IHSG Balik Arah? Cek Strategi Ampuh Trader Untuk Perdagangan Hari Ini, Rabu 21 Mei 2025!

AA1Eu99M

MARAWATALK
Setelah penutupan sesi perdagangan sebelumnya berada dalam posisi merah, para pemain pasaran dan pedagang saat ini siap lagi untuk menghadapi ujian baru di bursa saham pada hari Rabu, 21 Mei 2025.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan yang signifikan sebanyak 0,65%, turun ke posisi 7.094,60 pada hari Selasa lalu, meskipun sempat mencapai titik tertingginya yaitu 7.202,81 selama sesi tersebut.

Perbaikan ini pasti membuat banyak trader bertanya-tanya: Apakah ini tanda untuk keluar, atau malah momen yang ideal untuk kembali terjun ke pasaran?

Mari, kita diskusikan langkah-langkah taktis yang dapat Anda jalankan mulai hari ini!

Koreksi IHSG: Peluang atau Tantangan?

Setelah melalui kelima hari berturut-turut dengan pergerakan harga saham yang membangkitkan semangat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpaksa merasakan penyesuaian dalam sesi perdagangan Senin, 19 Mei 2025.

Walaupun pernah mencapai puncak harian sebesar 7.202,81, indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menetap dengan penurunan 0,65% menjadi 7.094,6.

Maka, apakah hal ini merupakan tanda-tanda kehancuran atau malah kesempatan berharga untuk memperluas portofolio?

Penurunan IHSG kali ini tidak terjadi begitu saja. Alasannya mayoritas disebabkan oleh sentimen utama berupa sikap “tunggu dan lihat” para investor sebelum pengumuman tingkat suku bunga patokan milik Bank Indonesia (BI) pada rapat Dewan Gubernur (DG), yang akan diadakan Kamis, 21 Mei 2025.

Sesuai dengan yang kita ketahui, suku bunga acuan Bank Indonesia masih berada di posisi 5,75%.

Namun pasar terbagi dua: sebagian memprediksi suku bunga akan dipertahankan, sementara sebagian lainnya membuka peluang penurunan ke 5,50%. Ketidakpastian ini membuat investor menahan diri, dan imbasnya, tekanan jual pun terjadi.

Walaupun demikian, banyak ahli menganggap perbaikan ini sebagai proses normal dan bukan indikasi dari tren penurunan yang berkelanjutan.

Perbaikan normal semacam itu sebenarnya dapat dimanfaatkan oleh investor dengan horison waktu tengah hingga panjang untuk membeli saham-saham bermutu yang saat ini dihargai lebih rendah.

Valuasi Masih Menarik, Asing Mulai Kembali

Dalam hal penilaian, indeks IDX30 yang menggambarkan perusahaan-perusahaan dengan dasar keuangan solid masih diperjualbelikan cukup jauh dibawah nilai seharusnya.

Rasio harga-ke-laba (PE) maju untuk indeks IDX30 ada di kisaran 10 kali, yang jauh lebih rendah daripada rata-rata lima tahun terakhir yaitu sekitar 14 kali.

Tanda-tanda baik lainnya muncul dari aliran dana luar negeri. Selama Lima Hari Terakhir, pembelian bersih oleh investor asing melebihi Rp5 triliun, yang merupakan periode kenaikan tertinggi sepanjang tahun ini.

Pada tanggal 14 Mei kemarin, investor asing berhasil mencatatkan pembelian bersih sekitar Rp3 triliun, angka ini merupakan rekor tertinggi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Hal ini menunjukkan bahwa minat dunia terhadap pasar saham di Indonesia tetap sangat tinggi.

Taktik yang Dapat Dipertimbangkan Para Pedagang Saat Ini

Bagi Anda yang rajin bermain trading harian ataupun swing trading, hari ini mungkin merupakan kesempatan baik untuk memasuki pasar dengan pilihan yang terbatas. Di bawah ini adalah sejumlah pendekatan yang dapat diambil into account:


  1. Gunakan Koreksi untuk Penumpukan Secara Berangsur-berangsur:

    Pilihlah saham dengan kinerja keuangan solid yang saat ini sedang mengalami penurunan, terutama dari sektor perbankan dan konsumen yang dipengaruhi oleh tingkat suku bunga.

  2. Amati Tingkat Support IHSG pada 7.000–7.050:

    Bila tingkat ini tetap stabil, kesempatan untuk pemulihan teknis cukup memungkinkan.

  3. Terapkan Teknik Rata-rata Turun Secara Cerdas:

    Jangan langsung memasuki full lot. Bagi posisimu ke dalam beberapa tahapan sehingga bisa lebih adaptif terhadap pergerakan pasar yang tidak menentu.

  4. Cermati Perkembangan Sektor Energi dan Infrastruktur:

    Khususnya menjelang pembahasan tentang kebijakan fiskal tahun 2026, beberapa sektor tersebut berpotensi mendapat dampak yang menguntungkan.

Perbaikan IHSG sekarang bukanlah akhir dari segalanya. Malahan, ini dapat berubah menjadi kesempatan emas untuk para investor dengan visi jangka tengah sampai panjang.

Tenang saja, lakukan analisis dengan cermat, dan hindari ikut-ikutan emosi pasar baik itu semangat maupun kekhawatiran. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *