Banjir Demak: Tanggul Sungai Tuntang Karangrejo Roboh, 11 Desa Terendam

AA1Fa30p


karebata.comDEMAK –

Karena dua titik tanggul Sungai Tuntang Demak retak, 11 desa di 5 kecamatan berbeda di Demak, Jawa Tengah mengalami inundasi.

Berdasarkan laporan dari dinkominfo.demakkab.go.id, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Demak menginformasikan bahwa banjir yang disebabkan oleh kerusakan tanggul sungai di tiga lokasi berbeda yaitu perambunan selama 13 meter di area Desa Karangrejo serta kebocoran lainnya pada panjang 4 meter di wilayah Desa Kembangan telah menenggelamkan total 11 desa dalam genangan air setinggi lebih dari 50 cm.

Banjir besar dilaporkan oleh Pusdalops BPBD Kabupaten Demak pada senin malam, 19 Mei 2025 sekitar pukul 19:00 WIB.

Sebanyak 11 desa yang terletak di lima (5) wilayah kecamatan mengalami dampak banjir, termasuk Desa Karangrejo, Desa Kembangan, Krajan Bogo, Gebangarum, dan Desa Sukodono di Kecamatan Bonang.

Desa Ploso yang berada di Kecamatan Karang Tengah, serta Desa Sayung dan Kalisari yang terletak di Kecamatan Sayung.

Selanjutnya adalah Desa Trimulyo dan Desa Sidoharjo yang berada di Kecamatan Guntur, bersama dengan Desa Mintreng dari Kecamatan Kebonagung.

Kepolisian Bahtera Banteng Putih Daerah (BBPD) Kabupaten Demak mengungkapkan bahwa banjir itu terjadi karena curah hujan yang sangat tinggi, hal ini membuat volume air dari daerah hulu sampai hilir naik drastis.

Selanjutnya, hal tersebut menyebabkan limpasan air serta beberapa bendungan sungai retak dan banjir di area perumahan.

Pembongkaran tanggul Sungai di Dukuh Pidodo, Desa Karangrejo sekitar 10 meter telah terjadi.

Selanjutnya, di Desa Sayung, tinggi air bervariasi antara 20 sampai 70 sentimeter karena air hujan tak bisa mengalir dengan baik.

Jalur utama antara Desa Kalisari dan Genuk menghadapi masalah genangan dengan kedalaman 20-40 cm karena saluran tertutupi oleh air yang menyebabkan aliran terhalang.

Dampak dan Penanganan

Sekitar 2.903 kepala keluarga atau sekitar 11.662 orang serta 2.903 rumah terpengaruhi oleh bencana tersebut. Selain itu, tiga (3) kantor, 15 lembaga pendidikan, 270 hektar lahan pertanian, sebuah pasar tradisional, delapan TPA, dan tiga fasilitas pelayanan kesehatan juga ikut terkena dampaknya.

BPBD bersama dengan Dinas P input aru Demak sedang fokus pada penguatan pemantauan area rentan terhadap banjir serta meningkatkan efisiensi dalam menggunakan pompa air guna menekan tinggi permukaan air. Selain itu, mereka juga telah meletakan peralatan berat yang disediakan oleh BBWS di wilayah Desa Kembangan, Kecamatan Bonang.

Selanjutnya, tim TRC melakukan evaluasi di area yang terkena dampak dan mengambil tindakan lain seperti membangun benteng tanah sementara, menempatkan pompa air, serta mendistribusikan karung atau sacs.

Kebutuhan darurat tambahan meliputi pompa air, pengadaan sabuk desa, penyediaan air bersih, logistik, obat-obatan, peralatan untuk bayi dan anak-anak, selimut serta penormalan aliran sungai dan sistem drainase. ***

PEMBERITAHUAN: Artikel ini sudah pernah dipublikasikan di situs web dinkominfo.demakkab.go.id denganjudul yang sama.
Perbarui Visualisasi Data Bencana Banjir di Demak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *