7 Tanda yang Menunjukkan Ibumu adalah Sahabat Sejatimu, Apakah Kamu Mengalaminya?

AA1F7l1R


karebata.com

Bukan setiap anak mempunyai ikatan yang amat erat dengan sang ibu, namun terdapat pula individu yang menganggap bahwa ibunya tidak cuma berperan sebagaiorangtua, tapi juga menjadi teman sejati untuk mereka.

Seorang ibu tidak hanya bertanggung jawab untuk merawat dan mendidik anak-anaknya, tetapi juga menjadi sumber bagi mereka untuk bercerita, mencari dukungan, serta adalah sosok terpercaya dalam berbagai hal.

Hubungan semacam itu amatlah spesial sebab memberikan ketenangan hati serta perasaan aman, tidak hanya untuk si ibu tetapi juga buat sang anak.

Berdasarkan sudut pandang ilmu psikologi, terdapat beberapa indikasi yang dapat menggambarkan jika seorang ibu bukan hanya bertindak sebagai orangtua biasa, melainkan juga menjadi teman dekat yang hadir pada saat-saat bahagia maupun susah.

Dilansir dari laman Global English Editing pada Selasa (20/5), berikut merupakan 7 tanda psikologis bahwa seorang ibu juga berperan sebagai sahabat sejati bagi anaknya.


1. Dukungan tanpa syarat

Seorang ibu yang juga berperan sebagai sahabat sejati bagi anaknya, tidak hanya hadir saat anaknya berada di puncak keberhasilan, tetapi juga tetap ada saat anaknya berada di titik terendah.

Bantuan yang disampaikan tidak bertumpu pada persyaratan apapun, tetapi muncul dari perasaan kasih sayang yang ikhlas serta tanpa harapan mendapat imbalan sesuai apapun.

Saat anak memutuskan hal penting dalam hidupnya yang tak sesuai dengan dugaan si ibu, dia masih akan mendukung serta menyetujui keputusan itu.

Inilah dukungan yang bisa menghasilkan perasaan keamanan, lantaran si anak menyadari bahwa pasti ada orang yang membantu dalam setiap situasi. Ini adalah salah satu karakteristik paling kuat dari seorang ibu yang juga berperan sebagai teman dekat bagi buah hatinya.


2. Bersama-sama menunjukkan kehormatan

Ketulusan penghargaan merupakan landasan krusial di balik tiap ikatan yang baik, mencakup persahabatan terbentuk antara sang ibu dengan buah hatinya.

Dengan berjalannya waktu dan pertambahan umur sang anak, peran seorang ibu tidak hanya terbatas pada figura pembimbing saja, melainkan juga menjadi figur yang mendengarkan serta memberikan kesempatan kepada si anak agar dapat mengambil keputusan sendiri secara independen.

Saat sang ibu dapat menghormati sudut pandang, pilihan, serta keputusan anaknya meskipun ada perbedaan pendapat, maka ikatan itu sudah mencapai tingkat kemanusiaan seperti dalam persahabatan.

Respect ini tidak berarti meninggalkan peranan sebagai orangtua, tetapi justru mengubahnya seiring pertumbuhan dewasanya sang anak untuk menciptakan keseimbangan di antara panduan dan kebebasan.


3. Menikmati ketenangan saat berdampingan

Hubungan yang telah melalui berbagai tahap dan dipenuhi kepercayaan tak selalu diwarnai oleh pembicaraan panjang. Terkadang, hanya dengan duduk bersama dalam kesunyian juga dapat menghadirkan ketenangan yang sangat menyentuh.

Seorang ibu yang juga berperan sebagai sahabat sejati bagi anaknya cenderung mampu menghadirkan ketenangan hanya dengan keberadaannya.

Keheningan tersebut bukanlah pertanda jarak, melainkan bentuk komunikasi yang lebih dalam, berupa kenyamanan yang tidak membutuhkan kata-kata.

Keadaan hening tanpa rasa canggung menunjukkan bahwa hubungan emosional telah sangat erat dan tidak lagi mengandalkan pembicaraan untuk menciptakan keterikatan.

4. Keyakinan yang amatlah teguh serta dalam

Keyakinan merupakan fondasi utama dalam menjalin relasi yang kuat dan bertahan lama. Ketika seorang anak mampu menyerahkan rahasia, keresahannya, serta pengambilan keputusan penting dalam hidupnya pada sang ibu dengan penuh percaya diri tanpa ada ketakutan ataupun keraguan, maka hal tersebut mengindikasikan bahwa hubungan mereka sudah berkembang lebih jauh daripada sekadar ikatan keluarga biasa.

Ibu tersebut tak cuma pandai merahasiakan informasi, tapi juga selalu beri saran tanpa menjatuhkan, membuktikan dia memang sosok yang dapat diandalkan.

Keyakinan semacam itu sangat langka, termasuk di antara persahaban. Setelah berada pada tingkat tersebut, ikatan antara ibu dan anak akan benar-benar menyatu dengan erat layaknya sahabat.


5. Mengakui semua kelemahan dengan sikap terbuka

Bukan setiap individu dapat menyetujui kelemahan orang lain tanpa berniat mengkritik. Akan tetapi, sang ibu yang menjadi teman sejati untuk buah hatinya umumnya bisa melakukan hal tersebut secara tulus dan penuh kasih sayang.

Ia sudah menyaksikan berbagai sisi kehidupan anaknya, mulai dari keberhasilan hingga kegagalan, dari sifat baik hingga kebiasaan buruk.

Walaupun sudah menyaksikan hal paling gelap sekalipun, rasa cintanya tetap takkan surut. Penghargaannya terhadap si anak membuat tempat perlindungan, di mana sang buah hati dapat jadi apa adanya tanpa perlu menutupi wajahnya dengan topeng.

Justru melalui pengakuan itu, anak akan termotivasi untuk berkembang menjadi individu yang lebih unggul.


6. Sangat tertarik pada kehidupan sang anak tanpa ada niat tersembunyi

Seorang ibu yang berperan sebagai teman bagi buah hatinya tak cuma bertanya kabar semata-mata karena kesopanan. Dia sungguh-sungguh penasaran dengan segala sesuatu di kehidupan harian si anak.

Dimulai dari kisah profesi, kenalan baru, hidangan kesukaan, sampai emosi yang tengah dialami si anak.

Walaupun hal-hal itu mungkin dianggap remeh oleh orang lain, untuk si ibu, semua ini sungguh berarti karena dia ingin merasakan ikatan emosi yang lebih erat dengan buah hatinya.

Minat yang murni ini menunjukkan bahwa sang ibu senantiasa berkeinginan untuk mengenal anaknya dengan lebih mendalam, seperti halnya seorang teman yang ingin terus menyimak kabar dari kawan karibnya.


7. Acapkali membagikan tawa dan kegembiraan

Tertawa bersama bukan hanya membuat suasana menjadi hangat, tetapi juga dapat mempererat ikatan emosional yang ada.

Ibu yang menjadi teman dekat bagi anaknya biasa membuat lelucon spesial yang hanya dapat dimengerti oleh kedua belah pihak tersebut.

Hal-hal sederhana seperti nonton bareng atau bernostalgia juga dapat menciptakan gelak tawa yang mempererat ikatan antar kalian.

Keberuntungan kecil yang timbul dari keterikatan ini membuktikan bahwa ikatan mereka melebihi kedekatan daging dan darah; itu juga merupakan tanda nyata pertemanan yang abadi.

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *