih besar.
2. Mempelajari keterampilan baru
Ketika menghadapi tantangan, orang dengan pola pikir berkembang tidak cepat menyerah atau menganggap kegagalan sebagai akhir dari segalanya. Sebaliknya, mereka memandang setiap kesulitan sebagai kesempatan guna memperluas pengetahuan dan mengembangkan diri.
Bukan saja mereka menyambut tantangan sebagai elemen tak terpisahkan dari proses pembelajaran, tetapi juga giat dalam menemukan metode untuk meningkatkan kemampuan yang dibutuhkan agar dapat menjawab hambatan serta mencapai keberhasilan di waktu akan datang.
Untuk mereka, tantangan bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan, tetapi justru kesempatan untuk berkembang. Setiap tindakan yang dilakukan, termasuk kegagalan, dipandang sebagai bagian tak terpisahkan dari pembelajaran berkelanjutan.
Dengan cara pandangan seperti itu, mereka menciptakan resiliensi mental serta keyakinan diri yang makin kokoh, menjadikan mereka selalu bergairah untuk melanjutkan perjalanan meskipun harus menemui tantangan. Perbuatan tersebut memberikan energi bagi mereka agar tetap bekerja keras, walaupun tujuan akhirnya belum berhasil dicapai, sebab mereka sadar bahwa tiap kali gagal adalah langkah mendekati sukses yang lebih besar.
3. Melihat kegagalan sebagai pengalaman belajar
Untuk individu dengan mindset perkembangan, gagal bukan berarti mereka tidak mampu. Malahan, mereka menjadikan setiap kegagalan sebagai elemen penting dalam proses belajar. Tiap kali menemui kegagalan, mereka mengartikannya sebagai peluang untuk mendapatkan pemahaman baru serta meningkatkan kemahiran diri sehingga dapat terus bertambah maju dan berkembang.
Alih-alih merasa menyerah, mereka justru seringkali terdiam dan berfokus pada pemikiran, “Bisa jadi metode ini tak memberikan hasil, namun saya akan menjajal pendekatan alternatif yang mungkin lebih baik.” Pendekatan seperti itu mencerminkan sifat adaptif mereka ketika menghadapi pergantian situasi, nyali untuk terus bertaruh meski di hadapan hambatan, serta semangat untuk senantiasa meningkatkan kualitas diri.
Dengan pola pikir tersebut, kegagalan tidak dipandang sebagai akhir dari perjuangan atau sebagai kegagalan yang permanen. Sebaliknya, mereka melihatnya sebagai langkah penting yang membawa mereka lebih dekat ke tujuan yang lebih besar.
Kegagalan menjadi sebuah batu loncatan yang memungkinkan mereka untuk belajar, berkembang, dan mengasah keterampilan, sehingga semakin mendekatkan mereka pada pencapaian kesuksesan yang lebih signifikan di masa depan.