Universitas Diponegoro (UNDIP) merupakan universitas yang menanamkan nilai bermanfaat dan bermartabat, bukti nyata dari nilai bermanfaat tersebut dituangkan dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Aspek kebermanfaatan bagi semua kalangan menjadi salah satu dasar dari setiap program yang diusung oleh dosen pendamping KKN UNDIP. Fatmawati Mustofa, S.Pt., M.Sc. selaku dosen pendamping lapangan tim KKN-T 133 yang mengusung tema besar Demonstration Plot Srimulyo: Integrasi Ternak-Tanaman Berbasis Limbah Rumah Tangga Untuk Gizi Optimal, Cegah Stunting, dan Dukung Bantul Bersih 2025. Beliau berharap dengan adanya program ini warga dapat memanfaatkan secara maksimal potensi yang dimiliki guna membangun kehidupan yang berkelanjutan. Bu Fatma yang menjadi sapaan akrab nya juga berpesan supaya warga menjaga kebersihan lingkungan, dengan mulai mengolah sampah guna kehidupan berkelanjutan. Contohnya pemanfaatan daun-daun kering dan kotoran ayam yang diolah lebih lanjut menjadi pupuk. Kegiatan KKN ini berlokasi di Kelurahan Srimulyo khususnya pada Dusun Onggopatran.
Dusun Onggopatran terdiri dari empat RT (Rukun Tetangga), setiap RT tersebut memiliki masalah serta potensinya masing-masing. Mayoritas masyarakat Dusun Onggopatran bekerja pada sektor pertanian dan peternakan. Berangkat dari permasalahan yang disampaikan oleh bapak ketua RT saat kami melakukan sowan, beliau mengeluhkan pemilik kandang yang berada di lingkungan RT 04 kurang optimal mengolah kotoran hewan ternak mereka. Pemilik kandang di RT 04 memelihara kambing, kotoran yang dihasilkan kambil biasanya dibuang ke sungai atau hanya sekedar membuangnya di sekitar lingkungan kandang kambing. Kelompok kami menanggapi permasalahan tersebut dengan membuat program sosialisasi berkesinambungan. Dalam rangka menjalankan program kerja multidisiplin, Kelompok 1 KKN-T 133 Undip Semarang menyelenggarakan kegiatan penyuluhan bertajuk “Menjaga Nafas Ekonomi Lokal: Penyuluhan Keberlanjutan Program Terintegrasi pada Kelompok Peternak Kambing RT 04 Onggopatran”. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa dalam mendampingi masyarakat secara langsung di bidang ekonomi produktif yang berbasis potensi lokal. Penyuluhan ini menjadi wujud konkret kontribusi mahasiswa dalam mengintegrasikan ilmu lintas bidang untuk menjawab permasalahan nyata di masyarakat, khususnya sektor peternakan masyarakat yang menjadi tumpuan ekonomi keluarga di wilayah pedesaan.
Kegiatan ini melibatkan anggota Kelompok 1 KKN-T 133 yang berasal dari berbagai program studi seperti Antropologi Sosial, Hukum, Sekolah Vokasi, Peternakan, Ilmu Ekonomi, Ilmu Komunikasi, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan. Anggota kelompok secara bergantian sesuai dengan bidang keilmuannya memberikan edukasi kepada para pemilik kambing yang ada di RT 04. Selain para mahasiswa, kegiatan juga diikuti oleh warga RT 04 Dusun Onggopatran, khususnya para pemilik kandang kambing. Penyuluhan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 29 Juni 2025, dengan waktu pelaksanaan dimulai sejak pukul 15.30 WIB hingga menjelang waktu Maghrib. Pemilihan waktu sore hari dilakukan dengan mempertimbangkan waktu luang peternak, sehingga mereka dapat hadir dan fokus mengikuti kegiatan tanpa mengganggu rutinitas harian mereka dalam merawat ternak. Momentum ini sekaligus menjadi momen interaksi antara mahasiswa dan warga dalam suasana kekeluargaan dan edukatif.
Lokasi kegiatan bertempat di area kandang kambing warga RT 04, Dusun Onggopatran, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tempat ini dipilih karena merupakan pusat aktivitas kelompok peternak kambing yang menjadi sasaran utama program. Dusun Onggopatran dikenal sebagai salah satu dusun yang memiliki potensi ekonomi berbasis peternakan, namun masih memerlukan penguatan dalam aspek manajemen kelompok, pemasaran produk ternak, serta kesinambungan program yang berbasis komunitas.Penyuluhan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman peternak terkait pentingnya keberlanjutan usaha ternak kambing dalam jangka panjang. Warga RT 04 menjadi sasaran utama karena selama ini telah memiliki kelompok peternak, namun belum mendapat pendampingan intensif terkait pengelolaan limbah, nutrisi ternak, serta strategi pemasaran berbasis digital. Kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan semangat kolaborasi antar warga dalam membangun ekonomi lokal yang kuat dan tangguh terhadap perubahan zaman.
Kegiatan sosialisasi ini dilakukan dengan cara mempresentasikan materi dilanjutkan dengan mempraktekkan bagaimana cara mengolah limbah kotoran kambing menjadi pupuk yang bermanfaat.Tak berhenti sampai disitu, pemilik kendang juga diberikan edukasi tentang cara branding produk serta strategi pemasaran dengan menggunakan media sosial. Selama kegiatan berlangsung, warga menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif bertanya, mencatat materi yang disampaikan, dan berdiskusi langsung dengan mahasiswa. Suasana diskusi berlangsung dinamis dan konstruktif. Mahasiswa juga membagikan modul ringkas sebagai bahan referensi bagi warga. Respons positif ini menunjukkan bahwa penyuluhan yang dilakukan tidak hanya diterima baik oleh masyarakat, tetapi juga membuka ruang baru untuk kolaborasi lanjutan di masa mendatang. Kelompok 1 KKN-T 133 berkomitmen untuk terus mengawal program ini agar tidak berhenti pada satu kali pertemuan, melainkan menjadi langkah awal menuju keberdayaan ekonomi masyarakat Onggopatran.
Sebagai penutup, Kelompok 1 KKN-T 133 melakukan cek kesehatan berupa tes asam urat bagi seluruh pemilik kandang kambing yang ada di RT 04. Selanjutnya menyampaikan harapan agar kegiatan penyuluhan ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun keberlanjutan ekonomi masyarakat melalui penguatan kapasitas kelompok peternak lokal. Melalui sinergi antara program studi, semangat pemberdayaan, dan partisipasi aktif warga, program kerja multidisiplin ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat RT 04 Onggopatran. Mahasiswa juga berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi dan pendampingan selama masa KKN berlangsung agar hasil program dapat terjaga secara berkesinambungan.