PIKIRAN RAKYAT
– Cerita asmara antara Najwa Shihab dengan almarhum suami, Ibrahim Sjarief Assegaf, dimulai ketika mereka sama-sama belajar di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Ibrahim, biasa dipanggil Baim, adalah senior Najwa dalam akademik.
Hubungan mereka tetap bertahan walaupun pernah menemui hambatan akibat jarak, saat Ibrahim melakukan praktik kerja lapangan di luar negeri.
Pada waktu tersebut, kedua belah pihak perlu menghadapi hubungan jarak jauh di antara Amerika Serikat dan Indonesia. Tetapi, frekuensi komunikasinya malah semakin menyempurnakan ikatan mereka.
Najwa dan Ibrahim bersatu dalam ikatan perkawinan pada tahun 1997. Pada masa itu, Najwa baru menginjak usia 20 tahun dan tengah menjalani semester ketiganya di kampus. Walaupun telah memperoleh izin dari bapaknya, yaitu Quraish Shihab, pernikahan ini tetap dibarengi dengan persyaratan bahwa pendidikan harus terselesaikan. Diwawancarai melalui saluran YouTube bernama Ngobrol Asix pada tahun 2022, Najwa menyampaikan hal tersebut.
“Karena telah menemukan orang yang cocok, mengapa harus memperpanjang kesenangan?” kata Najwa Shihab.
Setelah bertahun-tahun dalam pernikahanannya, Najwa merasakan bahwa ikatan mereka masih kokoh karena saling berkembang bersama serta memberikan dukungan masing-masing. Ucapan itu disampaikannya sebelum kepergiaan sang suami, mencerminkan bagaimana kisah asmara mereka begitu indah dan memukau.
“Saat saya berkembang bersamanya, maka saya melalui proses tersebut, menapaki banyak pengalaman mulai dari pekerjaan sampai kehidupanku sehari-hari, dan dengan begitu kami bertumbuh bersama-sama sehingga memperkokoh dasar hubungan kita,” katanya.
Dia juga mengutamakan komunikasi di dalam keluarganya. Dia menjelaskan, “Saya pasti selalu memeriksa dan bertanya kepadanya, tidak hanya soal rutinitas sehari-hari di rumah, tapi segala sesuatu yang terjadi, saya tanyakan pendapatnya.”
Dari perkawinan tersebut, keduanya dikaruniai seorang anak laki-laki. Akan tetapi, hubungan kasih sayang antara kedua insan itu berujung kesedihan. Ibrahim Sjarief Assegaf menghembus nafas terkahirnya pada hari Selasa, tanggal 20 Mei 2025, tepat pukul 14:29 waktu Indonesia Bagian Barat (WIB) di RS PONDOK SAYANG, yang beralamat di Jakarta Timur.
Berita sedih tersebut diumumkan melalui akun Instagram @narasi.tv. Kehilangan Ibrahim menimbulkan rasa dukacita yang mendalam untuk Najwa serta keluarganya.
Memahami Profil Ibrahim Sjarief Assegaf
Ibrahim Sjarief Assegaf merupakan individu yang kurang sering terlihat dalam lingkup publik, tetapi dia mempunyai jejak kerja yang mencolok di sektor hukum serta finansial. Dia berperan sebagai pengacara berpengalaman, pemimpin perusahaan advokat, dan figur utama di belakang layar media bernama Narasi.
Najwa Shihab berumahtangga dengan Ibrahim pada tahun 1997 di Solo. Sebanyak 26 tahun lamanya pernikahan mereka terkenal akan keharmonisan serta jauh dari kabar buruk. Mereka dikurniai satu orang anak laki-laki yang bernama Izzat Assegaf.
Profil Lengkap Ibrahim Sjarief Assegaf
- Nama lengkap: Ibrahim Sjarief anak Husein Ibrahim Assegaf
- Tahun lahir: 1977
- Umur: 45 tahun
- Agama: Islam
- Kewarganegaraan: Indonesia
- Nama istri: Najwa Shihab
- Anak: Izzat Assegaf
- Profesi: Pengacara, Direktur Hukumonline, Komisaris Utama Narasi
- Pendidikan: Universitas Indonesia, University of Melbourne
- Hobi: Bersepeda, membaca
- Instagram: @isassegaf
Jejak Karier dan Pendidikan
Laki-laki yang lahir pada tahun 1977 ini memulai kariernya sebagai seorang ahli hukum dengan fokus utama pada sektor Perbankan dan Keuangan, restrukturisasi keuangan dan kepailitan, serta merger dan akuisisi (M&A). Dia mengambil posisi sebagai Direktur di PT Justika Siar Publik, sebuah perusahaan yang berada dibalik platform hukum digital ternama bernama Hukumonline.
Sepanjang karirnya, Ibrahim telah mengumpulkan sejumlah prestasi internasional yang terhormat, di antaranya adalah:
- Leading Lawyer oleh Asialaw Leading Lawyers (2016)
- Leader in His Field oleh Chambers Asia Pacific dalam kategori Banking & Finance (2016)
- IFRL 1000 Mengakui Ahli Hukum Terkemuka di Bidang Keuangan dan Korporasi, Perbankan, serta Pengambilalihan dan Merger
Keberhasilan Ibrahim tak terlepaskan dari fondasi pendidikan yang solid. Ia adalah kelulusan dari Universitas Indonesia dan kemudian meneruskan penuntasan ilmu di University of Melbourne, Australia; kedua perguruan tinggi tersebut telah mengokohkan landasannya dalam dunia hukum menjadi seorang profesional ternama.
Sosok Pribadi yang Rendah Hati dan Aktif
Di luar pekerjaannya sebagai pengacara dan eksekutif hukum, Ibrahim dikenal sebagai pribadi yang aktif dan mencintai hidup sehat. Ia memiliki hobi bersepeda, bahkan kerap terlihat mengayuh sepeda keliling Jakarta.
Dari akun Instagram miliknya, @isassegaf, nampak bahwa dia merupakan sosok yang sangat menghargai momen berada bersama keluarga sambil tetap memelihara kecerdasannya serta merawat kondisi fisiknya dengan baik. ***