Jakarta, IDN Times
Bimo Wijayanto dipilih menjadi calon Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) oleh Presiden Prabowo Subianto.
Bimo dikenal memiliki latar belakang di bidang ekonomi dan investasi, serta pengalaman menjabat di berbagai posisi di pemerintahan dan perusahaan. Berikut ulasan lengkapnya!
1. Pernah menjadi anak buah Luhut di Kemenko Marves
Dikutip dari laman resmi PT Phapros Tbk, Bimo menjabat sebagai Komisaris Independen di perusahaan, berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2021.
Sepanjang kariernya, Bimo telah mengambil beberapa jabatan penting. Ia dikenal karena pengabdiannya sebagai anggota dewan komisaris di berbagai entitas bisnis.
Pernah menjadi Asisten Deputi untuk Investasi Strategis di Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan, Kedeputian Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves).
Sebagaimana dikenal, Kemenko Marves saat itu dipimpin oleh Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan sebelum departemen tersebut dibubarkan oleh Prabowo setelah ia menjadi Presiden.
2. Asal-usul pendidikan di Australia sampai AS
Bimo berhasil menuntaskan program Doktor Ekonomi (Ph.D dalam Ilmu Ekonomi) di National Center for Social and Economic Modeling (NATSEM), Universitas Canberra, Australia.
Dia pun mengambil pendidikan pascadoktoral lewat Beasiswa Post-Doctoral Fellowships-Inaugural Hadi Soesastro Prize-Australia Awards di NATSEM dan DCID (Duke Center for International Development), Universitas Duke, North Carolina, Amerika Serikat.
3. Bimo telah bertemu dengan Prabowo untuk proses penilaian.
Bimo mengatakan bahwa dia diundang langsung oleh Presiden Prabowo untuk datang ke Istana Kepresidenan di Jakarta pada hari Selasa (20/5/2025). Di dalam pertemuan itu, sang Presiden memberikan beberapa petunjuk penting.
Prabowo pun mengulangi janjinya untuk meningkatkan sistem pajak di Indonesia sehingga menjadi lebih transparan, jujur, dan mandiri saat mensupport kebijakan-kebijakan nasional, terutama yang berkaitan dengan pendapatan negara.
“Bima menyatakan bahwa dirinya akan menerima tugas berdasarkan petunjuk dari Menteri Keuangan dan akan bekerja sama dengan Kementerian Keuangan, demikian pula halnya dengan Letnan Jenderal Djaka,” ungkap Bimo saat berada di kompleks Istana Presiden Jakarta pada hari Selasa, 20 Mei 2025.