Misi Eropa Milan Hancur di Roma, Sergio Conceicao Masih Percaya Dirinya

AA1Fazmc


karebata.com–

Sergio Conceicao menyatakan bahwa musim AC Milan belum berlangsung seperti yang diharapkan. Ia menekankan pentingnya timnya memperbaiki diri setelah kalah dari AS Roma.

Milan mengunjungi kandang Roma dalam pertandingan lanjutan pekan ketiga puluh tujuh Serie A musim 2024/25. Bertarung di Stadio Olimpico pada Senin (19/5) malam WIB, tim berjulukan Rossoneri itu dikalahkan dengan hasil akhir 1-3.

Ini merupakan musim yang sulit dilupakan bagi Milan, yang berada di peringkat sembilan dan secara matematis sudah tidak bisa bersaing di kompetisi Eropa musim depan. Setelah kekalahan tipis 1-0 di final Coppa Italia melawan Bologna pada Rabu (14/5), pelatih asal Portugal ini menyadari adanya suasana negatif di sekitar klub.

Ini bukanlah suasana yang mudah dipertimbangkan pasca pertandingan final, mengingat sejumlah peristiwa yang tak sekadar terjadi pada waktu tersebut, melainkan juga dalam kurun lima bulan saya di tempat ini, hal-hal ini jauh dari harapan kita,” ungkap Conceicao seperti dikutip dari situs web tersebut.
Football Italia
.

“Hal-hal itu selalu negatif bagi kami dan positif bagi lawan, baik karena kesalahan kami sendiri maupun kesalahan orang lain,” imbuh dia.

Conceicao menyebutkan bahwa musim ini sebenarnya belum seluruhnya negatif untuk Milan sejak kedatangannya di bulan Januari.

“Saya tak berarti menyebutnya sebagai musim yang hebat atau lima bulan tanpa cela, justru sebaliknya, tapi ada pula beberapa aspek positif. Kami meraih gelar Piala Super Italia dan sampai ke babak final Coppa Italia, meski demikian saat bertemu pertandingan-pertandingan besar, masih terdapat beberapa titik kurang baik,” ungkap Sergio Conceicao.

Sergio Conceicao dikeluarkan dari lapangan akibat perdebatan pada paruh kedua pertandingan. Ia tidak akan hadir di pinggiran lapangan untuk laga pamungkas musim ini melawan Monza. Banyak orang percaya bahwa ini mungkin kali terakhir dia duduk di bangku cadangan tim Milan.

“Saya tak bermaksud mencari alasan, saya amat cinta pada sepak bola dan merasakan kesedihan karena tidak dapat bergabung dengan para pemain di lapangan. Kita perlu berusaha bersatu meski menghadapi musim yang sulit ini serta memikul tanggung jawab,” lanjut Conceicao.

Pada sementara waktu yang lalu, pertandingan kemarin malam tim Roma berhasil memimpin lebih dulu lewat gol Gianluca Mancini pada menit ke tiga. Dia meloncat tertinggi untuk menceploskan bola hasil sepak pojok oleh Matias Soule melewati penjaga gawang Mike Maignan.

Kendala Milan makin membesar pada menit ke-21 saat Santiago Gimenez dikeluarkan dari lapangan secara langsung usai melakukan pelanggaran terhadap Mancini dengan tebasan kuat ke arah dadanya. Walau bermain dengan 10 orang, Milan akhirnya sukses menyamakan skor empat menit menjelang babak pertama habis lewat gol Joao Felix, yang berhasil masuk gawang sesudah Mile Svilar gagal dalam mencegah tembakan Alex Jimenez.

Akan tetapi, Roma berhasil memimpin lagi pada menit kelima puluh delapan saat sepakan bebas spektakuler Leandro Paredes dari jarak jauh menerobos masuk ke sudut kanan bawah gawang yang menyebabkan gemurah penonton di tribun.

Milan meskipun demikian enggan mengaku kalah dan nyaris menyamai skor berkat gol Rafael Leao. Akan tetapi, sepakannya yang mendekat gagal diselesaikan oleh Svilar.

Bryan Cristante mengamankan kemenangan hanya tiga menit jelang akhir laga lewat golnya yang masuk ke sudut bawah gawang dari luar area penalty. Ini terjadi sesaat setelah Maignan berhasil menerjang tembakan Angelino dan Stephan El Shaarawy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *