karebata.com
– Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit yang mudah menyebar karena terinfeksi oleh bakteri.
Mycobacterium Tuberculosis
.
TBC umumnya menyerang organ paru-paru, namun juga bisa menyerang organ lainnya seperti nodul limfa, pleura, serta area osteoartikular.
Dilansir dari laman
karebata.com
(21/3/2024) Infeksi tuberkulosis (TBC) terjadi saat seseorang bernapas dan memasukkan udara yang mengandung bakteri ke dalam sistem pernapasan mereka.
Mycobacterium Tuberculosis
.
Setelah itu, bakteri bergerak menuju percabangan trakea-bronkial dan akhirnya menetap di bronkiolus atau alveoli pernapasan. Paru-paru merupakan organ pertama yang mengalami infeksi oleh bakteri tersebut.
Akhirnya, bakteri TB merembes ke dalam aliran darah dan menyebar ke seluruh tubuh melalui proses peredarahan hematogenik. Bakteri ini bisa menginfeksi sumsum tulang belakang, liver, dan limfa.
Bakteri yang sudah menyebar ke aliran darah kemudian dideposit ke bagian atas otak, tulang, ginjal, serta paru yang dapat mendukung perkembangan
Mycobacterium Tuberculosis
.
Grup orang dengan risiko tinggi tertular TBC
Menurut studi bertajuk
Risk Factors for Tuberculosis
yang diterbitkan di jurnal
Pulmonary Medicine
, berikut adalah beberapa kelompok orang yang paling berisiko terkena TBC:
1. Individu yang berada di sekitar area penyebab penularan
Orang yang mengalami kontak langsung atau dekat dengan penderita TB aktif memiliki peluang lebih besar untuk tertular penyakit tersebut.
Mycobacterium tuberculosis
.
Infeksi itu bisa jadi akan berkembang menjadi TB aktif primer. Jenis kontak yang dimaksud meliputi anggota keluarga dan tenaga medis.
2. Memiliki kondisi imunosupresif
Infeksi HIV adalah faktor risiko imunosupresi terkuat dalam pengembangan penyakit TB aktif.
Orang dengan gangguan peradangan yang dipicu oleh sistem kekebalan tubuh (IMID) cenderung berisiko lebih besar terkena TBC aktif.
3. Orang dengan malnutrisi
Penelitian sudah membuktikan bahwa kondisi kekurangan gizi (entah itu kurang vitamin atau mineral serta nutrisi lainnya) dapat memperbesar peluang seseorang untuk mengidap TBC akibat respon sistem kekebalan tubuh yang tidak berjalan dengan baik.
TBC itu sendiri bisa mengakibatkan malnutrisi akibar penurunan selera makan serta perubahan pada proses metabolisme.
4. Anak-anak
Anak-anak memiliki risiko lebih besar untuk terkena infeksi serta penyakit tuberkulosis (TBC). Sebagian besar anak-anak di bawah umur dua tahun mengalami penularan ini dari kasus-kasus dalam lingkungan keluarga mereka.
Untuk anak-anak dengan usia lebih dari dua tahun, sebagian besar tertular di dalam komunitas.
3. Penderita diabetes
Diabetes telah terbukti meningkatkan risiko penyakit TBC aktif. Studi menunjukkan bahwa pasien diabetes memiliki risiko sekitar tiga kali lebih tinggi untuk mengembangkan TBC dibandingkan yang tidak menderita diabetes.
Bukti ilmiah menunjukkan bahwa diabetes dapat merusak sistem kekebalan tubuh baik yang alami maupun yang dipelajari, yang pada gilirannya mendorong pertumbuhan lebih cepat dari penyakit TB.
4. Perokok
Kaitan antara kebiasaan merokok dengan penyakit TBC sudah diteliti melalui berbagai ulasan sistematis. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa risiko terkena TBC lebih besar pada mereka yang merokok dibandingkan non-perokok.
Gangguan pembersihan sekresi mukosa, berkurangnya kemampuan fagositosis makrofag alveolar, dan penurunan respon imun akibat nikotin dalam rokok telah menjadi alasan peningkatan kerentanan terhadap tuberkulosis paru.
5. Peminum alkohol
Alkohol diketahui sebagai pendorong utama bagi penyakit tuberkulosis, khususnya di daerah-daerah dengan angka kejadian yang tinggi.
Penelitian terkini mengindikasikan bahwa kemungkinan seseorang menderita tuberkulosis aktif akan naik dengan signifikan pada individu yang meminum lebih dari 40 gram alkohol setiap harinya atau memiliki masalah penyalahgunaan alkohol.
Faktor-faktor yang menyebabkan pertambahan risiko itu mencakup perubahan pada sistem kekebalan tubuh, terutama dalam hal modifikasi molekul pengirim sinyal yang berkaitan dengan pembentukan sitokin.