Polisi Jelaskan Penyebab Kebakaran Pabrik Garmen di Ngaglik Sleman

AA1Fagpz


karebata.com, SLEMAN –

Kapolsek Ngaglik, AKP Yuliyanto, menyampaikan informasi mengenai insiden kebakaran yang menimpa pabrik garmen di wilayah Ngaglik, Sleman.

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, terjadi kebakaran di PT Mataram Tunggal Garmen pada kurang lebih pukul 03.30 WIB, hari Rabu saat subuh.

Api semakin membara seiring dengan jumlah bahan bakar yang berlimpah di tempat itu.

Tidak terdapat korban jiwa pada insiden itu lantaran pabrik sedang tidak beroperasi dan meninggalkan ruangan ketika api mulai menjalar besar.

Menurut laporan dari kompas.com, Kapolsek Ngaglik, AKP Yuliyanto, mengkonfirmasi bahwa insiden kebakaran itu terjadi sekitar pukul 03.30 WIB.

Yuliyanto menyampaikan kebakaran terjadi di pabrik garmen dalam bidang produksi konveksi.

Di dalam pabrik terdapat barang-barang seperti mesin, hingga hasil produksi.

“Iya yang di dalam itu selain mesin juga hasil produksi dan ada barang-barang kantor, instalasi listrik juga banyak kemungkinan,” ucapnya.

Menurut Yuliyanto, hingga kini penyebab kebakaran tersebut masih belum jelas.

Setelah proses pemadamannya selesai, akan dijalankan investigasi guna mengidentifikasi asal-usul api yang menyala.

“Pemicunya belum dapat diidentifikasi dan besarnya kerusakan pun masih sulit dipastikan hingga saat ini, upaya memadamkannya terus berlangsung,” jelasnya.

“Saat ini masih dalam proses produksi tetapi pada malam hari tidak terdapat pekerja, hanya tersedia penjaga keamanan. Sampai sekarang belum ada korban jiwa,” ucapnya.


Puluhan Petugas Diterjunkan

Pantauan karebata.com di tempat peristiwa tersebut, sejumlah petugas gabungan beserta sukarelawan telah diturunkan untuk mengendalikan api yang meluas.

Pemadamannya terjadi di bagian timur gudang tersebut.

Petugas pun terpaksa harus menghancurkan gerbang pagar untuk bisa memasuki area pabrik tersebut.

Di samping kendaraan pemadam kebakaran, diketahui ada pula dua water canon yang dipergunakan oleh Polresta Sleman dan Polda DIY gunanya untuk mematikan sihir api tersebut. Seharusnya konteks tetap tentang padamkan api dengan peralatan khusus. Jadi lebih tepat jika diubah menjadi:
Tak hanya mobil pemadaman kebakaran saja, tampak pula dua unit water canon milik Polresta Sleman serta Polda DIY digerakan untuk meredam kobaran api itu.

Di dalam area pabrikan, siulan api tetap nampak sangat kuat.

Asap gelap pekat tetap menggumpal di udara di atas gedung yang terkena kebakaran.

Kehadiran berbagai benda yang cepat menyala mempersulit upaya pemadaman kebakaran.

(*)


Beberapa artikel ini sudah pernah ditampilkan di Kompas.com dengan judul tersebut.
Pabrik Garmen di Sleman terkena Kebakaran Pagi Tadi, Tiada Korban Jiwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *