KLATEN, karebata.com
– Keempat anak usia remaja di Deli Serdang yang naik boncengan di atas sepeda motor mengalami kecelakaan tunggal. Dua dari mereka meninggal dunia saat itu juga setelah insiden terjadi.
Kejadian kecelakaan itu terjadi di desa Sekip, kecamatan Lubuk Pakam, kabupaten Deli Serdang,Sumatera Utara, pada hari Selasa tanggal 20 Mei 2025.
Kasat Lantas Polresta Deli Serdang, AKP Johan Kurniawan, menyatakan bahwa insiden itu terjadi kira-kira pada jam 10.00 WIB.
Berdasarkan penjelasan Johan, sepeda motornya sedang dalam kecepatan tinggi saat tiba di tempat peristiwa. Motor itu kemudian miring ke arah kanan, tidak lagi terkendali, dan akhirnya menabrak dinding yang ada di sisi kanan jalanan.
Victor Assani, Kepala Departemen Keselamatan Jalan Raya dan Otomotif di Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia, menyebutkan bahwa sepeda motor dirancang khusus untuk dua orang penumpang, oleh karena itu penggunaan melebihi jumlah tersebut dapat berisiko.
Menurut dia, jika sepeda motor yang dirancang untuk dua orang digunakan oleh tiga orang atau lebih, risiko kecelakaannya akan bertambah dengan cepat. Selain melanggar aturan lalu lintas, ini juga bisa membahayakan jiwa para pengendaranya dan penumpangnya.
“Perbuatan itu melanggar undang-undang, sesuai dengan Pasal di UU Nomor 22 Tahun 2009 mengenai Lalu Lintas dan Penggunaan Jalan Umum (Undang-Undang LLPJ), yang menyebutkan bahwa pengendara sepeda motor tidak boleh membawa lebih dari satu penumpang,” jelas Victor saat berbicara dengan karebata.com beberapa waktu yang lalu.
Victor menyatakan bahwa secara teknis, memuat penumpang melebihi batasan yang ditentukan dapat mengganggu kestabilan saat mengemudi.
“Sebuah sepeda motor hanya memiliki dua roda sehingga diperlukan keseimbangan saat dikendarai. Ketika jumlah penumpangnya melebihi satu orang, maka keseimbangan tersebut dapat terganggu akibat pergerakan serta bobot ekstra yang ditambahkan oleh para penumpang,” jelas Victor.
Di luar menurunkan stabilitas sepeda motor, penambahan bobot juga bisa memengaruhi keseimbangannya, terlebih pada saat melakukan manuver belok atau pengereman mendadak. Hal tersebut menyulitkan pengendara untuk menjaga kontrolnya dengan baik, meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan.
Tiap pengemudi harus mentaati aturan yang ditetapkan guna melindungi diri mereka saat di jalanan. Hindari ambisi naik ketigga hingga mengakibatkan kecelakaan dengan kerugian besar.