Orang yang Bermuka Sopan Serba Salah? Inilah 7 Ciri Khas Mereka Menurut Psikologi


karebata.com–

Pada tiap pertemuan sosial, tentunya kita sudah sering kali menjumpai orang yang terlihat amat bersahabat dan selalu berupaya memperlihatkan hal positif tentang dirinya.

Akan tetapi, terkadang muncul rasa aneh saat sifat bawaan mereka kelihatan tak selaras dengan penampilannya di luar.

Orang itu mungkin cuma pura-pura jadi orang baik untuk kepentingan tertentu yang tidak kita ketahui.

Menurut laporan dari Geediting.com pada hari Kamis (22/05), psikologi sudah menemukan berbagai indikator unik yang dapat membantu kita untuk memilah antara ketulusan dan kedokahan.


  1. Daya tarik yang berlebihan

Orang yang manipulative biasanya mengandalkan pesonanya atau kekuatan tarikannya yang luar biasa untuk meraih berbagai tujuannya.

Mereka mahir dalam membuat orang lain merasa terbantu dan dihargai, namun hal tersebut hanyalah strategi untuk mencapai keuntungan pribadi.


  1. Kurangnya empati mendalam

Mereka umumnya kurang bisa mengetahui atau mengenali perasaan dan emosi yang dirasakan orang-orang di lingkungan mereka.

Orang seperti itu mengalami kesulitan dalam membagikan kegembiraan atau penderitaannya dengan sepenuh hati bersama orang lain.


  1. Tindakan yang tidak konsisten

Apa yang mereka katakan sering kali tidak sejalan dengan perbuatan atau tindakan nyata yang mereka lakukan sehari-hari.

Ada kesenjangan jelas antara imej yang mereka bentuk dan tindakan sebenarnya di berbagai keadaan.


  1. Sulit mengakui kesalahan

Orang seperti itu sangat jarang mengaku kalau mereka sudah membuat suatu kesalahan atau ketidaktepatan. Sebaliknya, mereka lebih condong untuk menolak pengakuan atas kesalahan demi menjaga imej baik di hadapan publik.


  1. Cepat mengidentifikasi kesalahan oranglain

Sebaliknya dari mengakuinya kekurangan diri sendiri, mereka dengan cepat memperhatikan dan menunjukkan kesalahan atau kelemahan orang lain.

Ini dilakukan sebagai metode untuk menarik fokus dari mungkin adanya ketidakcukupan atau kesalahan yang dimiliki.


  1. Kebaikan selalu ada harganya

Tiap kali mereka melakukan sesuatu kebaikan, biasanya ada harapan atau prediksi untuk mendapat imbalan tertentu.

Keutamaan mereka tidak sepenuhnya tulus tanpa balasan, tetapi ada motif tersembunyi yang harus diakui dan diteliti lebih lanjut.


  1. Kelangkaan keinginan yang tulus untuk memahami orang lain

Mereka tidak berhasil mengungkapkan minat yang sungguh-sunguh pada kisah-kisah atau hal-hal personal dari orang-orang di lingkungan mereka.

Pertanyaan yang ditanyakan hanya bersifat formalitas dan tidak ada niat sungguh-sungguh untuk benar-benar mengerti seperti apa orang lain itu sesungguhnya.

Memahami ciri-ciri tersebut bisa memperkuat kemampuan kita untuk menghargai kepribadian orang lain dalam beragam situasi sosial.

Memahami sifat-sifat tersebut sangatlah krusial agar kita bisa menghindari kemungkinan terjebak dalam hubungan yang timpang atau pun dimanfaatkan di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *